Jakarta, IDN Times - Sejak masa kolonial, Jakarta sudah menjadi tempat pertemuan segala etnis. Bukan hanya Jawa, Betawi, Tionghoa, dan Eropa, orang-orang Flores juga termasuk kalangan yang meneruskan hidupnya di tempat yang masih bernama Batavia itu.
Pada abad ke-17, Batavia tumbuh menjadi pusat perdagangan. Seiring dengan pesatnya perdagangan, muncul pula fenomena perbudakan. Sebagian orang-orang Flores, terutama dari wilayah Manggarai, Flores Barat, dijadikan budak belian. Mereka didatangkan pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Batavia bersama orang-orang dari Sulawesi, Bali, hingga India. Kedatangan mereka untuk dipekerjakan secara paksa dalam pembangunan berbagai infrastruktur penting seperti jalan, benteng, rumah pejabat, hingga saluran air.
Berawal dari hal itu, pertumbuhan orang Flores di ibu kota Jakarta kian kuat. Tak lagi menjadi budak belian sejak munculnya komunitas kaum Mardijker (budak yang dimerdekakan dengan memeluk agama Kristen), beberapa tokoh dan kenangannya turut berperan dalam kemerdekan dan kemajuan bangsa Indonesia. Lewat Jakarta Green Tour: Jejak Flores di Mama Kota pada Sabtu (10/10/2026) yang diawali dari Unika (Universitas Katolik) Atma Jaya, kita bisa menapaki satu per satu keberadaannya meski jauh secara geografis.
Jakarta Green Tour: Jejak Flores di Mama Kota sendiri adalah rangkaian perjalanan menuju Camino de Flores, sebuah ekspedisi berjalan kaki sejauh 70 km yang akan dilakukan oleh Mari Elka Pangestu (ekonom dan Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral) dalam perayaan usia 70 tahunnya pada 23 Oktober 2026 mendatang. Lebih dari perjalanan, Camino de Flores adalah perjalanan spiritual sekaligus upaya pemulihan setelah bencana gempa pada Agustus lalu. Masyarakat umum juga dapat berpartisipasi dalam donasi di laman kitabisa.com/campaign/forflores70km/story.
"Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan berhasil karena kita berencana untuk berjalan 70 km di Flores dan galang dana. Kita bekerjasama dengan Kitabisa, crowd funding platform. Dana itu akan digunakan untuk membantu Flores bangkit plus tujuan awal dari Camino de Flores adalah untuk menciptakan travel pattern yang baru, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata," ujar Mari.
Lalu, di spot mana sajakah kita bisa menapak tilas Flores di ibu kota? Berikut ulasannya.
