Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekali Seumur Hidup, 7 Spot Sakura di Jepang Ini Wajib Kamu Lihat sebelum Kelopaknya Gugur
ilustrasi pemandangan bunga sakura mekar dengan latar Gunung Fuji (pexels.com/Rafael Hideki Tamanaha)

Di Jepang, ada sebuah filosofi bernama mono no aware yakni keindahan yang terasa lebih menyentuh justru pada hal yang tidak abadi. Dan tidak ada yang lebih mewakili filosofi itu selain bunga sakura. Ia mekar hanya sekitar satu hingga dua minggu dalam setahun, kemudian kelopaknya berguguran pelan-pelan seolah melambaikan tangan perpisahan. Itulah kenapa jutaan orang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan budget hanya untuk menyaksikan momen singkat itu secara langsung.

Tradisi menikmati sakura di Jepang bahkan punya namanya sendiri yakni hanami atau melihat bunga. Biasanya dilakukan sambil piknik di bawah pohon, ditemani makanan, minuman, dan orang-orang terkasih. Tapi hanami yang sesungguhnya bukan cuma soal duduk-duduk, ia tentang hadir sepenuhnya di momen yang tidak akan pernah bisa diulang persis sama. Berikut tujuh spot terbaik untuk hanami yang wajib masuk itinerary musim semi di Jepang!

1. Taman Ueno - Tokyo

ilustrasi pemandangan bunga sakura di Taman Ueno (unsplash.com/Q)

Kalau hanya punya satu kesempatan hanami di Tokyo, Taman Ueno adalah jawabannya. Taman yang setiap musim semi menarik hampir dua juta pengunjung ini adalah rumah bagi lebih dari seribu pohon sakura yang berjajar sepanjang jalur utama dan mengelilingi Kolam Shinobazu.

Yang bikin Ueno istimewa bukan hanya siangnya, malam hari pun sama menakjubkannya. Festival lampu yang diadakan saat gelap menciptakan suasana sakura bersinar keemasan yang sangat sinematik. Datanglah lebih pagi untuk mendapatkan spot piknik terbaik, karena sore hari taman ini berubah menjadi lautan manusia dan hal tersebut juga bagian dari keseruannya. Waktu terbaik berkunjung sekitar akhir Maret hingga awal April.

2. Philosopher's Path - Kyoto

ilustrasi hanami (commons.wikimedia.org/Big Ben(Gaijin Bikers))

Namanya diambil dari filsuf terkenal Jepang, Nishida Kitaro yang konon berjalan menyusuri jalur ini setiap hari sebagai rutinitas meditasinya. Dan memang, berjalan pelan di sepanjang kanal yang diapit ratusan pohon sakura ini terasa seperti meditasi, pikiran melambat, langkah menjadi lebih sadar, dan keindahan di kiri-kanan membuat kamu lupa sebentar bahwa dunia di luar sana masih berputar cepat.

Philosopher's Path adalah pengalaman sakura yang lebih intim dan sunyi dibanding taman-taman besar Tokyo. Kunjungi di pagi hari saat kabut masih menggantung tipis dan lanjutkan perjalanan ke Kuil Ginkaku-ji di ujung utara jalur untuk melengkapi hari. Waktu terbaik ke sini adalah awal April.

3. Kastil Hirosaki - Aomori

ilustrasi pemandangan bunga sakura di Kastil Hirosaki (unsplash.com/manato kudo)

Kalau Kyoto terlalu ramai dan Tokyo sudah terlalu familiar, Hirosaki di Aomori adalah jawaban yang jarang diketahui kebanyakan turis Indonesia. Setiap musim semi, kawasan Kastil Hirosaki menjadi tuan rumah salah satu festival sakura terbesar di seluruh Jepang dengan lebih dari 2.600 pohon sakura yang menghiasi taman kastil bersejarah itu.

Pemandangan kelopak merah muda yang berjatuhan di atas parit dan jatuh melayang di angin dengan benteng kastil sebagai latar belakang adalah salah satu komposisi visual paling dramatis yang bisa kamu temukan di Jepang. Di malam hari, kastil ini diterangi cahaya lembut yang menciptakan suasana seperti mimpi. Puncak mekar biasanya akhir April hingga awal Mei, cocok buat kamu yang terlambat mengejar sakura di kota-kota selatan.

