Menikmati Menu Favorit Habibie-Ainun: dari Sayur Lodeh hingga Strudel

- Plataran Catering Services berkolaborasi dengan Wisma Habibie Ainun menghadirkan program Habibie Legacy Experience yang menggabungkan tur historis, storytelling, dan kuliner bernuansa kenangan pasangan inspiratif tersebut.
- Menu pembuka Sayur Lodeh Kenangan Ainun disajikan dalam batok kelapa tanpa santan, menggambarkan kesederhanaan dan cita rasa rumahan khas yang pernah disukai oleh Ibu Ainun.
- Hidangan utama hingga penutup seperti Ayam Semur Si Gula Jawa dan Strudel Apel Pelukan Jerman merepresentasikan perjalanan hidup serta kisah cinta Habibie-Ainun melalui sentuhan kuliner penuh makna.
Sosok Presiden RI ke-3 B.J. Habibie dan Hasri Ainun Besari dikenal sebagai pasangan inspiratif di Indonesia. Habibie dikenal sebagai ilmuwan dan negarawan yang cerdas. Sementara itu, Ainun dikenal sebagai sosok hangat dan penuh perhatian. Kisah cinta mereka menjadi simbol ketulusan, kesetiaan, dan pengabdian yang tak lekang oleh waktu.
Meski dikenal sebagai tokoh penting, gaya hidup mereka cenderung sederhana, lho. Hal ini juga terlihat dari makanan favorit mereka. Keduanya menyukai sajian rumahan yang hangat dan penuh rasa.
Kini, menu-menu favorit Habibie dan Ainun bisa kamu nikmati saat berkunjung ke Wisma Habibie Ainun, Jakarta Selatan. Lantas, apa saja menu yang disajikan? Simak ulasannya berikut ini!
Table of Content
1. Kolaborasi Plataran Catering Services dan Wisma Habibie Ainun

Program ini merupakan hasil kolaborasi Plataran Catering Services bersama Wisma Habibie dan Ainun. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan kembali kehangatan rumah Habibie-Ainun melalui pengalaman kuliner dan cerita.
Melalui Habibie Legacy Experience, pengunjung diajak menyusuri perjalanan hidup pasangan ini secara lebih dekat. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang personal dan reflektif. Kamu tidak hanya melihat sejarah, tetapi juga merasakan nilai-nilai yang mereka tinggalkan.
Rangkaian kegiatan mencakup tur historis, story telling, hingga sajian kuliner yang terinspirasi dari perjalanan hidup mereka. Setiap makanan disajikan dengan detail. Tujuannya bukan hanya soal rasa, tetapi juga menghidupkan kembali memori dan cerita yang melekat pada Habibie dan Ainun.
2. Menu pembuka

Menu pembukanya berupa Sayur Lodeh Kenangan Ainun. Terdiri dari sayuran khas Jawa dengan bumbu rempah yang lembut. Rasanya gurih dan terasa ringan di lidah.
“Makanan pembukanya sayur lodeh khas rumahan Indonesia, seperti yang pernah Bu Ainun sajikan,” kata Corporate Chef Plataran Indonesia, Brian, di Wisma Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan, pada Senin (30/3/2026).
Menu ini disajikan dalam batok kelapa kecil, dilengkapi peyek dan sambal merah. Rasanya segar dengan isian yang cukup melimpah. Uniknya, sayur lodeh favorit Habibie tidak menggunakan santan, melainkan krimer. “Kenapa pakai batok kelapa?Biar rasanya seperti santan dan ada rasa krimnya,” tutur Brian.
3. Menu utama

Ada empat menu utama yang disajikan. Salah satunya Ayam Semur Si Gula Jawa. Hidangan ini menjadi favorit Ibu Ainun. Ayam filet dilapisi tepung, lalu disiram saus gula jawa. Teksturnya empuk dengan rasa manis gurih yang seimbang.
Menu lainnya berupa Sate Domba Gulai Kota Kembang. Hidangan ini terinspirasi dari masa muda Habibie di Bandung. Dagingnya lembut dengan bumbu yang kuat.
Ada pula Iga Sapi Saus Soto Betawi Andalan Satiyah. Menu ini merujuk pada masakan Satiyah, juru masak keluarga Habibie dan Ainun. Tekstur iga empuk dan bumbunya meresap.
Dilengkapi dengan Nasi Liwet Manunggal yang dimasak dengan santan, serai, bawang merah, daun salam, dan cabai. Tekstur nasinya pas dan rasanya sedikit gurih. Secara keseluruhan, menu utama menghadirkan cita rasa rumahan. Setiap hidangan punya cerita yang terhubung dengan perjalanan hidup mereka.
4. Menu penutup

Sebagai menu penutup, mereka menyajikan Strudel Apel Pelukan Jerman. Hidangan ini menjadi simbol kenangan dari Jerman. Tempat kisah cinta dan perjalanan intelektual Habibie dan Ainun berkembang.
Chef Brian menyatakan, “Dessert ini perpaduan budaya Eropa dan Indonesia karena mengingat perjalanan Habibie sendiri.” Rasanya manis dengan tekstur pastry yang lembut dan berlapis. Hidangan ini tidak hanya menjadi penutup, tetapi juga membawa cerita perjalanan hidup mereka.
Melalui pengalaman ini, kuliner tidak hanya dinikmati sebagai makanan. Setiap sajian membawa cerita dan kenangan. Kamu bisa merasakan sisi lain dari kehidupan Habibie dan Ainun yang hangat dan sederhana melalui setiap hidangan yang dibuat dengan penuh cinta dan sukacita.



















