potret suporter Chivas menonton pertandingan di Estadio Guadalajara (commons.wikimedia.org/Chivista)
Guadalajara merupakan rumah bagi dua klub sepak bola kenamaan, yakni Chivas de Guadalajara dan Atlas FC. Meski berasal dari wilayah yang sama, persaingan keduanya terbilang ikonik dalam sejarah bola Meksiko. Rivalitas tersebut lebih dari sekadar perebutan poin di lapangan, tetapi membawa sejarah panjang yang mewakili identitas sosial serta budaya yang berbeda dari para suporternya.
Club Deportivo Guadalajara atau Chivas berdiri sejak tahun 1906 yang dianggap lebih merakyat. Mereka punya kebijakan unik dengan hanya menggunakan pemain berkebangsaan Meksiko. Hal ini memperkuat statusnya sebagai tim rakyat, bahkan mewakili identitas sosial kelas pekerja dan nasionalisme.
Di sisi lain, sekelompok pemuda kelas atas yang baru saja kembali dari studinya di Inggris mendirikan Atlas FC pada 1916. Mereka membawa gaya permainan yang berbeda, elegan dan disiplin, kemudian punya julukan Los Academicos atau Sang Akademisi. Latar belakang tersebut membuat tim ini mewakili identitas sosial kelas atas.
Uniknya, mereka pernah menempati satu stadion yang sama sebagai markas, lho. Ketika dua tim besar ini dipertemukan dalam pertandingan derbi disebut sebagai Clasico Tapatio. Pertandingan tersebut kini dapat disaksikan oleh jutaan pasang mata di Meksiko hingga Amerika Serikat.