Jika kamu pernah melihat deretan roda berbentuk silinder di sekitar kuil atau tempat ibadah di Tibet, mungkin kamu mengira benda tersebut hanya berfungsi sebagai dekorasi. Padahal, roda yang dikenal sebagai prayer wheel atau mani wheel ini memiliki peran penting dalam praktik Buddhisme Tibet, lho. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan tradisi dan makna spiritual yang menarik untuk kamu ketahui.
Prayer wheels dapat ditemukan dalam berbagai ukuran, mulai dari yang bisa digenggam hingga roda besar yang dipasang berjajar di sekitar tempat ibadah. Cara memutarnya pun berkaitan dengan praktik keagamaan, sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan sembarangan.
Berikut beberapa fakta prayer wheels di Tibet yang perlu kita tahu, supaya tidak menganggapnya hanya sekadar ornamen biasa.
