Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Nagrig, Kampung Halaman Mohamed Salah di Mesir
Nagrig (commons.wikimedia.org/Faris knight)

Nama Nagrig mungkin belum sepopuler Kairo, Alexandria, atau Luxor di Mesir. Namun desa yang berada di Provinsi Gharbia, wilayah Delta Sungai Nil ini mulai menarik perhatian wisatawan sejak dikenal sebagai kampung halaman pesepak bola Mohamed Salah. Lokasinya dikelilingi hamparan lahan pertanian yang subur sehingga menghadirkan wajah Mesir yang sangat berbeda dari bayangan gurun pasir dan piramida.

Meski tidak dipenuhi objek wisata monumental, daya tarik Nagrig justru terletak pada pengalaman menikmati pedesaan Mesir, kuliner tradisional, hingga budaya masyarakat yang masih terjaga. Berkunjung ke sini juga bisa dipadukan dengan eksplorasi berbagai destinasi di wilayah Gharbia yang kaya sejarah. Berikut beberapa hal menarik yang membuat Nagrig layak masuk dalam rencana perjalanan ke Mesir.

1. Menikmati lanskap hijau Delta Sungai Nil yang berbeda dari citra Mesir

Delta Sungai Nil (commons.wikimedia.org/Rémih)

Banyak wisatawan datang ke Mesir untuk melihat gurun dan piramida, padahal kawasan Delta Sungai Nil menawarkan panorama yang sama sekali berbeda. Nagrig berada di wilayah pertanian yang dipenuhi sawah, ladang gandum, kebun kapas, hingga tanaman semanggi yang menjadi pakan ternak. Sepanjang perjalanan menuju desa, pemandangan hijau membentang di kanan kiri jalan dengan saluran irigasi yang mengambil air dari Sungai Nil.

Suasana pedesaan semakin terasa dengan keberadaan kereta kuda, keledai, dan traktor yang masih digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Pada pagi hari, wisatawan dapat melihat petani mulai bekerja di ladang, sedangkan sore hari menjadi waktu terbaik menikmati langit berwarna keemasan yang memantul di area persawahan. Lanskap seperti ini menunjukkan bahwa Mesir tidak hanya identik dengan gurun, tetapi juga memiliki wilayah agraris yang menjadi lumbung pangan negara.

2. Menyusuri jejak Mohamed Salah di desa kelahirannya

Delta Sungai Nil (commons.wikimedia.org/Mustang Joe)

Daya tarik terbesar Nagrig tentu berasal dari Mohamed Salah yang lahir dan dibesarkan di desa ini. Banyak penggemar sepak bola datang untuk melihat langsung lingkungan tempat sang pemain menghabiskan masa kecil sebelum berkarier di Eropa. Jalan-jalan desa masih mempertahankan suasana sederhana sehingga pengunjung dapat membayangkan kehidupan Salah sebelum menjadi bintang dunia.

Beberapa titik yang sering dicari wisatawan antara lain pusat pelatihan sepak bola tempat Salah mulai berlatih, sekolah lamanya, mural bergambar dirinya, hingga berbagai fasilitas yang dibangun melalui yayasannya. Kehadiran Salah juga memberikan dampak besar bagi desa, mulai dari pembangunan sekolah, ambulans, pusat olahraga, hingga berbagai fasilitas sosial yang kini dimanfaatkan masyarakat setempat.

3. Mencicipi kuliner khas pedesaan Mesir yang masih autentik

ful medames (commons.wikimedia.org/Zachbe)

Wisata kuliner di Nagrig didominasi masakan rumahan yang menggunakan bahan hasil pertanian sekitar. Salah satu menu yang hampir selalu tersedia adalah ful medames, yaitu kacang fava yang dimasak perlahan dengan minyak zaitun, bawang putih, dan perasan lemon. Hidangan tersebut biasanya disantap bersama roti baladi yang baru dipanggang sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan segar.

Selain itu, wisatawan juga dapat mencoba taameya, falafel khas Mesir yang menggunakan kacang fava sebagai bahan utama, berbeda dengan falafel di negara Timur Tengah lain yang umumnya memakai kacang arab. Jika berkunjung ke pasar tradisional di sekitar Gharbia, tersedia pula berbagai keju lokal, kurma, madu, hingga sayuran segar hasil panen petani. Kuliner sederhana tersebut justru memperlihatkan cita rasa asli kehidupan pedesaan Mesir.

4. Berkunjung ke Kota Tanta yang kaya sejarah dan budaya

Ahmad al-Badawi Mosque (commons.wikimedia.org/Faris knight)

Sekitar satu jam perjalanan dari Nagrig terdapat Kota Tanta yang menjadi pusat pemerintahan Kegubernuran Gharbia. Kota ini dikenal sebagai destinasi wisata religi karena menjadi lokasi Masjid Sayyid Ahmad al-Badawi, salah satu tempat ziarah Islam terbesar di Mesir. Kompleks masjid selalu ramai dikunjungi peziarah maupun wisatawan yang ingin menikmati arsitektur khas Timur Tengah.

Tanta juga memiliki pasar tradisional yang menjual rempah-rempah, tekstil, kerajinan tangan, hingga makanan khas Mesir. Berjalan kaki di pusat kota memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat melihat kehidupan masyarakat lokal yang jauh dari kawasan wisata internasional. Banyak pelancong memilih menginap di Tanta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Nagrig karena pilihan akomodasi dan transportasinya lebih lengkap.

5. Merasakan keramahan masyarakat lokal yang masih kental

masyarakat Gharbia (commons.wikimedia.org/youssef_alam)

Hal yang paling membekas setelah mengunjungi Nagrig bukan hanya kampung halaman Mohamed Salah, melainkan keramahan penduduknya. Warga desa masih mempertahankan budaya saling mengenal sehingga suasana terasa hangat bagi tamu yang datang. Tidak jarang wisatawan diajak berbincang sambil menikmati teh atau kopi khas Mesir di kedai sederhana.

Jika datang pada hari pasar atau perayaan tertentu, pengunjung dapat melihat aktivitas masyarakat yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Anak-anak bermain sepak bola di lapangan desa, pedagang memenuhi pasar tradisional, sedangkan keluarga berkumpul di kafe lokal untuk menikmati teh dan menyaksikan pertandingan sepak bola. Pengalaman seperti ini membuat Nagrig terasa lebih hidup karena wisatawan dapat melihat langsung keseharian masyarakat Mesir yang jarang terekspos dalam paket wisata populer.

Nagrig memang bukan destinasi yang dipenuhi bangunan megah seperti Giza atau Luxor. Namun, desa kecil di Delta Sungai Nil ini menawarkan pengalaman berbeda melalui cantiknya pertanian yang hijau, kuliner tradisional, budaya masyarakat yang masih terjaga, hingga jejak perjalanan Mohamed Salah yang menginspirasi dunia. Jika ingin mengenal sisi Mesir yang lebih autentik dan jauh dari keramaian wisata utama, Nagrig layak dimasukkan ke dalam daftar destinasi perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article