Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tanda Kontur Tanah yang Rawan Tergenang Air di Tempat Camping
ilustrasi pendaki memasang tenda camping (pexels.com/cottonbro studio)
  • Hindari mendirikan tenda di tanah cekung atau area lebih rendah, karena air hujan dari sekitarnya cenderung mengalir dan berkumpul di lokasi tersebut.
  • Waspadai tanah lempung padat, keras, dan licin saat basah karena daya serapnya rendah, sehingga genangan lebih mudah terbentuk dan area menjadi becek.
  • Kubangan kering, bekas lumpur, serta vegetasi penyuka lahan basah dapat menandakan kelembapan tinggi; pilih area sedikit lebih tinggi dengan kondisi tanah lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih lokasi camping tidak cukup hanya mencari tanah yang datar dan punya pemandangan bagus. Kamu juga perlu memperhatikan kontur tanah karena beberapa bentuk permukaan bisa membuat air hujan berkumpul dan menyebabkan area tergenang.

Mengenali tanda kontur tanah yang rawan tergenang air saat hujan di tempat camping bisa membantu kamu menentukan lokasi mendirikan tenda dengan lebih aman. Hal ini menjadi semakin penting ketika camping dilakukan pada musim hujan atau di kawasan yang memiliki curah hujan tinggi. Tanah yang terlihat kering saat cuaca cerah belum tentu aman ketika hujan turun selama beberapa jam.

Sebelum memasang tenda, coba amati kondisi permukaan tanah dan vegetasi di sekitarnya untuk mengetahui apakah lokasi tersebut berpotensi menjadi tempat berkumpulnya air.

1. Bentuk tanah cekung atau depresi

ilustrasi tenda camping (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah permukaan tanah yang berbentuk cekung atau lebih rendah dibandingkan area di sekitarnya. Kontur seperti ini cenderung menjadi titik berkumpulnya air karena air hujan dari bagian yang lebih tinggi akan mengalir menuju area yang rendah.

Saat memilih tempat mendirikan tenda, hindari bagian tanah yang terlihat seperti mangkuk, terutama jika berada di antara dua lereng atau cekungan kecil. Walaupun permukaannya terasa kering ketika datang, kondisi tersebut bisa berubah setelah hujan turun.

Kamu bisa membandingkan ketinggian tanah di sekitar lokasi sebelum menentukan tempat. Area yang sedikit lebih tinggi dan memiliki kemiringan ringan biasanya lebih baik daripada bagian paling rendah yang berpotensi menjadi jalur atau tempat penampungan air.

2. Tanah bertekstur lempung padat

ilustrasi tenda camping (unsplash.com/Sergey Chuprin)

Tekstur tanah juga bisa memberikan petunjuk tentang kemampuan area tersebut menyerap air. Tanah yang didominasi lempung dan terasa padat cenderung memiliki kemampuan infiltrasi yang lebih rendah dibandingkan tanah yang lebih gembur, sehingga air dapat lebih lama berada di permukaan.

Ciri lainnya bisa terlihat dari permukaan tanah yang keras, licin ketika basah, atau mudah membentuk genangan setelah hujan. Jika kamu menemukan kondisi seperti ini di sekitar calon lokasi camping, sebaiknya jangan langsung memasang tenda.

Tanah yang padat juga dapat membuat area camping terasa becek ketika hujan berlangsung lama. Selain membuat tenda kurang nyaman, kondisi tersebut dapat menyulitkan kamu untuk bergerak dan menjaga perlengkapan tetap kering.

3. Adanya kubangan kering atau bekas lumpur

ilustrasi memasang tenda (pexels.com/cottonbro studio)

Jangan abaikan kubangan yang sudah mengering atau bekas lumpur meskipun tidak ada air saat kamu tiba. Tanda tersebut bisa menunjukkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya pernah menjadi tempat berkumpulnya air.

Perhatikan warna tanah yang berbeda, endapan lumpur, permukaan yang retak setelah mengering, atau cekungan kecil yang tampak seperti bekas genangan. Jejak seperti ini dapat menjadi petunjuk bahwa area tersebut punya riwayat tergenang ketika hujan.

Kalau menemukan beberapa tanda sekaligus, sebaiknya cari lokasi lain yang lebih tinggi. Kondisi cuaca cerah saat kamu datang tidak menjamin area tersebut tetap kering sepanjang malam, terutama jika prakiraan menunjukkan kemungkinan hujan.

4. Vegetasi khas lahan basah

ilustrasi memasang tenda (pexels.com/cottonbro studio)

Jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitar lokasi juga bisa membantu kamu membaca kondisi tanah. Beberapa vegetasi lebih sering ditemukan pada area yang memiliki kelembapan tinggi atau tanah yang cenderung basah.

Jika suatu lokasi dipenuhi tumbuhan yang menyukai lingkungan lembap, kamu perlu lebih waspada. Terlebih jika vegetasi tersebut tumbuh bersama tanah yang lunak, cekung, atau memiliki bekas genangan. Bukan berarti setiap area dengan tumbuhan tersebut pasti akan tergenang ketika hujan. Namun, keberadaan vegetasi khas lahan basah bisa menjadi salah satu petunjuk tambahan bahwa kondisi drainase atau kelembapan tanah di lokasi tersebut perlu diperhatikan.

Menentukan tempat camping saat musim hujan membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi tanah dan lingkungan sekitar. Bentuk tanah cekung, lempung padat, bekas kubangan, serta vegetasi yang menyukai lahan basah dapat menjadi tanda bahwa sebuah lokasi berpotensi menampung air ketika hujan.

Sebelum mendirikan tenda, luangkan waktu untuk mengamati kontur dan permukaan tanah terlebih dahulu. Dengan memilih area yang sedikit lebih tinggi, tidak berada di cekungan, dan memiliki kondisi tanah yang lebih baik; kamu bisa mengurangi risiko tenda kebanjiran dan camping tetap nyaman meski hujan turun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article