Comscore Tracker

Serunya Bertualang di Gunung Cokelat Toblerone, Matterhoern!

Sensasinya luar biasa, menguji adrenalin

Zermatt, IDN Times - Kamu tahu kan coklat Toblerone? Kalau lihat bungkusnya, ada gambar gunung di situ. Nah, itu namanya Matterhoern. IDN Times baru-baru ini mengunjungi Matterhoern, pengalaman luar biasa pun dialami oleh penulis.

Matterhoern memang merupakan salah satu kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan. Sepanjang tahun, salju di Matterhoern tak akan cair dan bisa digunakan untuk olahraga ski dan selancar.

Tak heran, sejumlah tim ski dan selancar internasional sering berlatih di sini. Selain itu, banyak pula aktivitas petualangan yang bisa dilakukan di Matterhoern.

Penulis pun merasakan ketegangan saat mengunjunginya beberapa waktu lalu.

1. Menelusuri kota yang ramah lingkungan

Serunya Bertualang di Gunung Cokelat Toblerone, Matterhoern!Zermatt, kota yang ramah lingkungan di Swiss (IDN Times / Satria Permana)

Sebelum mengulas Matterhoern, mari kita bicara soal Zermatt. Ya, Matterhoern terletak di kawasan Zermatt, sebuah kota yang terletak di kanton Valais.

Zermatt memang menjadi salah satu lokasi wisata paling populer di Swiss. Kawasannya bebas kendaraan. Hanya ada kendaraan listrik di sini yang berlalu lalang.

Kalau kamu mau berkeliling Zermatt, maka cuma bisa menggunakan taksi listrik, sewa sepeda, atau bahkan berjalan kaki mengelilinginya. Jika mau ke Matterhoern, kamu bisa menggunakan cable car alias gondola.

Stasiun terdekatnya adalah Zermatt. Nah, di sini, kamu bisa memilih destinasi untuk berpetualang di atas, entah ke Furi, Schwarzsee, Trockener Steg, Matterhoern Glacier Paradise, hingga area ski di sekitarnya.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata yang Harus Kamu Kunjungi di Swiss

Serunya Bertualang di Gunung Cokelat Toblerone, Matterhoern!Scooter adventure yang bisa disewa untuk bertualang ke Matterhoern (IDN Times / Satria Permana)

2. Pemandangan luar biasa di puncak Matterhoern

Serunya Bertualang di Gunung Cokelat Toblerone, Matterhoern!Gugusan Alpen yang bisa dilihat dari puncak Matterhoern, Zermatt (IDN Times / Satria Permana)

Saat mendatangi Matterhoern, saat itu memang masih musim panas. Salju di sekitar Matterhoern sebenarnya tak cair sepenuhnya.

Ketika di puncak, salju masih menutupi Matterhoern. Pun, ketika berada di atas, penulis masih cukup kedinginan karena memang kecepatan anginnya luar biasa tinggi. Dari atas, kamu bisa melihat berbagai puncak dari gunung yang masuk gugusan Alpen.

Menariknya, kamu juga bisa melihat langsung perbatasan antara Swiss dengan Italia. Bahkan, sedang dibangun pula proyek gondola yang menghubungkan wilayah Breuil-Cervinia, Italia. Tak cuma pakai gondola, kamu bisa menggunakan ski dari Swiss ke Italia loh!

Penulis sempat mendatangi Matterhoern Glacier Paradise. Di sini, suhunya begitu dingin. Waspada ya, terkadang kamu bisa saja merasa pening saat menyambangi Matterhoern Glacier Paradise, karena perbedaan ketinggian dan tekanan udara yang cukup drastis.

Matterhoern Glacier Paradise menyajikan berbagai diorama terkait sejarah dan mitos-mitos di kawasan Zermatt. Berbagai patung yang terbuat dari es ada di sana, dan temanya akan berubah-ubah seiring event berjalan.

Baca Juga: 7 Potret Seru Mendaki Jungfraujoch Puncaknya Eropa di Swiss

3. Mulai bertualang di trek offroad

Serunya Bertualang di Gunung Cokelat Toblerone, Matterhoern!Penulis saat bertualang ke jalur offroad Matterhoern untuk turun ke Zermatt (IDN Times / Satria Permana)

Selesai berwisata di Matterhoern, penulis turun ke wilayah Schwarzsee. Di sini, penulis sudah menaruh scooter adventure yang tadi disewa dari toko sebelah stasiun Zermatt.

Trek yang disajikan begitu ekstrem. Jalanannya berbatu, kemudian tak cuma jalanan menurun, tapi juga menanjak.

Ya, siapkan fisik kamu kalau mau menuruni Matterhoern dengan opsi ini. Sebab, akan menguras fisik dan stamina lantaran scooter yang dipakai menggunakan tenaga mekanis, bukan listrik.

Kamu juga harus jeli saat mengendarai scooter adventure yang dimensinya cukup besar dan menggunakan ban offroad. Jangan sombong ya, meski bisa melewati rintangan di berbagai sisi, karena ada potensi kamu jatuh. Waspada pula karena jalanannya bersebelahan pula dengan jurang-jurang kecil.

Penulis setidaknya jatuh sekali saat menuruni Matterhoern. Cukup melelahkan dan menguras emosi pula, lantaran harus menjaga fokus sepanjang perjalanan.

Namun, ketika kamu sudah memasuki jalan beraspal, maka akan disajikan dengan pemandangan luar biasa. Kamu bisa menemukan pembangkit listrik bertenaga air, dengan turbin yang begitu besar.

Pun, terlihat sebuah desa yang asri, masih bernuansa tradisional dengan rumah berkonsep Challet, berusia lebih dari satu abad.

Perjalanan dari Schwarzsee menggunakan scooter adventure cukup lama. Setidaknya, kamu memerlukan waktu sekitar satu jam 45 menit buat sampai lagi ke stasiun Zermatt.

Selain pakai scooter adventure, kamu sebenarnya bisa menggunakan mountain bike atau bahkan hiking untuk naik atau turun ke wilayah Schwarzsee hingga ke Matterhoern. Tapi, waspada karena medannya yang ekstrem. Jadi, siap buat bertualang ke Matterhoern?

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya