Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara dan Transportasi dari Makkah ke Madinah

Cara dan Transportasi dari Makkah ke Madinah
Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Minggu (19/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila)

Bagi jemaah haji dan umrah, perjalanan dari Makkah ke Madinah merupakan momen yang berkesan, karena berpindah dari rumah Allah (Baitullah) menuju kota peristirahatan Rasulullah SAW. Perjalanan darat sejauh kurang lebih 450 kilometer ini melintasi hamparan padang pasir dan perbukitan batu yang menawarkan pemandangan khas Jazirah Arab.

Di tengah modernisasi Arab Saudi yang kian pesat, pilihan moda transportasi untuk rute ini pun semakin beragam, memberikan kenyamanan yang jauh berbeda dibandingkan masa-masa sebelumnya. Memahami opsi transportasi yang tepat sangat penting untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima, terutama setelah menyelesaikan rangkaian ibadah.

Kira-kira bagaimana dan apa saja pilihan transportasi dari Makkah ke Madinah? Simak informasi lengkapnya di bawah ini, yuk!

Table of Content

1. Bus

1. Bus

Potret bus antarkota SAPTCO
Potret bus antarkota SAPTCO (instagram.com/saptcosa)

Bus merupakan alternatif transportasi yang paling utama di kalangan jemaah haji maupun umrah. Bagi jemaah haji, biasanya sudah diatur penyelenggara. Begitu pula dengan jemaah umrah yang mendaftar di biro atau agen. Tinggal ikut arahan petugas, lalu naik bus yang sudah disewa untuk satu rombongan.

Sementara itu, jemaah umrah mandiri harus mencari bus sendiri. Tak perlu khawatir, karena ada beberapa pilihan bus yang akan mengantarkanmu dari Makkah ke Madinah. Salah satunya bus SAPTCO (Saudi Public Transport Company) yang dikelola pemerintah setempat.

Bus ini berangkat setiap satu jam sekali dari beberapa titik di Kota Makkah, seperti di dekat Masjidil Haram. Harganya sekitar 69-100 Riyal per orang atau sekitar Rp318 ribu-Rp461 ribu (tergantung kelas dan fasilitas bus). Waktu tempuh Makkah ke Madinah sekitar 5-6 jam, tergantung pada kondisi lalu lintas dan durasi istirahat di tempat peristirahatan (rest area).

Untuk pemesanan tiketnya, bisa langsung di titik naik atau secara online melalui aplikasi atau website. Penumpang wajib menyiapkan kartu identitas, seperti paspor, karena sering diminta saat pemesanan atau pengecekan. Pembayarannya sebagian besar dengan non-tunai, yakni kartu kredit atau debit yang memiliki fitur contactless.

2. Haramain High-Speed Railway

Potrer Haramain High-Speed Railway
Potrer Haramain High-Speed Railway (commons.wikimedia.org/FlyAkwa)

Haramain High Speed Railway saat ini menjadi primadona dan pilihan utama bagi jemaah yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan perjalanan dari Makkah ke Madinah. Kereta cepat ini mampu melaju hingga kecepatan 300 km/jam. Waktu tempuh Makkah ke Madinah yang biasanya memakan waktu berjam-jam, kini bisa dipangkas menjadi hanya sekitar 2 jam 20 menit saja.

Stasiun keberangkatan di Makkah terletak di distrik Al Rusaifah. Perjalanan dengan kereta ini menawarkan pemandangan gurun yang luas melalui jendela besar. Di dalamnya tersedia fasilitas kantin, toilet yang sangat bersih, serta tempat untuk meletakkan barang bawaan.

Kereta ini memiliki dua kelas pelayanan, yakni Kelas Ekonomi dan Kelas Bisnis, serta berangkat setiap satu jam sekali. Harga tiketnya mulai dari 129 Riyal atau sekitar Rp594 ribu sekali jalan dan bisa dibeli melalui aplikasi HHR Train.

3. Sewa taksi atau layanan transportasi online

Potret taksi
Potret taksi (pexels.com/Alimurat Üral)

Opsi terakhir bagi jemaah yang bepergian dalam kelompok kecil atau keluarga dan menginginkan fleksibilitas penuh adalah naik taksi atau transportasi online, seperti Uber, Bolt, dan Careem. Dengan demikian, jemaah bisa menentukan waktu keberangkatan kapan saja tanpa harus terikat jadwal transportasi publik.

Selain itu, jemaah juga bisa meminta pengemudi untuk berhenti di tempat-tempat tertentu di sepanjang jalan, seperti masjid, tempat makan, atau toko oleh-oleh. Biaya untuk layanan ini cukup bervariasi, mulai dari 450 hingga 600 Riyal atau sekitar Rp2 juta-Rp2,7 juta untuk satu unit mobil sedan atau minibus.

Harga ini juga tergantung pada kemampuan menawar dan jenis kendaraan yang dipilih. Jika menggunakan aplikasi transportasi online, harganya akan lebih pasti dan transparan.

Layanan ini sangat cocok bagi jemaah yang membawa banyak barang bawaan atau memiliki anggota keluarga lansia yang membutuhkan kenyamanan lebih, tanpa harus berpindah-pindah peron di stasiun. Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan jemaah, yaitu selalu gunakan layanan transportasi resmi dan menghindari tawaran sopir ilegal di pinggir jalan demi keamanan dokumen dan barang bawaan.

Nah, itu dia cara dan beberapa pilihan transportasi dari Makkah ke Madinah yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu selama di Tanah Suci. Selamat menunaikan ibadah umrah dan haji, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Related Articles

See More

Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali, Cuma sampai Ranu Kumbolo!

03 Mei 2026, 20:45 WIBTravel