Masyarakat Baduy (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Masyarakat Baduy Dalam umumnya menganut kepercayaan Sunda Wiwitan. Mereka memiliki ritual penyucian diri setahun sekali dan dilaksanakan selama tiga bulan berturut-turut atau pada bulan Kawalu. Melansir situs resmi Provinsi Banten, ritual Kawalu diselenggarakan sebelum upacara Seba Baduy dengan tahapan meliputi:
Upacara Ngalanjakan,
Upacara Kawalu,
Upacara Ngalaksa, dan
Seba Baduy.
Ritual ini dilaksanakan setelah kegiatan panen padi di ladang dan padi dimasukan ke leuit. Selama tiga bulan ke depan, masyarakat Baduy Dalam akan memanjatkan syukur kepada Sang Hyang Karesa atas keberhasilan panen padinya, serta menyucikan diri dari nafsu jahat. Salah satu ritual Kawalu yang wajib dilakukan masyarakat (kecuali lansia yang mengalami keterbatasan fisik) adalah berpuasa satu hari dari malam sampai sore hari.
Selama ritual Kawalu, kawasan Baduy Dalam ditutup dari wisatawan dan masyarakat luar, kecuali ada keperluan khusus atau mendesak. Jumlahnya pun sangat terbatas, yakni maksimal 10 orang yang diizinkan masuk perkampungan.
Sementara itu, wisatawan tetap bisa mengunjungi kawasan Badui Luar saat ritual Kawalu. Kawasan tersebut, antara lain Kampung Kaduketug 1, Cipondok, Kaduketug 2 dan 3, Lebak Jeruk, Balimbing, Marengo, Cikua, Gajeboh, Kadujangkung, Kadugede, Karahkal, Cempaka, Cijanar, Ciranji, serta Lebak Huni. Semua kampung ini terletak di Kabupaten Lebak, Banten.
Nah, itu dia informasi tentang ritual Kawalu di perkampungan Baduy Dalam dan informasi penutupannya. Bagi kamu yang berencana mengunjungi Badui Dalam waktu dekat, sebaiknya alihkan perjalananmu dan rencanakan ulang pada pertengahan Maret mendatang, ya!