potret lukisan Mona Lisa di Museum Louvre (dok. IDN Times/Ernia Karina)
Museum Louvre sebagian tetap dibuka untuk umum, meski tengah terjadi mogok kerja oleh pegawai. Namun, rute yang ada disederhanakan untuk memberi akses pada pengunjung ke beberapa karya paling ikonik, seperti dilansir dari The Travel.
Di antara karya unggulan yang diperkirakan tetap dipamerkan adalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, patung Yunani Kuno Venus de Milo, dan Winged Victory of Samothrace. Ketiganya jadi daya tarik utama bagi yang baru pertama kali datang ke Louvre.
Namun, galeri lain, terutama yang membutuhkan pengawasan intensif atau terkena dampak mogok kerja, kemungkinan ditutup dalam waktu singkat. Lebih lanjut, layanan pengunjung, seperti ruang penitipan barang, kafe, dan toko buku juga dioperasikan dengan jam kerja yang lebih sedikit.
Kenapa Museum Louvre sempat terlambat buka pada Senin, 5/1/2026? | Pembukaan Louvre tertunda sekitar 3 jam karena pegawai mengadakan pertemuan untuk memutuskan apakah aksi mogok kerja bergilir akan dilanjutkan. Setelah itu museum kembali menerima pengunjung, tetapi hanya sebagian area yang bisa diakses. Seperti dilansir dari Reuters. |
Apa penyebab utama mogok kerja pegawai Louvre? | Aksi mogok dipicu tuntutan terkait upah dan kondisi kerja, termasuk keluhan beban kerja yang dinilai berlebihan, kebutuhan penambahan tenaga kerja, serta pengelolaan yang dianggap belum optimal. Seperti dilansir dari Reuters. |
Kalau museum tetap buka, apa yang biasanya tetap bisa dilihat dan apa yang berpotensi ditutup? | Saat operasional berlangsung di tengah mogok, akses pengunjung cenderung disederhanakan agar karya-karya ikonik tetap dapat dikunjungi, sementara galeri yang membutuhkan pengawasan staf lebih intensif berpotensi ditutup sementara. Seperti dilansir dari AP. |
Selain mogok, masalah apa lagi yang sedang dihadapi Louvre belakangan ini? | Louvre juga disorot karena masalah keamanan dan infrastruktur. Pada Oktober 2025 terjadi pencurian besar perhiasan bernilai sekitar 102 juta dolar AS yang menimbulkan evaluasi serius soal sistem keamanan. Selain itu, pada Desember 2025 terjadi kebocoran air yang merusak ratusan buku di departemen barang antik Mesir dan menegaskan isu penuaan fasilitas serta kebutuhan perbaikan. Seperti dilansir dari Reuters. |