Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Per Oktober 2026, Thailand Luncurkan Aplikasi THIM untuk Percepat Proses Imigrasi
potret Wat Arun Temple, Bangkok (unsplash.com/Anantachai Saothong)

Thailand terus meningkatkan sistem pelayanan mereka untuk menciptakan pengalaman imigrasi yang cepat, aman, dan mudah bagi wisatawan mancanegara. Baru-baru ini, Negeri Gajah Putih tersebut membuat Thailand Digital Arrival Card (TDAC) lebih praktis, nih.

Dilansir dari Bangkok Post, Thailand bersiap untuk meluncurkan Thailand Immigration Management System atau yang disingkat THIM mulai 1 Oktober 2026. Dalam aplikasi itu, profil pengguna akan disimpan sehingga pengisian arrival card semakin sat-set.

1. Thailand luncurkan aplikasi THIM untuk percepat proses imigrasi

ilustrasi di bandara (pixabay.com/JoshuaWoroniecki)

Dilansir dari Bangkok Post, Amazon Web Services (AWS), Digital Identity Co Ltd, dan Biro Imigrasi Thailand telah bermitra untuk mengembangkan Thailand Immigration Management System (THIM), platform web sekaligus seluler pertama di negara tersebut untuk sektor ini. Aplikasi itu dirancang untuk memodernisasi layanan imigrasi bagi Thailand, yang menerima sekitar 30 juta wisatawan mancanegara setiap tahunnya dengan Bangkok menduduki peringkat kota yang paling banyak dikunjungi di dunia berdasarkan data kedatangan internasional pada 2025.

Thailand Immigration Management System (THIM) dijadwalkan untuk diluncurkan pada 1 Oktober 2026, dikembangkan oleh Digital Identity Co Ltd dengan memanfaatkan layanan cloud Amazon Web Services (AWS). Biro Imigrasi Thailand mengklaim Thailand Immigration Management System (THIM) akan menjadi "aplikasi super" bagi wisatawan mencanegara yang pelesir ke Thailand, mengurangi urusan administrasi bagi ekspatriat dan pekerja jangka panjang sekaligus membuka jalan untuk jalur bandara otomatis.

"Thailand Immigration Management System (THIM) memposisikan Thailand di garis terdepan transformasi imigrasi digital Asia Tenggara melalui platform seluler nasional," kata Pol Maj Gen Pratya Prasarnsuk, wakil komisaris Biro Imigrasi Thailand saat AWS Summit Bangkok 2026 pada Kamis (28/5/2026).

2. Pengisian TDAC jadi lebih praktis setiap kali berkunjung ke Thailand

ilustrasi mengisi Thailand Digital Arrival Card (unsplash.com/Jonas Leupe)

Sebelumnya, Biro Imigrasi Thailand bergantung pada slip biru manual dan entri data yang dialihdayakan. Kemudian di tahun lalu, mereka memperkenalkan Thailand Digital Arrival Card (TDAC) berbasis web yang memproses lebih dari 10 juta wisatawan mancanegara. Namun, banyak pelancong tetap mengeluhkan bahwa mereka harus mengisi ulang sekitar 20 kolom data yang sama dari awal setiap kali berkunjung ke Negeri Gajah Putih itu.

Dengan Thailand Immigration Management System (THIM), wisatawan mancanegara hanya perlu mengisi profil lengkap sekali saja. Pada kunjungan berikutnya, mereka cuma harus memperbarui beberapa detail, seperti nomor penerbangan dan tanggal kepulangan. Karena itu, Biro Imigrasi Thailand mengatakan bahwa proses ini dapat mengurangi waktu penyelesaian Thailand Digital Arrival Card (TDAC) menjadi sekitar tiga menit.

Thailand Immigration Management System (THIM) yang mendukung bahasa Inggris, Rusia, Jepang, dan Mandarin dengan rencana diperluas ke 15 bahasa, sekarang tersedia untuk unduhan uji coba dan menggunakan proses Know Your Customer (KYC) untuk memverifikasi informasi pengguna dengan detail paspor. Dengan adanya aplikasi tersebut, wisatawan asing tidak perlu menunjukkan QR Code di loket imigrasi. Data mereka akan disinkronkan langsung dengan sistem biro, memungkinkan petugas untuk mengkonfirmasi formulir digital yang telah diisi saat memindai paspor fisik.

3. Thailand pastikan data di THIM aman dan janjikan berbagai layanan pendukung

ilustrasi wisatawan asing yang pelesir ke Thailand (unsplash.com/Evan Krause)

Ke depannya, Brio Imigrasi Thailand ingin Thailand Immigration Management System (THIM) menjadi platform digital komprehensif bagi semua warga negara asing yang tinggal di Thailand. Aplikasi tersebut dirancang untuk mencakup pemesanan janji temu, layanan perpanjangan elektronik, pengajuan dokumen daring sebelumnya, permohonan perubahan status, hingga penerbitan dokumen sertifikasi terkait transaksi.

Bagi ekspatriat, Thailand Immigration Management System (THIM) dapat mendukung pelaporan wajib 90 hari dan permintaan dokumen elektronik resmi sehingga mengurangi kunjungan ke kantor imigrasi provinsi. Sementara pemegang visa jangka panjang, termasuk mereka yang berada di bawah Badan Investasi atau berstatus diplomatik, akan dapat mengakses saluran bandara otomatis melalui teknologi pengenalan wajah yang membandingkan foto seluler secara real-time dengan data identitas yang tersimpan dalam chip paspor.

Vatsun Thirapatarapong, Country Manager AWS Thailand mengatakan pemerintah di seluruh Asia Tenggara semakin memandang infrastruktur digital sebagai "pendukung strategis daya saing nasional dan kepercayaan warga." Tentunya, faktor penting bagi sektor publik adalah menjaga agar informasi identitas pribadi tetap berada di dalam negeri. AWS menggunakan pendekatan "kedaulatan berdasarkan desain" yang memastikan semua data tetap berada di Thailand dan dikelola serta dikendalikan secara ketat di bawah yurisdiksi Thailand.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article