Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deretan Museum di Madinah untuk Wisata Sejarah Islam
Potret suasana di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Berkunjung ke Madinah Al-Munawwarah tak hanya bisa mengunjungi Masjid Nabawi saja. Kota yang menjadi pusat peradaban Islam di masa Rasulullah SAW ini menyimpan banyak jejak sejarah yang menarik untuk dieksplorasi. Warisan sejarah peradaban Islam tersebut terjaga dengan sangat baik dan disajikan dengan konsep modern di berbagai museum.

Mengunjungi museum-museum di Madinah bukanlah sekadar aktivitas wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk menyelami lebih dalam perjuangan dakwah dan keagungan sejarah Islam, sejak zaman Rasulullah SAW hingga sekarang. Di sela-sela waktu ibadah haji, kamu bisa mampir ke sana untuk belajar banyak hal.

Di mana sajakah tempatnya? Berikut IDN Times bagikan rekomendasi museum di Madinah yang wajib masuk dalam daftar itinerary wisata religimu selama berhaji. Simak sampai habis, ya!

1. Hijaz Railway Museum

Potret Hijaz Railway Museum (visitsaudi.com)

Destinasi pertama adalah Hjjaz Railway Museum atau Al Madina Museum. Museum ini menempati bangunan bersejarah bekas stasiun kereta api jalur Hijaz yang dibangun pada masa Kekaisaran Ottoman.

Arsitekturnya yang klasik dan megah menjadi daya tarik tersendiri, membawa pengunjung kembali ke suasana awal abad ke-20. Di sini, sejarah Madinah ditampilkan dengan sangat jelas, mulai dari zaman pra-Islam, masa kenabian, hingga perkembangan Kota Madinah di era modern sekarang ini.

Di dalam area museum, kamu bisa menyaksikan koleksi artefak arkeologi, naskah kuno Al-Qur'an, hingga potongan kiswah Kakbah dari masa ke masa. Salah satu bagian yang paling menarik adalah pameran gerbong kereta api tua yang dulunya digunakan untuk mengangkut jemaah haji menuju ke Madinah. Area luar bangunan stasiun yang luas juga seringkali menjadi spot foto favorit wisatawan.

Hijaz Railway Museum terletak tak jauh dari Masjid Nabawi, sekitar 2,5 kilometer atau 30 menit berjalan kaki. Museum ini buka setiap hari pukul 09.00-22.00. Khusus hari Jumat, bukanya pukul 17.00-22.00. Tidak ada tiket masuk alias gratis mengunjunginya.

2. Dar Al Madinah Museum

Potret Dar Al Madinah Museum di Madinah (instagram.com/daralmadinah)

Selanjutnya, kamu wajib mengunjungi Dar Al Madinah Museum. Dibuka pada 2011, museum ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, warisan spiritual, dan kekayaan budaya Madinah.

Di dalamnya terdapat lebih dari 2.000 buah artefak, termasuk foto-foto langka, manuskrip, model skala, dan benda-benda arkeologi yang menghidupkan kembali sejarah masa lalu. Setiap pameran dikurasi dengan cermat untuk mencerminkan aspek penting dari sejarah Islam, terutama masa Rasulullah SAW di Madinah.

Periode yang ditampilkan di setiap ruang pameran pun beragam. Mulai dari penggambaran detail Kota Madinah pada masa Rasulullah SAW, menampilkan kontribusi para sahabat Rasulullah SAW, transformasi Madinah sepanjang era Islam, teks Al-Qur'an asli dan tulisan Islami artistik, hingga perjalanan kota ini hingga ke kancah global.

Dar Al Madinah Museum buka setiap hari, kecuali Jumat, dan jam bukanya tengah malam, yakni pukul 22.00–02.00. Harga tiket masuknya 25 Riyal untuk dewasa (sekitar Rp115 ribu), 15 Riyal (sekitar Rp69 ribu) untuk anak-anak dan remaja, serta anak-anak di bawah lima tahun gratis. Lokasinya berada di Safwan Ibn Malik Al Tamimi, Al Mabuth, Madinah, atau sekitar 9 km dari Masjid Nabawi.

3. Creation Story Museum

Potret Asy Safiyyah Museum and Park, Madinah (visitsaudi.com)

Creation Story Museum ini berlokasi di dua lantai bawah As Safiyyah Museum and Park. Jaraknya hanya 400 meter dari Masjid Nabawi, sehingga bisa dikunjungi setelah salat atau beribadah di sana. Museum ini dibangun dan dikembangkan Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah dengan tujuan menyajikan tentang penciptaan alam semesta dan perjalanan sejarah para nabi secara berurutan, dimulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.

Setiap ruangan didesain narasi dan visual canggih, sekaligus interaktif. Hal ini membuat wisatawan yang datang ke sana bisa memahaminya dengan baik. Museum ini buka hari Sabtu-Kamis pukul 07.30-24.00. Tiket masuknya gratis.

Selain museum, di kompleks ini juga terdapat The Cultural Park, sebuah area terbuka dengan hutan palem, fitur air, dan ruang tempat duduk yang menghadap fasilitas di sekitarnya. Selanjutnya, ada area komersial dan rekreasi yang menawarkan pilihan tempat makan dan gerai ritel.

4. International Exhibition and Museum of the Prophet's Biography and Islamic Civilization

Potret International Exhibition and Museum of the Prophet's Biography and Islamic Civilization di Madinah (visitsaudi.com)

Selain di Makkah, di Madinah juga ada International Exhibition and Museum of the Prophet's Biography and Islamic Civilization. Lokasinya sangat dekat Masjid Nabawi, tepatnya bagian selatan dan tak jauh dari Gate 20-22. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW secara komprehensif.

Museum ini menggunakan teknologi layar sentuh raksasa dan sinema 4D yang interaktif, sehingga pengunjung dari segala usia bisa memahami sejarah dengan cara yang menyenangkan. Rekonstruksi visual kota Madinah dan Makkah di zaman dahulu juga dipaparkan dengan sangat detail melalui maket digital.

Selain aspek teknologi, museum ini juga memamerkan berbagai replika benda-benda yang digunakan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Narasi yang disampaikan tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, yang memudahkan wisatawan menyerap setiap informasi yang disajikan.

Suasana di dalam museum didesain sangat tenang dan reflektif, memberikan ruang bagi pengunjung untuk meresapi setiap momen sejarah yang ditampilkan. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-22.30 pada hari Minggu-Kamis, Jumat pukul 13.00-22.30, dan Sabtu pukul 16.30-23.30. Harga tiket masuknya 40 Riyal atau sekitar Rp183 ribu untuk pengunjung di atas 7 tahun dan usia dewasa.

Menjelajahi museum-museum di Madinah bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga menambah pengetahuan dan pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci. Jadi, sisihkan waktu untuk mengunjungi salah satu dari rekomendasi di atas saat berhaji nanti, agar perjalanan religimu semakin bermakna dan tak terlupakan!

Editorial Team