Comscore Tracker

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa Indonesia

Mengunjungi Tugu Khatulistiwa dapat sertifikat lho #LokalIDN

Indonesia dijuluki Negeri Khatulistiwa karena salah satu kota di negara kita dilewati oleh garis khatulistiwa. Kota tersebut adalah Pontianak yang berada di provinsi Kalimantan Barat.

Kota Pontianak memiliki lokasi yang strategis yaitu berdekatan dengan Sarawak dan Brunei Darusalam, serta dapat diakses melalui jalur laut dan udara. Hal ini memudahkan baik wisatawan asing maupun lokal untuk mengunjungi Pontianak.

Lalu tempat-tempat mana sajakah yang wajib untuk dikunjungi saat berada di kota Pontianak? Yuk, dicatat informasinya.

 

1. Tugu Khatulistiwa

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/yusufhiro

Destinasi utama yang tidak boleh dilewatkan saat berada di Pontianak adalah mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Beralamat di jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Tugu Khatulistiwa adalah sebuah menara yang dibangun tahun 1928 oleh ahli geografi dari negara Belanda. 

Bangunan Tugu Khatulistiwa mengalami renovasi dan restorasi beberapa kali sebelum akhirnya diresmikan tanggal 21 September 1991 oleh Gubernur Kalimantan Barat bernama Parjoko Suryokusumo. 

Tugu Khatulistiwa beroperasi setiap hari dari jam 7:30 pagi hingga jam 9 malam. Wisatawan yang datang tidak dikenakan biaya masuk. Namun apabila ingin mendapatkan sertifikat bahwa telah mengunjungi Tugu Khatulistiwa, wisatawan akan dikenakan biaya sekitar Rp10.000,00. 

 

2. Rumah Betang Radakng

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/angela_trinuari

Rumah Radakng adalah rumah panjang khas Suku Dayak.  Rumah ini memiliki panjang 138 meter dan tinggi 7 meter.

Terletak di dalam perkampungan budaya di jalan Sutan Syahrir Kota Baru, Rumah Radakng diresmikan tahun 2013 sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan dan adat istiadat Kalimantan Barat.  Rumah Radakng buka setiap hari dari jam 7 pagi hingga 6 malam. 

 

3. Taman Alun-Alun di Sungai Kapuas

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/saefullah_14

Selain mengunjungi bangunan bersejarah, kota Pontianak juga menawarkan aktivitas outdoor yang murah meriah. Salah satunya yaitu Taman Alun-Alun Kapuas di daerah Sungai Kapuas.

Waktu yang ideal untuk mengunjungi Taman Alun-Alun adalah menjelang matahari terbenam dan malam hari. Pemandangan di sekitar ini selain bagus untuk dijadikan tempat foto juga cocok untuk jalan santai bersama teman dan keluarga.

 

4. Keraton Kadriah

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/lollyqueen__

Keraton Kadriah adalah bangunan bersejarah di Pontianak peninggalan kesultanan Melayu. Keraton Kadriah beralamat di jalan Tj. Raya 1, Dalam Bugis, yang didirikan di persimpangan Sungai Kapuas, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak . Keraton ini dibangun oleh Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri.

Dinding Keraton Kadriah dilapisi dengan warna kuning keemasan yang membuat nuansa keraton menjadi unik dan cantik. Wisatawan yang hendak berkunjung ke sini tidak dipungut tiket masuk, namun dianjurkan datang di pagi hari karena akses ke keraton ditutup jam 5 sore.

 

Baca Juga: 9 Potret Menyusuri Tepian Sungai Kapuas di Pontianak, Bikin Adem!

5. Masjid Raya Mujahidin

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/andriyani_andrea

Masjid Raya Mujahidin yang terletak di jalan Ahmad Yani merupakan salah satu masjid terbesar di kota Pontianak. Masjid Mujahidin pernah direnovasi tahun 2011 dan kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tanggal 20 Januari 2015.

Arsitektur di dalam Masjid Mujahidin ini sangat elegan dan konon dapat menampung kurang lebih 9000 jemaah.

 

6. Gereja Katedral Santo Yosef

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/emvesetyowati

Kota Pontianak juga memiliki bangunan megah berupa gereja yaitu Gereja Katedral Santo Yosef yang berada di jalan Pattimura Indah. Gereja Katedral ini didirikan tahun 1908 oleh Prefek Apostolik Dutch Borneo Mgr.Pacificus Bos, OFMCap. Renovasi kemudian dilakukan di Gereja Katedral Santo Yosef dari tahun 2011 hingga tahun 2014.

Desain di dalam gereja ini menggunakan perpaduan budaya Dayak dan budaya Eropa. Tidak heran jika gereja ini terlihat cantik dari luar maupun di dalam.

 

7. Pusat Oleh-Oleh (PSP) Pontianak

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/yoesdianto

Liburan tentunya kurang lengkap kalau belum mengunjungi pusat oleh-oleh. Di jalan Patimura terdapat pusat oleh-oleh yang menjual makanan kecil dan cendera mata khas Pontianak.

Makanan kecil yang terkenal di Pontianak antara lain sirup sengkit, cokelat cempon, keripik pisang segedong, dan dodol lidah buaya. Kawasan ini buka setiap hari dari jam 8 pagi hingga jam 6 malam. 

 

8. Aloe Vera Center

8 Destinasi Wisata di Pontianak, Kota Khatulistiwa IndonesiaInstagram.com/albertlinardi09

Aloe Vera Center adalah sebuah agrowisata yang terletak di jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, kurang lebih 8.5 km dari pusat kota.  Di tempat ini pengunjung dapat melihat pembudidayaan tanaman aloe vera termasuk proses pengolahan menjadi minuman, makanan berupa dodol, jelly, dan cokelat, sekaligus produk kecantikan. 

Aloe Vera Center beroperasi setiap hari dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Estimasi harga tiket masuk adalah Rp5.000,00 per orang. 

Itulah tempat-tempat yang jangan sampai terlewatkan saat berkunjung ke Pontianak. Mulai dari bangunan bersejarah hingga agrowisata semuanya ada di kota Pontianak.

Selain itu, jangan lupa untuk mematuhi protokol kesehatan saat berwisata atau berada di tempat umum. Kenakan masker, rajin mencuci tangan, hindari kerumunan, dan menjaga jarak minimum 2 meter. 

Baca Juga: Menggugah Selera, 5 Makanan Khas Pontianak yang Cocok untuk Buka Puasa

MW S Photo Verified Writer MW S

"Less is More" Ludwig Mies Van der Rohe. I post pictures of travel destinations and random things on Instagram @1001diarycollections.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya