Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
11 Potret Wisma Habibie dan Ainun, Banyak Ruang Penuh Kenangan
Potret Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Wisma Habibie dan Ainun merupakan rumah yang menjadi saksi perjalanan hidup Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari. Tempat ini bukan sekadar hunian pribadi, tetapi juga ruang penuh kenangan yang dibuka untuk umum.

Tak hanya itu, wisma ini juga dikenal sebagai pusat diskusi intelektual. Banyak tokoh penting dari dalam dan luar negeri pernah datang ke sini. Suasananya mencerminkan perpaduan antara kehidupan pribadi dan pemikiran besar.

Kali ini, kamu bisa mengikuti historical tour yang dirancang untuk mengenal kehidupan Habibie dan Ainun secara lebih dekat. Sebelum berkunjung, kamu bisa melihat dulu seperti apa suasananya melalui potretnya berikut ini.

1. Perpustakaan Peradaban yang ikonik

Potret Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Perpustakaan Peradaban menjadi salah satu ruang paling ikonik dan bersejarah di dalam wisma. Ruangan ini merepresentasikan gaya hidup Habibie dan Ainun yang dekat dengan ilmu pengetahuan. Koleksi buku sejumlah lebih dari 5.000 buku itu tak hanya terdiri dari buku teknologi atau engineering saja. Isiannya beragam, mulai dari sejarah, politik, hingga seni.

2. Arsitektur perpustakaan yang sarat makna

Potretlangit-langit Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Desain perpustakaan memadukan nuansa Indonesia dan Eropa. Di bagian langit-langit, terdapat ukiran batik truntum yang melambangkan cinta abadi. Ruang ini diberi nama Perpustakaan Peradaban, karena mencerminkan pemikiran terbuka Habibie terhadap berbagai bidang ilmu.

3. Koleksi miniatur pesawat bersejarah

Potret koleksi miniatur pesawat, Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Di dalam perpustakaan, kamu bisa menemukan miniatur pesawat buatan Indonesia. Salah satunya adalah pesawat pertama yang terbang pada 10 Agustus 1993. Tanggal tersebut bertepatan dengan ulang tahun Ainun. Pesawat ini menjadi simbol hadiah untuk negara sekaligus sang istri.

4. Lobby perpustakaan bertema Bhinneka Tunggal Ika

Potret lobby Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Bagian lobi perpustakaan menampilkan panel yang menggambarkan berbagai daerah di Indonesia. Konsep ini merepresentasikan keberagaman budaya dalam satu kesatuan. Ruang ini menjadi penghubung sebelum masuk ke area perpustakaan utama.

5. Jembatan yang penuh filosofi

Potret Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Di depan pintu perpustakaan terdapat jalan yang disebut Jembatan Pencerahan. Jembatan ini dilengkapi dua kolam ikan di sisi kanan dan kiri. Desainnya terinspirasi dari kisah Nabi Musa yang membelah lautan, sebagai simbol perjalanan menuju pemahaman.

6. Taman intelektual yang tenang

Potret Taman Intelektual di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Area di samping perpustakaan dikenal sebagai Taman intelektual. Suasananya asri dengan berbagai tanaman, termasuk anggrek yang ditanam sendiri oleh B.J. Habibie. Di area ini juga terdapat patung yang menambah nuansa reflektif bagi pengunjung.

7. Ruang tamu untuk momen intim

Potret ruang tamu di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Ada ruang tamu yang digunakan untuk acara lebih personal. Biasanya untuk berkumpul bersama keluarga atau bertemu sahabat dekat. Saat Lebaran, ruangan ini sering digunakan untuk open house yang terbuka bagi banyak orang.

8. Koleksi busana dan detail personal

Potret busana Habibie dan Ainun di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Di dalam wisma, terdapat patung yang menampilkan busana sehari-hari Habibie dan Ainun. Salah satu detail menarik adalah dasi favorit Habibie dengan motif pesawat. Ukuran sepatu Habibie juga cukup kecil sekitar 37. Jadi, dibuat khusus dengan tambahan hak.

9. Pendopo multifungsi yang luas

Area Pendopo, Plataran Catering Services di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Area makan berada di aula pendopo yang dulunya merupakan lapangan bulu tangkis. Kini digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk makan bersama. Di bagian tiangnya terdapat ukiran seperti masjid, karena tempat ini juga digunakan untuk ibadah dan kegiatan mengaji.

10. Area yang penuh kenangan

Potret area bersemayam Habibie dan Ainun di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Di salah satu bagian wisma, terdapat area khusus yang menjadi tempat disemayamkannya Habibie dan Ainun. Suasananya tenang dan terasa sangat personal.

Di area ini juga terdapat patung dengan pakaian berwarna putih milik keduanya. Kamu juga bisa mencium aroma parfum khas Habibie yang disemprotkan ke sarung tangan.

11. Lokasi, jam operasional, dan harga tiket

Potret Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Wisma Habibie dan Ainun berlokasi di Jalan Patra Kuningan XIII Nomor 5, Jakarta Selatan. Jam operasionalnya pukul 10.00-17.00 WIB. Tiket historical tour untuk umum dibanderol Rp250 ribu per orang dan hanya tersedia pada waktu tertentu. Sedangkan, private tour harganya Rp400 ribu per orang. Kamu juga bisa booking rombongan minimal 20 orang dengan ketentuan khusus.

Melalui setiap sudutnya, Wisma Habibie dan Ainun menghadirkan cerita menarik tentang kehidupan, cinta, dan pemikiran. Tempat ini bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dipahami dan napak tilas sejarah. Kamu bisa mengajak bestie dan keluargamu ke sini!

Editorial Team