Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Peranakan Museum, Singapura
Potret Peranakan Museum, Singapura (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Jika kamu suka jalan-jalan sambil belajar sejarah, museum Peranakan bisa jadi destinasi yang menarik. Di balik bangunan klasiknya, tersimpan kisah panjang tentang percampuran budaya yang unik dan penuh makna. Rasanya seperti diajak menelusuri jejak masa lalu yang masih hidup hingga hari ini.

Museum peranakan di Asia Tenggara tidak hanya menampilkan benda kuno, tetapi juga cerita tentang identitas, tradisi, dan kehidupan sehari-hari. Mulai dari arsitektur hingga koleksi perhiasan, masing-masing memiliki nilai historis yang kuat.

Yuk, kita intip lima museum Peranakan yang sarat nilai sejarah dan wajib kamu tahu berikut ini!

1. Peranakan Museum, Singapura

Peranakan Museum di Singapura dikenal sebagai salah satu museum paling lengkap yang membahas budaya Peranakan. Museum ini menampilkan koleksi, mulai dari busana, perabot rumah, hingga keramik yang menggambarkan kehidupan masyarakat peranakan. Setiap sudutnya memberikan gambaran jelas tentang akulturasi budaya Tionghoa dan Melayu.

Selain koleksi tetap, museum ini juga rutin menghadirkan pameran tematik yang menarik. Pengunjung bisa memahami peran peranakan dalam sejarah Singapura melalui narasi yang interaktif. Tak heran jika museum ini menjadi rujukan utama untuk mengenal budaya Peranakan.

2. Baba and Nyonya Heritage Museum, Melaka

Potret Baba and Nyonya Heritage Museum, Melaka (commons.wikimedia.org/Azuladnan)

Museum ini terletak di rumah keluarga Peranakan yang masih terawat dengan sangat baik. Baba and Nyonya Heritage Museum menghadirkan suasana rumah peranakan seperti di masa lampau. Terdapat ruang tamu hingga dapur, semuanya ditata autentik dan penuh cerita.

Koleksi di museum ini menonjolkan gaya hidup kaum peranakan di Melaka. Pengunjung bisa melihat langsung perabot antik, pakaian tradisional, dan perhiasan khas nyonya. Setiap ruangan seakan mengajak kamu menyelami kehidupan keluarga peranakan tempo dulu.

3. Pinang Peranakan Mansion, Penang

Pinang Peranakan Mansion adalah salah satu ikon wisata budaya di Penang. Bangunan megah ini dulunya merupakan rumah seorang kapitan Tionghoa yang berpengaruh. Kini, mansion tersebut diubah menjadi museum yang memamerkan kemewahan budaya Peranakan.

Di dalamnya, terdapat ribuan koleksi antik yang mencerminkan kejayaan ekonomi dan sosial masyarakat Peranakan. Detail interiornya sangat kaya, dari ukiran kayu hingga lantai bermotif khasnya tampak begitu estetik. Museum ini cocok untuk kamu yang ingin melihat sisi elegan dari sejarah Peranakan.

4. Museum Benteng Heritage, Tangerang

Potret Museum Benteng Heritage, Tangerang (commons.wikimedia.org/Cun Cun)

Museum Benteng Heritage menjadi saksi sejarah komunitas Tionghoa peranakan di Indonesia. Museum ini berdiri di bangunan tua yang telah direstorasi dengan cermat. Lokasinya berada di kawasan Pecinan Pasar Lama yang sarat nilai historis.

Koleksi museum ini menampilkan perjalanan panjang etnis Tionghoa Benteng di Tangerang. Mulai dari alat rumah tangga hingga dokumentasi sejarah, semuanya disajikan cukup informatif. Museum ini memperlihatkan bagaimana budaya Peranakan tumbuh dan beradaptasi di Indonesia.

5. Phuket Thai Hua Museum, Thailand

Phuket Thai Hua Museum mengangkat kisah masyarakat Peranakan Tionghoa di Thailand Selatan. Museum ini berada di gedung bekas sekolah Tionghoa yang bergaya kolonial. Nuansa sejarah terasa kuat sejak pertama kali kamu masuk.

Pameran di museum ini menjelaskan peran penting komunitas Peranakan dalam perkembangan ekonomi Phuket. Informasi disajikan melalui foto, teks, dan instalasi visual yang menarik. Museum ini memberi perspektif baru tentang budaya Peranakan di luar Indonesia dan Malaysia.

Mengunjungi museum Peranakan seperti membuka lembaran sejarah yang penuh warna dan makna. Setiap kunjungan selalu menawarkan cerita baru yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, museum mana dulu yang ingin kamu masukkan ke daftar perjalanan berikutnya?

Editorial Team