Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Museum di Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dikunjungi

4 min read
5 Museum di Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dikunjungi
Museum Tanah dan Pertanian (commons.wikimedia.org/Medelam)
  • Lima museum dekat Stasiun Bogor menawarkan wisata edukasi yang mudah dijangkau transportasi umum untuk mengisi akhir pekan tanpa perlu perjalanan panjang.
  • Museum Zoologi, Museum Tanah dan Pertanian, serta Munasain menyajikan koleksi tentang fauna, perkembangan pertanian, sejarah alam, keanekaragaman hayati, dan kehidupan manusia Indonesia.
  • Museum Perjuangan Bogor dan Museum PETA menyimpan senjata, pakaian, diorama, serta artefak yang merekam perjuangan dan sejarah kemerdekaan Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menghabiskan waktu libur akhir pekan di Bogor kini semakin seru berkat akses kereta api yang langsung terhubung dengan pusat kota. Bagi pencinta sejarah atau yang ingin lebih tahu tentang Bogor, mengunjungi museum menjadi pilihan terbaik untuk mengisi waktu luang sambil menunggu jadwal kereta api.

Tak hanya menyuguhkan beberapa koleksi benda antik dan cerita masa lampau, kelima museum ini mudah dijangkau hanya dengan naik transportasi umum dalam waktu singkat. Kalau penasaran, berikut ini lima museum di dekat Stasiun Bogor yang wajib dikunjungi.

  1. 1. Museum Zoologi

    Museum Zoologi
    Museum Zoologi (commons.wikimedia.org/Andreas Christian)

    Berjarak 3,7 km dari Stasiun Bogor, Museum Zoologi menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi anak-anak. Tempat ini menyimpan lebih dari 900 spesimen hewan yang telah diawetkan.

    Terdapat beberapa jenis mamalia di sini, dari mamalia kecil hingga yang lebih besar, seperti spesimen berbagai jenis monyet dan karnivora. Selain itu, ada spesies reptil dan amfibi, serangga, ikan, moluska, dan krustasea yang ada di Indonesia.

    Lokasi: Jalan Ir. H. Juanda Nomor 9, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat.

    Jam operasional:

    • Senin hingga Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.
    • Sabtu dan Minggu pukul 07.00-16.00 WIB.

  2. 2. Museum Perjuangan Bogor

    Tempat yang sudah berdiri sejak 1879 ini digunakan sebagai kediaman seorang pengusaha Belanda bernama Wilhelm Gustaf Wissner. Mulai 1958, bangunannya berubah menjadi Museum Perjuangan Bogor yang memiliki 2 lantai, dilengkapi dengan ruang kantor dan musala.

    Ruangan utama museum ini menyimpan berbagai benda bersejarah, seperti senjata, lengkap dengan amunisi yang masih utuh dan corong bidik hasil rampasan dari tentara Belanda. Di dalam etalase, tersimpan pakaian yang pernah dipakai para pejuang, berbagai mata uang yang pernah berlaku di Bogor, hingga prasasti yang ditulis di atas batu marmer oleh eks siswa Tjoe Gakko Bogor.

    Lokasi: Jalan Merdeka Nomor 56, Kampung Parung Jambu, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat.

    Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

  3. 3. Museum Tanah dan Pertanian

    Museum Tanah dan Pertanian
    Museum Tanah dan Pertanian (commons.wikimedia.org/Medelam)

    Museum Pertanian diresmikan pada 22 April 2019. Lokasi museum ini tidak jauh dari Museum Tanah yang sudah dibangun sejak 5 Desember 2017. Tempat ini menjadi aset Barang Milik Negara yang dikelola oleh Satuan Kerja Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA).

    Lantai satu berisi pengetahuan pertanian dan sejarah di masa lampau, dari masa sebelum kolonial hingga masa kolonial. Sedangkan lantai dua memuat replika alat pertanian sejak Indonesia merdeka dan lantai tiga berisi replika peralatan pertanian yang digunakan saat ini dan masa mendatang, seperti drone yang berfungsi memudahkan petani dalam menyemprot sawah.

    Lokasi: Jalan Ir. H. Juanda Nomor 98, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat.

    Jam operasional:

    • Senin hingga Kamis pukul 09.00–15.00 WIB.
    • Sabtu dan Minggu pukul 09.00–12.00 WIB.

  4. 4. Museum PETA

    Museum PETA dibangun untuk mengenang Bogor sebagai kota Pembela Tanah Air (PETA). Bagian depan museum terdapat prasasti yang ditulis pada dinding marmer yang berbunyi "Bumi Pembela Tanah Air ini merupakan Kawah Candradimuka keprajuritan Indonesia, kami datang dan berkumpul di Bogor tidak saling mengenal, kami berpisah sebagai kawan seperjuangan untuk membela tanah air".

    Pengunjung akan disuguhkan beragam diorama yang menjabarkan sejarah dan perkembangan tentara PETA dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Terdapat koleksi pakaian dan berbagai jenis senjata yang pernah dipakai oleh tentara PETA.

    Di bagian belakang museum terdapat monumen berupa patung Daidancho Soedirman, yaitu pangkat kemiliteran buatan Jepang (setara dengan Komandan Batalyon). Di bagian lain, ada patung Supriyadi dengan gestur heroik, tangan kanan mengepal ke atas dan tangan kiri menggenggam samurai.

    Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman Nomor 35, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat.

    Jam operasional: Senin hingga Jumat pukul 08.00-14.30 WIB.

  5. 5. Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

    Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia
    Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (commons.wikimedia.org/mendelam)

    Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain) menyimpan koleksi dan penjelasan sejarah alam Indonesia terkait hubungan sumber daya alam hayati dengan etnografi di wilayah Indonesia. Tempat ini menjadi wisata edukasi bagi generasi muda dengan warisan nilai-nilai sejarah alam dan kehidupan manusia di Indonesia.

    Bagian lantai pertama menyuguhkan sejarah geologi, geografi, dan biogeografi Indonesia serta evolusi kehidupan manusia. Lantai dasar memaparkan pengetahuan dan kearifan lokal terkait tanaman, plasma nutfah, dan pengelolaan keanekaragaman hayati.

    Lokasi: Jalan Ir. H. Juanda Nomor 22–24, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat.

    Jam operasional: setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.

    Sekarang, kamu gak perlu lagi cuti panjang atau menyediakan bujet mahal untuk membuat liburan akhir pekan berkesan. Cukup luangkan satu hari, naik kereta ke Bogor dan kunjungi museum bersejarah untuk menyelami masa lalu dengan cara paling seru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More