5 Kota di Jepang yang Alami Overtourism, Masih Mau ke Sana?

Jepang termasuk dalam tujuan wisata favorit di Asia Timur. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Seperti dilansir dari Japan Travel, pada 2024, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 36,87 juta orang dan tahun 2025 Japan National Tourism Organization (JNTO), menjadi 42,68 juta orang.
Banyaknya jumlah wisatawan mancanegara ditambah kunjungan harian dari wisatawan domestik membuat sejumlah kota di Jepang mengalami overtourism. Oleh sebab itu, sebagian kota memberlakukan peraturan ketat, seperti pajak penginapan dan pembatasan area yang boleh dikunjungi. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini kota di Jepang yang alami overtourism. Masih ingin ke sana?
1. Kyoto

Kyoto selalu masuk dalam tiga teratas sebagai kota yang mengalami overtourism. Bekas ibu kota kekaisaran Jepang ini terkenal dengan kuil, tempat bersejarah, dan budaya Jepang yang masih terjaga. Ditambah lagi menjadi tempat berdirinya perusahaan-perusahaan besar seperti Nintendo dan Kyocera. Hal tersebut membuat pariwisata di Kyoto berdampingan langsung dengan lingkungan perkotaan yang kompleks.
Kota ini berbeda dari Tokyo, karena tidak dibangun untuk menangani lonjakan jumlah orang dan belum memiliki jaringan kereta bawah tanah yang luas. Menurut Takuya Horie, Kepala Bagian Pemasaran dari Kyoto City Tourism Association yang dikutip dari ABC, Kyoto rentan terhadap masalah seperti itu terletak pada tata ruang kotanya yang didasarkan pada perencanaan kota lebih dari 1.000 tahun lalu.
Masalah semakin parah karena jalanan di Kyoto cenderung sempit, pembangunan tidak memisahkan zona perumahan dan wisata, serta peraturan ketat pembatasan ketinggian bangunan. Beberapa tempat yang masuk dalam daftar overtourism hingga mengganggu kenyamanan warga lokal salah satunya Gion, membuat sebagian distrik geisha ditutup untuk wisatawan. Keramaian pengunjung juga mengganggu transportasi umum hingga memadati jalan sempit di sekitar Hutan Bambu Arashiyama, Fushimi Inari, dan Kuil Kunkaku-ji.
2. Tokyo

Sebagai ibu kota, Tokyo tidak luput dari masalah overtourism. Aktivitas wisatawan mayoritas hanya mengunjungi beberapa distrik populer yang sudah ramai dan punya spot ikonik. Beberapa di antaranya adalah Shibuya, Harajuku, Tokyo Disneyland, Asakusa, dan Sensoji.
Shibuya terkenal dengan Patung Hachiko dan banyak landmark menarik ini menjadi pusat keramaian, terutama saat Halloween. Keramaian tersebut diwarnai dengan perilaku minum-minum di jalanan, kebisingan, masalah sampah, hingga menimbulkan kemacetan parah. Pemerintah setempat pun memberlakukan larangan khusus ketika acara besar sedang berlangsung.
Tempat lain yang bernasib serupa karena keramaian yang membeludak adalah Takeshita-Dori atau Harajuku. Saat liburan sekolah, akhir pekan, dan hari libur nasional di Jepang, Tokyo Disneyland akan dipenuhi pengunjung hingga menyebabkan antrean panjang, bahan hanya untuk makan. Di sisi lain, Asakusa dan Sensoji, yang menjadi rumah bagi sejumlah kuil populer, mengalami kemacetan serta harus menghadapi perilaku wisatawan yang tidak sopan.
3. Osaka

Kamu pernah melihat Glico Running Man? Papan reklame tersebut menjadi salah satu spot paling ikonik di Dotonbori, Osaka. Kawasan itu memang menjadi surga kuliner dan kehidupan malam yang ramai dengan lampu neon.
Keramaian akan semakin meningkat saat malam hari, akhir pekan, dan peak season. Sebagian besar orang berkumpul di tepi kanal dan jembatan yang menimbulkan kebisingan, sampah, serta kemacetan. Hal itu menyebabkan hilangnya suasana kehidupan malam yang nyaman dan dapat dinikmati.
Sama seperti Tokyo Disneyland, Universal Studios Jepang menjadi taman hiburan selanjutnya yang selalu ramai pengunjung. Hampir setiap tahun selalu mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Pengunjung harus antre panjang dan berdesakan sebelum menjajal wahana atau spot tertentu.
4. Fujikawaguchiko

Ternyata overtourism tidak hanya di kota besar, kota resor seperti Fujikawaguchiko pun mengalami hal serupa. Gunung Fuji menjadi daya tarik utamanya, tetapi jumlah wisatawan yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan. Wisata alam tersebut harus menghadapi sampah, kerusakan lingkungan, hingga peningkatan fasilitas untuk kebutuhan penyelamatan saat musim pendakian.
Tempat-tempat menarik seperti Danau Kawaguchi hingga toko serba ada berlatar Gunung Fuji memang menakjubkan. Namun, kepopulerannya di media sosial menyebabkan pengunjung berdatangan, bahkan menerobos masuk untuk mendapatkan foto yang sempurna. Tentu saja hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan orang lain.
5. Otaru

Kamu mungkin tidak menyangka bahwa di Jepang bagian utara, kota yang mengalami overtourism bukan Hokkaido maupun Sapporo. CNN menyebutkan bahwa Otaru terus menarik wisatawan setiap musim dingin. Kota kecil yang tenang dan terpencil di pantai barat Pulau Hokkaido itu populer setelah menjadi tempat syuting film Love Letter (1995).
Funamizaka menjadi salah satu daerah yang mengalami overtourism, dampak dari film tersebut. Tempat ini menawarkan pemandangan jalanan khas Jepang dari ketinggian, dipenuhi deretan rumah kayu dengan salju yang menumpuk di depan pintunya. Berpadu dengan panorama Laut Jepang di ujung lereng yang membuatnya semakin menakjubkan.
Tahun 2024, tercatat 98.678 pengunjung mancanegara menginap di Otaru, jumlah tertinggi yang pernah tercatat. Angka tersebut belum termasuk wisatawan yang melakukan perjalanan sehari dari Sapporo. Sementara itu, populasi penduduknya sekitar 100.000 jiwa.
Nah, sekarang kamu sudah tahu kota mana saja yang mengalami overtourism di Jepang. Hal tersebut terjadi karena mayoritas wisatawan terpusat pada tempat yang sudah populer. Kondisinya bisa semakin parah saat musim liburan dan musim tertentu yang dianggap paling menarik.




![[QUIZ] Kami Tahu Kamu Bakal Melihat Sakura di Mana!](https://image.idntimes.com/post/20260401/zion-c-lcj4l8zw9di-unsplash_6d42a535-f94c-41e7-a1b7-0de6784ca21d.jpg)






![[QUIZ] Kami Tahu Kamu akan Liburan ke Mana Bareng Jennie BLACKPINK](https://image.idntimes.com/post/20260407/upload_364dbfbe941a377fe5989e149cd1236e_26744837-44c2-48b8-9b91-f6526c25a65d.png)






