Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kota di China yang Cocok Dikunjungi saat Musim Gugur
Great Wall of China, Beijing (pexels.com/Diana)
  • Musim gugur sekitar September–November menawarkan cuaca lebih sejuk dan pemandangan dedaunan berubah warna, dengan waktu puncak yang dapat berbeda tiap wilayah dan tahun.

  • Beijing, Xi'an, dan Nanjing memadukan suasana musim gugur dengan wisata sejarah, termasuk Fragrant Hills, Great Wall, City Wall, Giant Wild Goose Pagoda, serta Ming Xiaoling.

  • Hangzhou menawarkan West Lake dan bunga osmanthus untuk perjalanan santai, sementara Chengdu menggabungkan kuliner Sichuan, panda, serta akses ke alam Sichuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kamu sedang mencari waktu yang pas untuk liburan ke China, musim gugur bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik. Periode sekitar September hingga November menawarkan cuaca yang lebih sejuk di banyak wilayah China, sekaligus menghadirkan pemandangan dedaunan yang berubah warna. Setiap kota juga punya daya tarik berbeda yang dapat membuat perjalanan musim gugur terasa lebih beragam.

Mulai dari Beijing dengan pepohonan berwarna keemasan hingga Hangzhou yang punya suasana tenang di sekitar West Lake, pilihannya cukup banyak. Kamu juga bisa menggabungkan wisata sejarah, kuliner, dan jalan-jalan santai dalam satu perjalanan. Nah, kalau masih bingung menentukan kota tujuan, berikut lima kota di China yang cocok dikunjungi saat musim gugur.

1. Beijing

The Great Wall (unsplash.com/Bruce Röttgers)

Beijing menjadi salah satu kota yang menarik untuk dikunjungi saat musim gugur karena suhunya lebih sejuk dan pemandangan pepohonan yang mulai berubah warna. Salah satu kawasan yang terkenal dengan warna musim gugurnya adalah Fragrant Hills atau Xiangshan, yang biasanya mulai memasuki periode warna terbaik sekitar pertengahan Oktober hingga November. Selain pepohonan merah, beberapa kawasan kota juga menawarkan pemandangan ginkgo berwarna kuning keemasan.

Musim gugur juga cocok untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata ikonik di Beijing, seperti Great Wall, Temple of Heaven, dan kawasan kota tua. Cuaca yang lebih nyaman membuat aktivitas berjalan kaki dan menjelajahi area terbuka terasa lebih menyenangkan dibandingkan saat musim panas. Kalau ingin menikmati suasana musim gugur, kamu bisa memasukkan taman dan kawasan bersejarah ke dalam itinerary perjalanan.

2. Xi'an

Xi'an City Wall (commons.wikimedia.org/Maros)

Xi'an bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus suasana musim gugur. Kota ini dikenal sebagai salah satu destinasi bersejarah di China, dengan tempat wisata seperti Xi'an City Wall dan Giant Wild Goose Pagoda yang bisa dimasukkan ke dalam rencana perjalanan. Musim gugur juga membuat aktivitas menjelajahi berbagai situs sejarah di luar ruangan terasa lebih nyaman karena suhu mulai menurun.

Selain bangunan bersejarah, Xi'an menawarkan pemandangan pepohonan yang mulai berubah warna pada sekitar Oktober. Kamu bisa bersepeda atau berjalan santai di sekitar area City Wall sambil menikmati suasana kota. Setelah puas berkeliling, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kuliner khas Xi'an yang membuat perjalanan musim gugur semakin lengkap.

3. Hangzhou

Chenghuang Pagoda Scenic Area, Hangzhou (commons.wikimedia.org/Mlq4296)

Hangzhou cocok untuk kamu yang ingin menikmati musim gugur dengan suasana yang lebih tenang dan banyak pemandangan alam. West Lake menjadi salah satu daya tarik utama kota ini, sementara kawasan perbukitan dan pepohonan di sekitarnya menawarkan suasana yang berbeda ketika memasuki musim gugur. Periode Oktober hingga November umumnya menjadi waktu yang menarik untuk menikmati suasana musim gugur di Hangzhou.

Selain West Lake, kamu bisa mengunjungi kawasan Manjuelong yang terkenal dengan pohon osmanthus saat musim gugur. Bunga osmanthus biasanya mulai bermekaran sekitar akhir September hingga Oktober, sehingga kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri. Kombinasi danau, taman, perbukitan, dan aroma bunga membuat Hangzhou cocok untuk itinerary yang lebih santai.

4. Nanjing

Ming Temples Nanjing Plum Blossom Festival (commons.wikimedia.org/Haha169)

Nanjing merupakan pilihan menarik untuk menikmati perpaduan wisata sejarah dan pemandangan dedaunan musim gugur. Salah satu lokasi yang bisa dikunjungi adalah kawasan Ming Xiaoling, terutama area Spirit Way yang dikelilingi pepohonan dan patung-patung batu bersejarah. Pada akhir Oktober, area tersebut dapat menghadirkan perpaduan warna merah dan kuning yang menarik untuk dinikmati maupun diabadikan dalam foto.

Selain Ming Xiaoling, Nanjing memiliki berbagai kawasan bersejarah yang bisa dijelajahi dalam satu perjalanan. Suasana kota pada musim gugur juga cocok untuk berjalan kaki sambil menikmati taman dan jalanan yang dihiasi pepohonan. Bagi kamu yang ingin mencari destinasi musim gugur di China selain Beijing, Nanjing bisa masuk dalam daftar pertimbangan.

5. Chengdu

Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding (commons.wikimedia.org/Sherpa)

Chengdu menawarkan pengalaman musim gugur yang sedikit berbeda karena daya tarik utamanya tidak hanya berasal dari perubahan warna pepohonan. Kota ini terkenal dengan kuliner Sichuan dan Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, sehingga perjalanan bisa diisi dengan wisata kuliner sekaligus melihat panda. Memasuki Oktober, suhu di Chengdu juga cenderung lebih nyaman untuk aktivitas luar ruangan dibandingkan dengan periode musim panas.

Kamu juga bisa menjadikan Chengdu sebagai titik awal untuk mengeksplorasi destinasi alam di wilayah Sichuan. Beberapa kawasan pegunungan dan taman nasional di provinsi tersebut menawarkan pemandangan musim gugur yang lebih kuat, terutama ketika dedaunan mulai berubah warna. Jadi, kalau ingin menggabungkan suasana kota dengan perjalanan ke alam, Chengdu bisa menjadi salah satu pilihan itinerary yang menarik.

Kalau sudah menentukan kota tujuan, tinggal sesuaikan itinerary dengan karakter musim gugur di masing-masing wilayah. Jangan lupa memperhatikan waktu perubahan warna daun karena puncaknya dapat berbeda setiap tahun dan tidak selalu berlangsung dalam periode yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article