Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Catat, Ini 5 Etika Berkunjung ke Kelenteng saat Imlek!

Potret Klenteng Dharma Bhakti di kawasan Glodok yang mulai didatangi pengunjung untuk beribadah.
Potret Klenteng Dharma Bhakti di kawasan Glodok yang mulai didatangi pengunjung untuk beribadah, Selasa, (10/2/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi sembahyang dan doa bersama di kelenteng. Pada momen ini, umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa berbondong-bondong datang untuk memanjatkan harapan akan kesehatan, rezeki, dan keberuntungan di tahun yang baru. Suasana kelenteng pun biasanya lebih ramai dibandingkan hari biasa, dipenuhi aroma dupa dan nuansa merah yang khas.

Meskipun terbuka untuk umum, berkunjung ke klenteng saat Imlek tetap memiliki aturan dan etika yang perlu dipahami. Menghormati tempat ibadah bukan hanya tentang sopan santun, tetapi juga bentuk toleransi dan penghargaan terhadap tradisi yang diyakini umat lain dan berlangsung turun-temurun.

Berikut IDN Times bagikan beberapa etika yang perlu kamu perhatikan ketika mau berkunjung ke kelenteng, terutama saat Imlek. Simak sampai habis, ya!

Table of Content

1. Mengenakan pakaian yang sopan

1. Mengenakan pakaian yang sopan

Tradisi Ketuk Pintu sebelum Imlek di Klenteng Tay Kak Sie Semarang
Tradisi Ketuk Pintu sebelum Imlek di Klenteng Tay Kak Sie Semarang (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Etika berkunjung ke kelenteng saat Imlek yang pertama adalah mengenakan pakaian yang sopan dan tidak terlalu terbuka. Hindari atasan tanpa lengan, celana terlalu pendek, atau pakaian yang terlalu ketat. Meski suasana Imlek terasa meriah, kelenteng tetaplah tempat ibadah yang sakral.

Pakaian yang rapi menunjukkan rasa hormat terhadap umat yang sedang berdoa. Kamu tidak harus mengenakan busana tradisional Tionghoa, tetapi memilih outfit yang bersih dan pantas sudah cukup. Jika ingin mengenakan warna merah sebagai simbol keberuntungan, itu tentunya diperbolehkan.

Selain itu, hindari penggunaan aksesori berlebihan yang bisa menimbulkan suara berisik. Kenyamanan bersama menjadi hal utama, apalagi saat kelenteng sedang dipadati pengunjung.

2. Menjaga sikap dan volume suara

Sejumlah jemaat Klenteng Low Lie Bio Semarang bersembahyang saat hari kelahiran Kwan Im
Sejumlah jemaat Klenteng Low Lie Bio Semarang bersembahyang saat hari kelahiran Kwan Im. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kelenteng adalah tempat orang berdoa dan bermeditasi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga sikap dan tidak berbicara terlalu keras. Hindari bercanda berlebihan, tertawa terbahak-bahak, atau membuat keributan di area sembahyang.

Jika datang bersama teman atau keluarga, tetaplah berbicara dengan nada pelan. Perhatikan pula penggunaan ponsel. Kamu bisa mengaktifkan mode senyap (silent) agar tidak mengganggu umat yang sedang beribadah.

3. Mematuhi aturan saat berdoa atau menyalakan dupa

Abu hio di Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Abu hio di Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Jika ingin ikut berdoa atau sekadar menyaksikan ritual, perhatikan tata cara yang berlaku. Biasanya tersedia petunjuk khusus atau ada pengurus klenteng yang bisa memberi arahan tentang cara memegang dan menancapkan dupa dengan benar.

Jangan sembarangan menyentuh altar, patung dewa, atau perlengkapan ibadah tanpa izin pihak berwenang. Beberapa area juga mungkin dikhususkan untuk umat yang sedang bersembahyang. Jadi, pastikan kamu tidak menghalangi jalur atau antrean di sana, ya!

4. Meminta izin sebelum mengambil foto

Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok kawasan Pecinan Kota Semarang
Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok kawasan Pecinan Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Saat Imlek, kelenteng memang terlihat indah dan penuh dekorasi menarik. Kamu pasti ingin mengabadikan momen selama berada di sini, baik melalui ponsel maupun kamera. Untuk itu, ada hal penting yang wajib diperhatikan, yakni meminta izin dan memahami aturan yang berlaku. Tidak semua area boleh difoto, terutama saat ritual keagamaan sedang berlangsung.

Selain itu, hindari menggunakan flash, karena dapat mengganggu konsentrasi orang yang sedang berdoa. Apalagi kalau mayoritas umat yang berdoa adalah lansia yang cukup sensistif terhadap cahaya "dadakan" dari flash tersebut.

5. Turut menjaga kebersihan dan ketertiban

Pertunjukkan barongsai di Klenteng Guang De Miao, Balikpapan, Rabu (29/1/2025)
Pertunjukkan barongsai di Klenteng Guang De Miao, Balikpapan, Rabu (29/1/2025) (IDN Times/Erik Alfian)

Ramainya pengunjung saat Imlek membuat area kelenteng jadi rentan kotor. Pastikan kamu tidak membuang sampah sembarangan, termasuk sisa makanan atau botol minuman. Ikuti alur masuk dan keluar yang telah diatur panitia atau pengurus kelenteng. Jangan saling dorong dan tetap sabar mengantre, ya!

Dengan menjaga kebersihan dan ketertiban, kamu berperan dalam menciptakan suasana Imlek yang nyaman dan penuh makna bagi semua orang yang hadir di sana. Perayaan Imlek pun akan berjalan lancar dan aman.

Dengan mematuhi etika berkunjung ke kelenteng saat Imlek, kamu akan mendapatkan pengalaman berharga yang takkan terlupakan seumur hidup. Selamat menyambut Tahun Baru Imlek, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Ide Paket Liburan sebagai Kado Valentine untuk Istri Tercinta

13 Feb 2026, 19:30 WIBTravel