5 Kota di Jepang dengan Pemandangan Musim Semi Terbaik

- Departemen Riset NEWT merilis daftar lima kota Jepang dengan pemandangan musim semi terbaik berdasarkan kualitas, daya tarik wisata, kuliner, dan nilai budaya.
- Kota Fujiyoshida menempati peringkat pertama berkat panorama Gunung Fuji di Taman Arakurayama Sengen serta upaya menjaga keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian lingkungan.
- Miyazu, Hirosaki, Asahi, dan Yoshino turut masuk daftar karena keindahan alam khas masing-masing serta kekayaan kuliner musiman yang memperkuat pesona musim semi Jepang.
Apa yang kamu bayangkan tentang musim semi di Jepang? Bunga bermekaran, langit cerah hampir sepanjang hari, dan udara sejuk. Suasana tersebut memang cocok untuk bersantai sambil menikmati pemandangan.
Baru-baru ini, Departemen Riset NEWT, yang dikelola oleh Reiwa Travel Co., Ltd., merilis daftar kota di Jepang dengan pemandangan musim semi terbaik. Penilaiannya itu didasarkan pada sejumlah aspek yang meliputi kualitas keseluruhan, pemandangan, daya tarik kuliner, pengalaman wisata, dan nilai budaya. Hasilnya kemudian dikurasi oleh para profesional di bidang pariwisata.
1. Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi

Kota Fujiyoshida menjadi pemenang dengan total 97 poin. Hampir semua aspek mendapatkan 20 poin, kecuali kualitas keseluruhan 19 poin dan pengalaman wisata 18 poin. Pemerintah kota tersebut punya Divisi Gunung Fuji, didirikan pada 2001, yang berfokus pada keseimbangan antara pelayanan wisatawan dari seluruh dunia dengan pelestarian lingkungan.
Taman Arakurayama Sengen menjadi ikon wisatanya, berupa pemandangan Gunung Fuji dan pagoda lima lantai (Chureito). Semakin lengkap dengan bunga sakura saat musim semi. Bukan sekadar pemandangan, tetapi juga mendapat kepuasan tertinggi karena tetap melindungi nilai budaya dan lingkungan.
Musim semi di Jepang bukan hanya soal pemandangan, tapi juga kuliner. Kota Fujiyoshida punya cita rasa musim semi seperti Yoshida udon. Sering dikatakan bahwa orang yang pertama mencicipinya akan terkejut dengan kekenyalan dan ketebalan mi udonnya, kadang dianggap kurang matang.
Kaldunya berupa campuran miso dan kecap asin, lalu disajikan dengan kol rebus sebagai topping. Biasanya tersedia biji wijen, lada Sichuan, dan cabai sebagai condiment. Kamu bisa menyantapnya dengan tingkat kepedasan sesuai selera.
2. Miyazu, Prefektur Kyoto

Sisi lain Kyoto yang lebih tenang dengan pemandangan menakjubkan dapat kamu jumpai di Kota Miyazu. Kota ini terkenal dengan Amanohashidate, salah satu dari tiga pemandangan terindah di Jepang. Saat musim semi menawarkan harmoni antara pasir putih, pohon pinus, dan bunga sakura.
Amanohashidate merupakan lidah pasir yang memisahkan Teluk Miyazu dan Laut Aso. Panjangnya mencapai 3,6 km yang dapat dilihat dari pegunungan di kedua ujung teluk. Jika ingin lebih dekat, dapat dikelilingi dengan jalan kaki maupun bersepeda, maka akan menjumpai kuil, playground, dan dek observasi di antara hutan pinus.
Ketika musim semi, hasil laut di Miyazu akan melimpah. Selain menyantap seafood, wisatawan pun bisa ikut mencari ikan. Sayuran liar pun banyak tumbuh di daerah pegunungan, sehingga memperkaya bahan makanan musiman di kota ini.
3. Hirosaki, Prefektur Aomori

Ingin fokus pada bunga sakura? Kota Hirosaki bisa menjadi tujuanmu selanjutnya, karena menjadi tuan rumah Festival Bunga Sakura Hirosaki. Sekitar 2.600 pohon sakura dari 25 varietas ditanam di taman dan dikelola menggunakan Metode Hirosaki, yang menerapkan teknik pemangkasan pohon apel.
Metode tersebut menghasilkan lebih banyak kuncup bunga daripada sakura pada umumnya. Ukuran bunga akan lebih besar saat mekar dan indah. Kamu akan disuguhi pemandangan hanaikada, di mana kelopak bunga sakura menutupi parit yang terbuka.
Aktivitas musim semi akan semakin beragam, karena terdapat tur khusus yang meliputi edukasi dan melihat pohon sakura Somei Yoshino yang berusia lebih dari 100 tahun. Kuliner musim semi akan di aneka sayuran liar seperti udo gunung, tara no me, dan rebung. Olahan sayur liar musiman tersebut menjadi salah satu pesona unik Hirosaki.
4. Asahi, Prefektur Toyama

Kota Asahi menyuguhkan pemandangan berbeda, berupa Pegunungan Alpen Utara yang tertutup salju sebagai latar utamanya. Kemudian berpadu dengan pohon sakura yang berjajar di sepanjang Sungai Funakawa, bunga tulip, serta bunga rapeseed. Bunga tulip dan rapeseed dibudidayakan oleh petani setempat biasanya mekar pada waktu yang bersamaan dengan sakura.
Pemandangan tersebut seolah kontras dengan kuliner musim semi di kota ini. Sebab, cumi-cumi di Teluk Toyama sedang melimpah. Biasanya diolah dengan saus miso cuka, terkesan sederhana, tetapi dapat menjadi pelengkap saat menyaksikan pegunungan.
5. Yoshino, Prefektur Nara

Peringkat ke-5 ditempati oleh Kota Yoshino yang menyuguhkan Gunung Yoshino. Pemandangan di gunung tersebut telah dilestarikan selama lebih dari 1.300 tahun, diwariskan sebagai persembahan kepada Zao Gongen. Bukan hanya untuk menjaga lingkungan alam, tetapi juga menjadi bagian dari kepercayaan agama masyarakat setempat.
Bunga sakura di Gunung Yoshino akan mekar secara bertahap dari kaki hingga puncaknya sesuai dengan ketinggian. Setidaknya ada empat tahap, sehingga memungkinkan menikmati musim semi dalam jangka panjang selama bulan April. Cocok buat kamu yang tidak ingin ketinggalan mekarnya sakura saat liburan ke Jepang.
Kuliner lokalnya terbilang unik, berupa manisan yang terbuat dari kudzu Yoshino yang disebut juga garut Jepang. Ada pula sushi daun kesemek atau kakinoha zushi. Cara membuatnya adalah dengan meletakkan irisan ikan mackerel atau salmon di atas nasi yang telah diberi cuka, kemudian dibungkus daun kesemek.
Itu tadi kelima kota di Jepang dengan pemandangan musim semi terbaik versi NEWT. Bukan sekadar menyuguhkan pesona musim semi secara visual, tetapi juga pengalaman berwisata, budaya, kuliner, dan mempertahankan keseimbangan lingkungan. Ada yang masuk bucket list-mu?


















