ilustrasi mengisi Thailand Digital Arrival Card (unsplash.com/Jonas Leupe)
Sebelumnya, Biro Imigrasi Thailand bergantung pada slip biru manual dan entri data yang dialihdayakan. Kemudian di tahun lalu, mereka memperkenalkan Thailand Digital Arrival Card (TDAC) berbasis web yang memproses lebih dari 10 juta wisatawan mancanegara. Namun, banyak pelancong tetap mengeluhkan bahwa mereka harus mengisi ulang sekitar 20 kolom data yang sama dari awal setiap kali berkunjung ke Negeri Gajah Putih itu.
Dengan Thailand Immigration Management System (THIM), wisatawan mancanegara hanya perlu mengisi profil lengkap sekali saja. Pada kunjungan berikutnya, mereka cuma harus memperbarui beberapa detail, seperti nomor penerbangan dan tanggal kepulangan. Karena itu, Biro Imigrasi Thailand mengatakan bahwa proses ini dapat mengurangi waktu penyelesaian Thailand Digital Arrival Card (TDAC) menjadi sekitar tiga menit.
Thailand Immigration Management System (THIM) yang mendukung bahasa Inggris, Rusia, Jepang, dan Mandarin dengan rencana diperluas ke 15 bahasa, sekarang tersedia untuk unduhan uji coba dan menggunakan proses Know Your Customer (KYC) untuk memverifikasi informasi pengguna dengan detail paspor. Dengan adanya aplikasi tersebut, wisatawan asing tidak perlu menunjukkan QR Code di loket imigrasi. Data mereka akan disinkronkan langsung dengan sistem biro, memungkinkan petugas untuk mengkonfirmasi formulir digital yang telah diisi saat memindai paspor fisik.