Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Masjid Kruszyniany, Masjid Tertua di Polandia
potret bagian luar Masjid Kruszyniany (commons.wikimedia.org/Krzysztof Kundzicz)
  • Masjid Kruszyniany dibangun sekitar tahun 1679 sebagai simbol pengabdian kaum Tatar kepada Raja Jan III Sobieski, lalu digantikan bangunan baru pada awal abad ke-19.
  • Bangunan kayu bercat hijau ini berdiri di atas fondasi batu dengan desain sederhana bergaya masjid Tatar awal, lengkap dengan mihrab dan menara kecil berkubah timah.
  • Pada 2012, Masjid Kruszyniany ditetapkan sebagai monumen sejarah nasional Polandia, menjadi pusat pelestarian budaya Tatar dan destinasi wisata bersejarah yang masih aktif dikunjungi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama beberapa generasi, kaum Tatar menjadi bagian dari masyarakat Polandia sambil menjaga tradisi unik mereka. Identitas budaya dan agama mereka tetap kuat. Setelah Perang Dunia II, pergeseran perbatasan membagi mereka di Polandia, Lithuania, dan Belarus. Kruszyniany dan Bohoniki berdiri sebagai desa Tatar yang tetap bertahan di Polandia.

Saat ini, Kruszyniany berfungsi sebagai jantung komunitas Tatar bersejarah di Polandia. Masjidnya menarik pengunjung dari seluruh negeri. Dirawat oleh keturunan Tatar Lipka asli yang secara aktif berbagi sejarah dan budaya mereka dengan pengunjung dari Polandia dan luar negeri. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Kruszyniany berikut ini!

1. Dibangun medio tahun 1679

potret bagian luar Masjid Kruszyniany (commons.wikimedia.org/Fallaner)

Magazyn WhiteMAD mengatakan bahwa Masjid Kruszyniany diyakini dibangun sekitar tahun 1679. Pada periode ini, Raja Jan III Sobieski memberikan tanah kepada orang Tatar. Pemberian ini adalah pengakuan atas pengabdian setia mereka. Tatar mendukung Persemakmuran Polandia-Lithuania dalam pertempuran melawan Turki.

Namun, ini bukanlah masjid yang berdiri di sana saat ini. Struktur yang ada sekarang dibangun di lokasi aslinya. Bangunan ini berasal dari sekitar awal abad ke-19. Bangunan yang lebih baru menggantikan bangunan sebelumnya sepenuhnya.

2. Tidak diketahui siapa yang mendanai pembangunannya

potret mihrab dan mimbar di dalam Masjid Kruszyniany (commons.wikimedia.org/Fallaner)

Menentukan siapa yang mendanai pembangunan Masjid Kruszyniany adalah tantangan. Kemungkinan besar didukung oleh keluarga Krzeczowski, salah satu keluarga Tatar paling makmur di kawasan. Keterlibatan mereka dianggap paling mungkin. Catatan yang lebih dapat diandalkan baru muncul di tahun-tahun berikutnya.

Sebuah plakat di fondasi mencatat bahwa masjid diperbaiki pada tahun 1846. Renovasi tambahan dilakukan pada dekade-dekade berikutnya. Pengerjaannya dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya adalah untuk melestarikan tampilan asli bangunan.

3. Dibangun di atas fondasi batu dengan tata letak persegi panjang

potret menara Masjid Kruszyniany (commons.wikimedia.org/MOs810)

Masjid Kruszyniany berdiri di atas fondasi batu dengan tata letak persegi panjang yang sederhana. Mihrabnya, yang menandai arah Makkah, terletak di dinding selatan. Dua serambi ditempatkan di sisi utara dan barat. Desainnya mencerminkan ciri-ciri tradisional masjid Tatar awal.

Masjid memiliki atap tiga sisi yang tinggi. Sebuah menara kecil dengan kubah timah menjulang di atasnya. Adapun bagian luar yang terbuat dari kayu dicat hijau. Ukuran bangunan yang sederhana membuatnya tampak seperti gereja desa kecil atau kapel Ortodoks.

4. Diakui sebagai monumen bersejarah pada tahun 2012

potret Al-Qur'an di dalam Masjid Kruszyniany (commons.wikimedia.org/AnnaBanasiak)

Pada tahun 2012, Masjid Kruszyniany menerima pengakuan resmi sebagai monumen sejarah dengan judul "Bohoniki dan Kruszyniany – masjid dan mizar". Presiden Bronisław Komorowski menyetujui penetapannya. Ini mewakili tingkat pelestarian budaya tertinggi di Polandia. Selain itu, menjamin perlindungan yang kuat untuk warisan masjid.

Prangko peringatan yang diterbitkan oleh Pos Polandia pada tahun 2022 juga patut diperhatikan. Sebanyak 90.000 prangko diproduksi. Desainnya dibuat oleh Jaroslaw Ochendzan. Nilai nominalnya ditetapkan sebesar 3,6 zloty atau sekitar Rp16.597.

5. Panduan berkunjung ke Masjid Kruszyniany

potret bagian luar Masjid Kruszyniany (commons.wikimedia.org/Krzysztof Kundzicz)

Masjid Kruszyniany paling mudah dijangkau dengan mobil. Atlas Obscura menambahkan bahwa layanan bus harian dari Białystok juga tersedia. Namun, bus-bus ini tidak beroperasi sering. Pengunjung sebaiknya memeriksa jadwal terlebih dahulu.

Perwakilan komunitas biasanya hadir di siang hari untuk menyambut pengunjung. Tur dan penjelasan hanya ditawarkan dalam bahasa Polandia. Materi berbahasa Inggris yang tersedia terbatas. Ia dapat dibeli langsung di tempat.

Masjid Kruszyniany merupakan representasi kuat dari warisan Tatar Polandia. Sejarahnya yang kaya dan tradisi yang khas menunjukkan keragaman budaya daerah tersebut. Setiap detailnya menekankan nilai situs ini. Menjelajahi masjid memberikan wawasan tentang warisan multikultural Polandia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team