Comscore Tracker

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!

#IndonesiaWritersFestival Kearifan lokal yang mendunia

Di tengah modernisasi dengan perkembangannya yang kian pesat, suku Osing di Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil mempertahankan budaya tradisionalnya hingga saat ini. Itulah mengapa, mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman menetapkan desa yang terletak di Kecamatan Glagah ini sebagai desa adat wisata suku Osing sejak 1995.

Di desa inilah, kamu bisa menyaksikan delapan tradisi dan ritual yang rutin diselenggarakan suku Osing yang masih autentik. Tradisi dan ritual tersebut selalu bisa menarik minat para turis lokal hingga mancanegara. Apa saja ya? Yuk, simak di bawah ini!

1. Berbahasa Osing

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!IDN Times/Reza Iqbal

Sehari-harinya, warga setempat berbicara dalam bahasa Osing. Keren, kan? Mengingat banyak anak muda zaman sekarang tidak bisa berbicara dengan bahasa adat atau daerahnya sendiri. Gak cuma mempertahankan adat dengan berbahasa Osing dalam kehidupan sehari-hari, mereka juga memiliki lagu adat sendiri. Salah satu yang populer adalah Tutupe Wirang. 

2. Tradisi gedhogan

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!IDN Times/Reza Iqbal

Saat berkunjung ke Desa Adat Kemiren, kamu akan menyaksikan sekelompok ibu menumbuk hasil bumi, seperti beras dan tepung. Sebagian di antaranya berusia 60 tahun ke atas, tapi anak-anak juga bisa memainkannya.

Meski saat ini sudah jarang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tapi tradisi gedhogan tetap dilestarikan dan menjadi tontonan menarik bagi turis yang mampir. Irama yang dimainkan juga punya tempo yang teratur, lho. Kamu sudah pernah lihat?

3. Barong ider bumi

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!IDN Times/Reza Iqbal

Setiap tanggal dua bulan Syawal, ada tradisi barong ider bumi yang diselenggarakan warga Osing. Sebagian warga Osing membentuk kelompok barongan yang mengitari desa dari ujung timur ke barat. Arak-arakan barong dilakukan selayaknya karnaval.

Di tengah-tengah pelaksanaan karnaval, masyarakat lainnya melempari mereka dengan uang logam. Tujuannya untuk menolak bala datang ke wilayah ini. Dulunya, wilayah ini pernah dilanda kemarau berkepanjangan, lalu suku Osing melakukan tradisi ini agar musim kemarau pergi tepat waktu dan sawah warga mendapat air yang cukup.

Meski kesannya hanya melempar uang logam, tapi pernah terkumpul Rp15 juta saat karnaval tersebut dilakukan, lho. Keren, kan?

4. Tradisi bersih desa

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!Instagram.com/matiusbramantyo

Setelah masyarakat Osing berhasil memanen pertaniannya, mereka melaksanakan tradisi bersih desa sebagai bentuk syukur pada Hari Raya Idul Adha. Dalam tradisi ini, warga menyuguhkan makanan khas Banyuwangi, yakn pecel pitik.

Pecel pitik berisi suwiran daging ayam yang diurap (dicampur) dengan parutan bumbu kelapa pedas yang sudah digoreng. Rasanya? Mantap abis!

5. Di dalam tradisi bersih desa, ada pula ritual menjemur kasur

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!Instagram.com/drajad_fstr

Masih dalam tradisi bersih desa, warga Osing menjemur kasur merah-hitam pada pagi hari. Kasur berwarna merah melambangkan simbol ibu, sedangkan warna hitam adalah simbol kekekalan. Jadi, kasur merah-hitam diibaratkan kasih ibu yang tak pernah putus kepada anaknya.

Kasur merah hitam ini diberikan orangtua kepada anak perempuan yang telah menikah. Harapannya, perempuan yang menikah tadi kelak memberikan kasih sayang serupa kepada anaknya nanti.

Baca Juga: 20 Keseruan Indonesia Writers Festival 2018, Asyik & Inspiratif Banget

6. Ada juga tradisi menyalakan obor di sepanjang jalanan desa

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!Instagram.com/expedition_bali

Usai menjemur kasur, warga setempat menyalakan obor di sepanjang jalan pada sore harinya. Api tersebut diambilkan dari api biru Kawah Ijen, karena selalu menyala sebelum matahari terbit.

"Jangan sampai mati obor" adalah prinsip yang selalu mereka pegang. Artinya, jangan sampai kerukunan dan persaudaraan antarwarga Osing terputus.

7. Hobi minum kopi? Datang ke Kemiren, yuk!

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!Instagram.com/matiusbramantyo

Ada tradisi minum kopi 10.000 cangkir di Desa Adat Kemiren. Kopi khas Osing ini dinamai jaran goyang. Terdengar familiar, kan? Sesuai namanya, bila seseorang yang kita sayangi meminum kopi jaran goyang, diharapkan ia juga akan menyayangimu. Hhmmm...

Tapi, itu dulu. Tradisi minum kopi ini sebenarnya ditujukan untuk mempererat rasa persaudaraan. Berawal dari secangkir kopi, kita bisa menjalin interaksi dengan warga, terutama sesama pecinta kopi.

8. Memainkan angklung paglak

8 Tradisi Unik Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Desa Adat Osing Lho!Instagram.com/visitbanyuwangi

Angklung paglak dimainkan saat musim panen tiba. Dulunya, angklung dimainkan sebagai hiburan para petani yang memanen padinya. Selain hiburan, permainan angklung paglak diisyaratkan agar warga membantu mereka memanen. Nilai gotong royong begitu kental dalam tradisi ini.

Nah, itulah delapan tradisi sekaligus ritual yang dilakukan suku Osing hingga saat ini. Kalau sedang singgah atau liburan di Banyuwangi, jangan lupa mampir ya! Bisa jadi rekomendasi liburan akhir pekanmu, nih!

Baca Juga: 6 Hal Menarik dari Indonesia Writers Festival 2018 di Banyuwangi

Defrina Sukma Photo Community Writer Defrina Sukma

bergiat di defrinasukma.wordpress.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dewi Suci
  • Indra Zakaria

Just For You