Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Serunya Berburu Jejak Peranakan di 5 Wisata Semarang Ini
potret kelenteng (commons.wikimedia.org/Paul Arden)

Semarang dikenal sebagai kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan akulturasi. Salah satu yang paling menonjol adalah jejak budaya Peranakan Tionghoa yang masih sangat terasa hingga sekarang. Mulai dari eklenteng, pagoda, hingga pasar kuliner malam, semuanya menawarkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan.

Kalau kamu lagi liburan ke Semarang, gak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke destinasi wisata Peranakan berikut ini. Selain bisa menambah wawasan sejarah, kamu juga bisa menikmati suasana khas Pecinan yang otentik. Berikut rekomendasi wisata Peranakan di Semarang yang wajib dikunjungi.

1. Kelenteng Tay Kak Sie (Gang Lombok)

Kelenteng Tay Kak Sie (commons.wikimedia.org/Midori)

Kelenteng Tay Kak Sie yang berada di kawasan Gang Lombok merupakan salah satu kelenteng tertua dan terbesar di Semarang. Klenteng ini didedikasikan untuk Dewi Kwan Im, dewi welas asih yang sangat dihormati dalam kepercayaan Tionghoa. Daya tarik utama kelenteng ini adalah replika perahu Laksamana Cheng Ho yang megah dan detail.

Saat memasuki area kelenteng, kamu akan langsung disambut ornamen khas Tiongkok dengan warna merah dan emas yang dominan. Suasana di dalamnya terasa tenang dan sakral, cocok buat kamu yang ingin mencari ketenangan sekaligus belajar sejarah. Lokasinya yang berada di jantung Pecinan membuat tempat ini mudah dijangkau dan sering menjadi destinasi favorit wisatawan.

2. Kelenteng Sam Poo Kong

ilustrasi Kelenteng Sam Poo Kong (unsplash.com/Afriyandi Setiawan)

Klenteng Sam Poo Kong merupakan ikon wisata Peranakan di Semarang yang sudah sangat terkenal. Tempat ini menjadi lokasi persinggahan Laksamana Cheng Ho saat melakukan pelayaran ke Nusantara. Arsitektur bangunannya sangat megah, memadukan gaya Tionghoa, Jawa, dan Islam sehingga menciptakan keunikan tersendiri.

Area klenteng ini cukup luas, dilengkapi dengan halaman besar dan beberapa bangunan pendukung. Kamu bisa berfoto di banyak spot Instagramable, sekaligus mengenal lebih dekat kisah perjalanan Cheng Ho. Selain sebagai tempat ibadah, Sam Poo Kong juga sering dijadikan lokasi acara budaya dan festival besar, terutama saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

3. Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara (commons.wikimedia.org/Ruth Onduko)

Bangunan ini memiliki arsitektur yang menjulang tinggi dan sangat megah, sehingga mudah terlihat dari kejauhan. Pagoda Avalokitesvara menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Semarang.

Selain menikmati keindahan arsitektur, kamu juga bisa merasakan suasana damai di sekitarnya. Area pagoda tertata rapi dengan taman yang asri, cocok untuk berjalan santai atau sekadar duduk menikmati ketenangan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas dan cahaya matahari membuat bangunan pagoda terlihat semakin cantik.

4. Pasar Semawis

ilustrasi kampung Tionghoa (pexels.com/詠介 鄭)

Kalau kamu pencinta kuliner, Pasar Semawis wajib masuk daftar kunjungan. Pasar malam khas Peranakan ini hanya buka di akhir pekan dan berlokasi di kawasan Pecinan. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai jajanan tradisional hingga makanan legendaris khas Tionghoa-Indonesia. Mulai dari lumpia, bakmi, kwetiau, hingga jajanan modern, semuanya tersedia dengan harga yang ramah di kantong.

Suasana malam di Pasar Semawis terasa sangat hidup dengan lampion-lampion yang menggantung dan aroma makanan yang menggoda.

5. Kelenteng Ling Hok Bio

Kelenteng Ling Hok Bio (commons.wikimedia.org/Avelin Mulyati)

Kelenteng Ling Hok Bio merupakan salah satu kelenteng tua bersejarah di area Pecinan Semarang. Meskipun ukurannya tidak sebesar Sam Poo Kong atau Tay Kak Sie, kelenteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Bangunannya masih mempertahankan arsitektur klasik dengan detail ornamen khas Tionghoa.

Suasana di kelenteng ini terasa lebih tenang dan khusyuk, cocok buat kamu yang ingin merasakan sisi spiritual dan sejarah Peranakan secara lebih mendalam. Lokasinya yang berada di kawasan Pecinan membuatnya mudah dikombinasikan dengan wisata kuliner atau jalan-jalan santai di sekitarnya.

Wisata Peranakan di Semarang bukan cuma soal bangunan bersejarah, tapi juga tentang pengalaman budaya yang kaya dan beragam. Dari kelenteng megah, pagoda tinggi, hingga pasar kuliner yang ramai, semuanya menawarkan cerita dan keunikan tersendiri.

Kalau kamu ingin liburan yang gak cuma seru tapi juga penuh makna, lima destinasi di atas wajib masuk itinerary kamu. Dijamin, perjalanan ke Semarang bakal terasa lebih berkesan dan tak terlupakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team