Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tempat Wisata Heritage Bekas Pabrik Gula di Solo Raya
Rasamadu Heritage (instagram.com/rasamaduheritage)
  • Solo Raya menawarkan wisata heritage eks pabrik gula yang telah direvitalisasi menjadi destinasi budaya, edukatif, dan rekreasi dengan tetap mempertahankan arsitektur kolonialnya.
  • Empat lokasi utama meliputi Rasamadu Heritage di Sukoharjo, De Tjolomadoe dan De Tasikmadoe Heritage di Karanganyar, serta Agrowisata Gondang Winangoen di Klaten.
  • Masing-masing tempat menghadirkan pengalaman unik seperti museum, kafe tematik, area foto vintage, hingga aktivitas keluarga seperti playground dan kereta wisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa, nih, yang lagi pengin menikmati liburan di Jawa Tengah? Selain Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah, kamu bisa menjelajahi Solo Raya yang meliputi Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Perjalanan dari satu kota ke kota lainnya tergolong mudah, karena sudah terhubung dengan transportasi umum, seperti KRL, TransJateng, Batik Solo Trans, maupun bus. Wilayah ini dulunya termasuk penghasil tebu dan gula terbesar di Pulau Jawa, lho.

Salah satu destinasi utamanya yang menarik, kamu bisa menyusuri jejaknya melalui sejumlah wisata heritage bekas pabrik gula di Solo Raya berikut ini. Sebagian telah bertransformasi dengan wajah baru yang lebih cantik dan apik.

1. Rasamadu Heritage

Rasamadu Heritage dulunya dikenal dengan nama The Heritage Palace. Tempat ini merupakan hasil revitalisasi Pabrik Gula Gembongan. Kini hadir sebagai tempat wisata sejarah dan budaya dengan mengusung konsep Sweet Taste Memory. Mereka mengajak pengunjung untuk merayakan masa lalu sambil menciptakan kenangan baru.

Meski namanya sempat berganti, daya tariknya tetap mempertahankan adanya bangunan bergaya arsitektur kolonial. Ada pula taman dengan patung-patung megah yang membuat nuansa Eropa klasik semakin kental terasa di sini. Tempat ini juga dilengkapi Museum Transportasi, Cubic Room, kafe yang Instagramable dengan fasilitas playground

Harga tiket:

  • tiket outdoor: Rp30 ribu (weekdays) dan Rp35 ribu (weekend dan hari libur nasional).

  • tiket outdoor + Cubic Room: Rp40 ribu (weekdays) dan Rp50 ribu (weekend dan hari libur nasional).

  • tiket outdoor + Cubic Room + Museum Transportasi: Rp50 ribu (weekdays) dan Rp60 ribu (weekend dan hari libur nasional).

  • Rasamadu Cafe: Rp100 ribu, semua transaksi dan gratis wahana outdoor.

  • Rasamadu Playground: Rp25 ribu (tanpa pendamping) dan Rp35 ribu (dengan pendamping).

Jam operasional: Senin–Jumat pukul 09.00–22.00, serta Sabtu dan Minggu pukul 08.00–22.00.

Lokasi: Jalan Permata Raya, Dukuh Tegal Mulyo, Honggobayan, Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

2. De Tjolomadoe

De Tjolomadoe (instagram.com/detjolomadoe_official)

Pabrik Gula Colomadu yang dibangun pada 1861 ini telah ditutup pada 1998. Setelah itu, direvitalisasi dan dibuka kembali untuk umum pada 2018 dengan nama De Tjolomadoe. Arsitektur bangunan era kolonial masih dipertahankan, kini menjadi tempat wisata keluarga sekaligus museum yang patut untuk dijelajahi.

Kamu dapat menyaksikan mesin gilingan berukuran besar yang digunakan untuk menggiling tebu menjadi air nira. Ada pula jalur kereta lori yang digunakan untuk mengangkut tebu dari perkebunan ke pabrik. Selain museum, terdapat kafe dan hall untuk menggelar berbagai acara.

Harga tiket: Rp50 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp100 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Jam operasional: Selasa–Minggu pukul 09.00–17.00 WIB.

Lokasi: Jalan Adi Sucipto Nomor 1, Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

3. Agrowisata Gondang Winangoen

Ketika melintasi Jalan Raya Solo–Yogyakarta, kamu akan menjumpai kompleks Pabrik Gondang Winangoen yang dibangun pada abad ke-19. Sama seperti tempat sebelumnya, arsitektur Eropa klasik masih dipertahankan meskipun tidak lagi beroperasi. Kini telah menjadi destinasi agrowisata dan sebagian kawasannya telah beralih fungsi menjadi Museum Gula Jawa Tengah.

Fakta menariknya, kawasan ini pernah menjadi lokasi syuting film horor Pabrik Gula (2025). Sebagian orang menganggapnya seram dan terkesan dingin, tetapi sebagian lagi memilihnya sebagai tempat untuk foto pre-wedding. Bangunan bergaya art deco dan lokomotif kuno dapat memberikan kesan dramatis, terutama untuk tema vintage dan industrial gothic.

Harga tiket: Rp10 ribu.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00–15.00.

Lokasi: Jalan Raya Solo–Yogyakarta Km. 25, Karang Asem, Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

4. De Tasikmadoe Heritage

De Tasikmadoe Heritage (instagram.com/de_tasikmadoeheritage)

Mau jogging di tempat yang tidak biasa? Kamu bisa mencari suasana baru dengan menjajal jogging track di De Tasikmadoe Heritage. Bekas Pabrik Gula Tasikmadu ini bertransformasi menjadi tempat wisata keluarga yang menyenangkan dan tidak hanya untuk menambah wawasan sejarah.

Aktivitas menarik yang sayang untuk dilewatkan adalah naik kereta keliling kawasan De Tasikmadoe Heritage. Suasana asri berpadu dengan bangunan lawas menjadi latar yang tepat buat hunting foto. Kamu juga bisa menggunakan jasa foto dan sewa baju adat yang ada di lokasi. 

Harga tiket: Rp5.000, tiket naik kereta Rp15.000.

Jam operasional: Selasa–Minggu pukul 05.30–17.30. Jam operasional kereta pukul 09.00–15.00 WIB.

Lokasi: Jalan Kranggan Utama I, Nglano Wetan, Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Nah, itu tadi keempat wisata heritage bekas pabrik gula di Solo Raya sebagai ide destinasi short escape-mu. Meski fungsinya sudah berubah, seluruhnya masih mempertahankan arsitektur khas kolonial Belanda dan nilai sejarahnya. Ada yang pernah kamu kunjungi sebelumnya?

Curated For You

Editorial Team

Related Article