Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Aturan Minum Alkohol di Pesawat, Ada Batas Aman yang Perlu Kamu Tahu
ilustrasi pesawat terbang (pixabay.com/Nel_Botha)

Bagi sebagian orang, minum alkohol di pesawat jadi cara cepat untuk lebih rileks selama penerbangan. Entah untuk mengusir bosan, menghangatkan badan, atau sekadar menemani waktu istirahat di udara. Tapi, tahukah kamu kalau minum alkohol di pesawat tidak bisa sembarangan?

Ada aturan khusus dan batas aman yang perlu dipahami agar perjalanan tetap nyaman dan aman. Tekanan udara, kondisi tubuh, hingga kebijakan maskapai bisa memengaruhi efek alkohol saat terbang. Yuk, simak aturan minum alkohol di pesawat supaya kamu tidak salah langkah.

1. Alkohol di ketinggian berefek lebih kuat

ilustrasi minum alkohol (pixabay.com/Alexas_Fotos)

Minum alkohol di pesawat bisa terasa lebih cepat naik dibandingkan di darat. Hal ini terjadi karena tekanan udara di kabin membuat kadar oksigen dalam darah menurun. Akibatnya, tubuh lebih sensitif terhadap alkohol.

Meski jumlah yang diminum sedikit, efek pusing dan mengantuk bisa terasa lebih intens. Inilah alasan mengapa batas aman minum alkohol di pesawat harus diperhatikan. Maskapai pun biasanya membatasi jumlah minuman beralkohol yang disajikan.

2. Tidak semua alkohol boleh dikonsumsi

ilustrasi lorong pesawat (unsplash.com/Kenny Eliason)

Penumpang hanya diperbolehkan minum alkohol yang disajikan oleh kru pesawat. Alkohol yang dibawa sendiri dari luar tidak boleh dikonsumsi selama penerbangan. Aturan ini berlaku di hampir semua maskapai penerbangan.

Tujuannya untuk menjaga keamanan dan memastikan konsumsi tetap terkendali. Jika melanggar, penumpang bisa mendapat teguran hingga sanksi serius. Jadi, jangan nekat membuka botol sendiri di dalam kabin.

3. Ada batas jumlah minuman yang disajikan

ilustrasi alkohol (pixabay.com/justinedgecreative)

Kru kabin berhak menolak menyajikan alkohol jika penumpang dianggap sudah cukup minum. Ini dilakukan demi keselamatan bersama selama penerbangan. Penumpang yang terlihat mabuk bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Setiap maskapai memiliki kebijakan internal tentang batas penyajian alkohol. Biasanya, minuman akan diberikan secara bertahap dan diawasi. Jadi, jangan heran kalau pramugari tiba-tiba bilang cukup dengan sopan.

4. Minum alkohol saat terbang bisa memicu dehidrasi

ilustrasi alkohol (pixabay.com/panterxart)

Udara di dalam kabin pesawat cenderung kering dan minim kelembapan. Alkohol bersifat diuretik yang membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kombinasi keduanya bisa menyebabkan dehidrasi ringan hingga sedang.

Oleh karena itu, penumpang dianjurkan memperbanyak minum air putih. Mengimbangi alkohol dengan air bisa membantu tubuh tetap segar selama penerbangan. Cara ini juga mengurangi risiko sakit kepala setelah mendarat.

5. Kondisi tubuh dan durasi penerbangan sangat berpengaruh

ilustrasi suasana di dalam pesawat (pixabay.com/OrnaW)

Efek alkohol di pesawat bisa berbeda pada setiap orang. Faktor seperti kelelahan, kurang tidur, dan kondisi kesehatan sangat memengaruhi reaksi tubuh. Penerbangan jarak jauh juga membuat tubuh lebih rentan terhadap efek samping alkohol.

Bagi sebagian orang, minum alkohol justru membuat tidur tidak nyenyak di pesawat. Alih-alih rileks, tubuh bisa terasa lebih lelah saat tiba. Maka dari itu, penting mengenali batas diri sendiri.

Minum alkohol di pesawat boleh saja, asal tetap tahu aturan dan batas amannya. Kalau ingin perjalanan lebih nyaman, dengarkan tubuhmu dan patuhi arahan kru kabin. Siapa tahu, menikmati penerbangan dengan air putih dan film favorit justru terasa jauh lebih menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team