4. Chidorigafuchi - Tokyo

ilustrasi pemandangan bunga sakura di Chidorigafuchi (unsplash.com/Vanja Milicic)

Dari semua cara menikmati sakura di Tokyo, mengayuh perahu sewaan di Chidorigafuchi adalah yang paling tidak terlupakan. Parit bersejarah bekas Kastil Edo ini di musim semi berubah menjadi terowongan bunga sakura yang memayungi seluruh permukaan air dan dari atas perahu, kamu benar-benar berada di tengah-tengahnya.

Saat angin berhembus dan kelopak-kelopak mulai berjatuhan pelan ke permukaan danau, momen itu terasa seperti adegan dari film Ghibli yang menjadi nyata. Antrean perahu sewaan memang panjang, jadi datanglah sepagi mungkin. Alternatifnya, cukup berjalan kaki di sepanjang jalur tepi parit, pemandangannya sama mempesonanya, dan gratis.

5. Yoshinoyama - Nara

ilustrasi pemandangan bunga sakura di Gunung Yoshino (unsplash.com/Adriana Prudencio)

Yoshinoyama bukan sekadar spot sakura, ini adalah tempat di mana tradisi hanami lahir, lebih dari seribu tahun yang lalu. Lereng gunung di Nara ini ditumbuhi lebih dari 30.000 pohon sakura dari berbagai varietas yang mekar berurutan di empat level ketinggian berbeda, artinya musim sakuranya berlangsung lebih lama dari tempat lain.

Dari bawah hingga puncak, seluruh gunung berubah menjadi hamparan merah muda yang berlapis-lapis. Yoshinoyama adalah pengalaman sakura yang paling dekat dengan akar budayanya yang sesungguhnya.

6. Taman Arakurayama Sengen - Fujiyoshida

ilustrasi pemandangan sakura di Fujiyoshida (pexels.com/Nguyen Khac Tien)

Foto itu pasti pernah kamu lihat: pagoda bertingkat lima berwarna merah berdiri di lereng bukit, di sekelilingnya pohon sakura bermekaran, dan di latar belakangnya Gunung Fuji yang berpuncak salju menjulang megah. Itulah Taman Arakurayama Sengen di Fujiyoshida dan pemandangan itu bukan editan, bukan CGI.

Mendaki sekitar 400 anak tangga untuk mencapai Pagoda Chureito mungkin terasa melelahkan, tapi begitu sampai di atas dan kamu melihat pemandangan itu secara langsung, semua langkah itu langsung terbayar lunas. Datanglah saat cuaca cerah dan pagi hari agar Gunung Fuji tidak tertutup awan. Waktu terbaik akhir Maret hingga pertengahan April.

7. Taman Goryokaku - Hokkaido

ilustrasi bunga sakura di Jepang (pexels.com/Kento Ikeda)

Kalau kamu terlambat mengejar sakura di Kyoto atau Tokyo, jangan berkecil hati, Hokkaido adalah second chance yang luar biasa. Karena iklimnya yang lebih dingin, sakura di sini baru mekar akhir April hingga awal Mei, hampir sebulan lebih lambat dari kota-kota selatan. Dan Taman Goryokaku di Hakodate adalah spot terbaiknya.

Taman berbentuk bintang bersejarah ini yang dulunya adalah benteng militer era Meiji, kini menjadi tempat hanami yang sangat populer di kalangan warga lokal namun masih cukup tenang untuk ukuran turis. Naiklah ke Menara Goryokaku untuk melihat dari atas: ribuan pohon sakura yang memenuhi benteng berbentuk bintang itu dari ketinggian adalah pemandangan yang sangat tidak biasa dan tidak akan kamu lupakan.

Tips sebelum terbang ke Jepang

Waktu mekar sakura di Jepang bergerak dari selatan ke utara, mulai dari Kyushu dan Okinawa di awal Maret, lalu Tokyo dan Kyoto akhir Maret hingga awal April, dan berakhir di Hokkaido sekitar akhir April. Pantau prakiraan resmi mekar sakura di Japan Meteorological Corporation atau situs Japan National Tourism Organization sebelum memesan tiket, karena tanggal pastinya bisa bergeser tergantung cuaca musim dingin sebelumnya.

Dan satu hal terakhir yang perlu kamu ingat bahwa hanami yang sesungguhnya bukan tentang berapa banyak spot yang berhasil kamu kunjungi. Ini tentang menemukan satu pohon sakura, duduk di bawahnya, mendongak ke atas, dan membiarkan kelopak-kelopak itu jatuh pelan-pelan di sekitarmu. Momen itu singkat, tak terulang, dan sangat indah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team