Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Pantheon
potret Pantheon (commons.wikimedia.org/Rabax63)

Pantheon adalah salah satu bangunan kuno paling ikonik di Roma yang wajib masuk daftar itinerary-mu. Kuil Romawi berusia lebih dari 2.000 tahun ini terkenal dengan kubah besarnya yang punya lubang di tengah, disebut oculus, yang jadi satu-satunya sumber cahaya alami. Arsitekturnya yang megah dan sejarahnya yang panjang bikin Pantheon jadi magnet buat wisatawan dari seluruh dunia. Bahkan hingga sekarang, bangunan ini masih dipakai sebagai gereja Katolik.

Buat kamu yang merencanakan perjalanan ke Roma, penting banget tahu info lengkap soal Pantheon agar kunjunganmu lebih lancar. Berikut informasi detail tentang lokasi, harga tiket masuk terbaru, jam operasional, dan beberapa tips berguna supaya pengalamanmu di sana jadi lebih maksimal!

1. Lokasi dan rute menuju ke Pantheon

potret Pantheon (commons.wikimedia.org/NikonZ7II)

Pantheon bertempat di Piazza della Rotonda, sebuah kawasan pusat sejarah Roma yang selalu hidup dan ramai oleh pejalan kaki. Lokasinya sangat strategis karena berada dalam jangkauan jalan kaki singkat dari destinasi populer lain seperti Piazza Navona dan Air Mancur Trevi. Kamu dapat menikmati suasana gang-gang kecil khas Italia saat berjalan menuju situs ini dari arah mana pun di pusat kota.

Bagi pengguna transportasi umum, bus menjadi pilihan paling praktis dengan berhenti di halte Largo di Torre Argentina yang hanya berjarak sekitar lima menit berjalan kaki. Jika kamu lebih nyaman menggunakan kereta bawah tanah (Metro), silakan turun di Stasiun Barberini (Jalur A). Dari stasiun tersebut, kamu perlu berjalan kaki sekitar sepuluh hingga 15 menit melewati pertokoan dan kafe estetik sebelum mencapai bangunan berkubah raksasa tersebut.

2. Jam operasional dan harga tiket masuk terbaru Pantheon

potret Pantheon (commons.wikimedia.org/NikonZ7II)

Sejak pertengahan tahun 2023, akses masuk ke Pantheon tidak lagi cuma-cuma bagi wisatawan mancanegara. Harga tiket masuk standar saat ini dipatok sebesar €5 per orang, sementara bagi warga negara Uni Eropa berusia 18 hingga 25 tahun dikenakan tarif reduksi sebesar €3. Bagi pengunjung berusia di bawah 18 tahun dan penduduk asli Roma, akses masuk tetap tersedia secara gratis dengan menunjukkan identitas resmi.

Jam operasional kunjungan dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat, dengan batas masuk terakhir pada pukul 18.45. Perlu dicatat bahwa jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu jika terdapat acara keagamaan atau misa, mengingat fungsi bangunan ini sebagai Basilika Santa Maria ad Martyres. Sangat disarankan untuk memesan tiket secara daring melalui situs resmi guna menghindari antrean panjang yang sering kali mengular di depan pintu masuk.

3. Aktivitas seru yang bisa kamu lakukan selama di Pantheon

potret Pantheon (commons.wikimedia.org/Roberta Dragan)

Aktivitas utama yang paling dinantikan adalah mengamati oculus, sebuah lubang terbuka berdiameter sembilan meter di puncak kubah yang menjadi satu-satunya sumber cahaya alami. Fenomena jatuhnya sinar matahari yang bergeser mengikuti waktu memberikan efek dramatis pada interior bangunan yang sangat luas. Jika kamu datang saat hujan, melihat air jatuh melalui lubang tersebut ke lantai marmer yang memiliki sistem drainase kuno menjadi pemandangan yang sangat langka.

Selain mengagumi arsitektur, kamu dapat berziarah ke makam-makam tokoh besar dunia yang disemayamkan di dalam dinding tebal bangunan ini. Salah satu yang paling terkenal adalah makam pelukis Renaisans tersohor, Raphael Sanzio, serta makam raja-raja Italia seperti Vittorio Emanuele II dan Umberto I. Membaca sejarah melalui prasasti di setiap sudut ruangan akan memberikan pemahaman mendalam mengenai transisi fungsi bangunan ini dari kuil pagan menjadi gereja katolik.

4. Tips wisata yang aman dan nyaman selama di Pantheon

potret Pantheon (commons.wikimedia.org/Fred Romero)

Mengingat statusnya sebagai gereja yang aktif, kamu wajib mematuhi aturan berpakaian yang sopan untuk dapat masuk ke dalam area. Pastikan pundak dan lutut tertutup rapat, serta hindari penggunaan pakaian yang terlalu terbuka atau transparan. Petugas keamanan di gerbang depan sangat ketat dalam melakukan pemeriksaan dan tidak segan untuk menolak pengunjung yang tidak memenuhi kriteria etika berpakaian tersebut.

Kewaspadaan terhadap barang bawaan juga menjadi prioritas utama saat berada di area luar maupun dalam Pantheon. Kerumunan orang di Piazza della Rotonda sering kali menjadi sasaran empuk bagi pelaku kriminalitas kecil seperti pencopet. Letakkan tas di posisi depan tubuh dan hindari meletakkan ponsel atau dompet di saku belakang celana agar perjalanan kamu tetap tenang tanpa kendala kehilangan barang berharga.

5. Spot foto terbaik yang bisa kamu abadikan di Pantheon

potret Pantheon (commons.wikimedia.org/Wilfredor)

Sudut pandang terbaik untuk menangkap kemegahan eksterior adalah dari sisi Air Mancur Pantheon (Fontana del Pantheon) yang berada tepat di tengah alun-alun. Dari titik ini, kamu bisa mendapatkan komposisi foto yang lengkap antara obelisk Mesir, pancuran air, dan fasad bangunan dengan tiang-tiang granit raksasa. Gunakan lensa sudut lebar (wide angle) agar seluruh struktur bangunan yang masif dapat masuk ke dalam bingkai foto kamu secara sempurna.

Untuk pengambilan gambar di area dalam, arahkan kamera ke atas untuk menangkap geometri kubah yang simetris dengan cahaya matahari yang masuk melalui oculus. Selain itu, berfoto di antara pilar-pilar koridor depan memberikan kesan skala bangunan yang sangat besar dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia. Pastikan kamu tidak menggunakan lampu kilat (flash) saat memotret di dalam ruangan agar tidak mengganggu pengunjung lain yang sedang beribadah atau menikmati ketenangan suasana.

Pantheon adalah salah satu destinasi wajib saat kamu berkunjung ke Roma. Dengan informasi lokasi, harga tiket, dan tips di atas, perjalananmu pasti lebih lancar. Datang pagi hari untuk menghindari kerumunan dan jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan arsitektur menakjubkan bangunan berusia ribuan tahun ini. Selamat berkunjung, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team