Museum Masjid Hassan II (Musée de la Mosquée Hassan II) di Casablanca, Maroko, yang terletak di dalam kompleks Masjid Hassan II. (unsplash.com/Thales Botelho de Sousa)
Masjid Hassan II memiliki keistimewaan sebagai satu-satunya masjid di Maroko yang terbuka untuk wisatawan non-Muslim melalui layanan tur berpemandu. Namun, karena ini adalah tempat ibadah yang suci, pengunjung wajib mematuhi aturan tertentu seperti menjaga ketenangan, tidak makan atau merokok, serta berpakaian sopan yang menutup bahu dan kaki. Jadwal kunjungan ini biasanya menyesuaikan dengan musim dan memiliki aturan khusus selama bulan suci Ramadan, sehingga pengunjung disarankan untuk memeriksa jadwal terbaru di lokasi.
Tur ini tidak hanya mengajak pengunjung melihat kemegahan ruang sholat dan menaranya, tetapi juga mencakup kunjungan ke museum yang ada di dalam kompleks masjid. Museum seluas 3.000 meter persegi ini memamerkan berbagai bahan bangunan yang digunakan serta koleksi kerajinan tangan hasil karya para ahli Maroko. Dengan mengunjungi museum ini, wisatawan dapat memahami lebih dalam mengenai sejarah, asal-usul, dan proses panjang di balik pembangunan masjid yang luar biasa megah ini.
Kini, Masjid Hassan II tetap berdiri megah sebagai simbol keharmonisan antara iman, seni, dan teknologi yang dikagumi dunia. Melalui berbagai upaya restorasi berkala untuk menjaga kekokohannya dari terpaan air laut, masjid ini membuktikan bahwa dedikasi bangsa Maroko tidak berhenti saat pembangunan usai, melainkan terus berlanjut demi menjaga warisan ini tetap abadi bagi generasi mendatang.