Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Perbedaan Budaya Musim Semi di Jepang dan Korsel yang Perlu Kamu Tahu
Potret musim semi di Jepang (pexels.com/Rafael Hideki Tamanaha)
  • Jepang merayakan musim semi dengan hanami yang tenang dan penuh kebersamaan, sedangkan Korea Selatan menggelar festival bunga meriah dengan musik serta kuliner khas.
  • Bunga sakura menjadi ikon utama Jepang, sementara Korea Selatan menampilkan variasi warna cerah dari forsythia dan azalea yang membuat suasana lebih hidup.
  • Masyarakat Jepang menikmati momen secara reflektif tanpa banyak dokumentasi, berbeda dengan warga Korea Selatan yang gemar berfoto di spot estetik selama festival berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim semi selalu identik dengan bunga bermekaran, udara sejuk, dan suasana yang romantis. Jika kamu pencinta budaya Asia, pasti sudah tidak asing dengan keindahan musim semi di Jepang dan Korea Selatan. Namun, tahukah kamu, bahwa di balik keindahan tersebut, ada perbedaan budaya yang cukup menarik untuk dibahas?

Banyak orang mengira suasana musim semi di kedua negara ini sama saja, padahal ada banyak hal unik yang membedakannya. Mulai dari cara menikmati bunga hingga tradisi yang dilakukan masyarakat setempat, masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri.

Yuk, kita bahas satu per satu perbedaan musim semi di Jepang dan Korea Selatan, agar kamu dapat menentukan pilihan liburan yang paling cocok untukmu!

1. Tradisi menikmati bunga

Di Jepang, musim semi identik dengan tradisi hanami, yakni menikmati keindahan bunga sakura bersama keluarga atau teman. Orang-orang biasanya berkumpul di taman, membawa bekal, dan duduk santai di bawah pohon sakura yang bermekaran. Suasana ini terasa hangat, santai, dan penuh kebersamaan.

Sementara itu, di Korea Selatan, musim semi lebih sering dirayakan dengan festival bunga yang terorganisir. Banyak kota menggelar event khusus dengan berbagai atraksi, seperti pertunjukan musik dan festival kuliner. Jadi, suasananya cenderung lebih ramai dan meriah dibandingkan hanami di Jepang.

2. Jenis bunga yang jadi ikon

Potret musim semi di Korea (commons.wikimedia.org/Ken Eckert)

Jepang sangat identik dengan bunga sakura yang menjadi simbol keindahan, sekaligus kefanaan hidup. Mekarnya sakura selalu ditunggu-tunggu, karena hanya berlangsung dalam waktu singkat. Hal ini membuat momen musim semi terasa lebih spesial dan berharga.

Di Korea Selatan, selain sakura, bunga seperti forsythia dan azalea juga menjadi ikon musim semi. Warna kuning dan pink cerah membuat suasana terasa lebih hidup dan berwarna. Jadi, pemandangan musim semi di Korea Selatan tampak lebih beragam dibandingkan Jepang yang fokus pada sakura.

3. Nuansa acara: tenang vs meriah

Budaya musim semi di Jepang cenderung lebih tenang dan reflektif. Banyak orang menikmati waktu dengan santai, berbincang ringan, atau sekadar menikmati keindahan alam tanpa banyak gangguan. Hal ini mencerminkan budaya Jepang yang menghargai ketenangan dan momen sederhana.

Sebaliknya, Korea Selatan menghadirkan suasana yang lebih meriah dan energik. Festival musim semi sering dipenuhi dengan musik, makanan, dan aktivitas seru yang melibatkan banyak orang. Hal ini menunjukkan sisi budaya Korea Selatan yang lebih ekspresif dan penuh semangat.

4. Gaya piknik dan kuliner musim semi

Potret hanami di Jepang (commons.wikimedia.org/AthenaGabo)

Saat hanami di Jepang, masyarakat biasanya membawa bekal sederhana, seperti bento, onigiri, dan teh. Makanan disiapkan dengan rapi dan dinikmati bersama di bawah pohon sakura. Pengalaman ini terasa lebih intim dan penuh makna.

Di Korea Selatan, makanan musim semi lebih sering dijual di area festival. Kamu bisa menjumpai berbagai street food enak, seperti tteokbokki, hotteok, hingga minuman segar. Jadi, pengalaman kulinernya lebih praktis dan cocok untuk dinikmati sambil berjalan-jalan.

5. Cara mengabadikan momen

Di Jepang, orang cenderung menikmati momen dengan lebih fokus pada pengalaman langsung. Meski tetap mengambil foto, banyak yang memilih untuk benar-benar menikmati suasana tanpa terlalu sibuk dengan kamera. Hal ini membuat pengalaman terasa lebih mendalam.

Sementara itu, di Korea Selatan, mengabadikan momen menjadi bagian penting dari budaya musim semi. Banyak spot foto estetik disediakan di festival untuk menarik pengunjung. Tidak heran jika media sosial dipenuhi foto-foto cantik saat musim semi tiba di Korea.

Setiap negara punya caranya masing-masing yang unik untuk merayakan musim semi, dan di situlah letak pesonanya. Jadi, kamu lebih tertarik menikmati suasana yang tenang versi Jepang atau meriah seperti di Korea Selatan, nih?

Editorial Team