Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Etika Tak Tertulis di Disneyland yang Sering Dilanggar Pengunjung
ilustrasi Disneyland (unsplash.com/Steven Beyer)
  • Pengunjung Disneyland dikeluhkan karena berbicara keras dan mengucapkan dialog wahana, yang dapat mengganggu suasana imersif serta pengalaman pengunjung lain.
  • Merekam berlebihan saat menaiki wahana, termasuk layar terang dan percakapan untuk konten, dinilai mengurangi kenyamanan orang-orang di sekitar.
  • Pengunjung disarankan tidak berhenti mendadak di jalur ramai dan tetap mempertimbangkan kenyamanan bersama saat menikmati Disneyland.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pergi ke Disneyland tentu menjadi pengalaman yang ingin dinikmati dengan maksimal. Setelah mengantre panjang, mengeluarkan biaya cukup besar, dan meluangkan waktu khusus, kamu pasti berharap bisa menikmati setiap wahana tanpa gangguan. Namun, pengalaman menyenangkan di taman hiburan ternyata gak hanya bergantung pada wahana atau atraksi yang tersedia. Sikap pengunjung lain juga bisa menentukan apakah kunjunganmu terasa seru atau justru bikin kesal. Beberapa perilaku bahkan dianggap sebagai etika tak tertulis yang sebaiknya diperhatikan selama berada di Disneyland.

Hal ini menjadi perhatian sejumlah pengunjung Disneyland yang merasa pengalaman mereka terganggu akibat perilaku orang lain. Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan kebiasaan berbicara terlalu keras, merekam secara berlebihan, hingga berhenti tiba-tiba di tengah jalan. Supaya kunjunganmu tetap menyenangkan tanpa mengganggu orang lain, ada beberapa etika sederhana saat mengunjungi Disneyland yang sebaiknya kamu perhatikan.

1. Jangan berbicara keras saat menikmati wahana

ilustrasi Disneyland (pexels.com/John Giannis Tekeridis)

Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah kebiasaan berbicara keras ketika berada di dalam wahana. Disneyland memiliki sejumlah atraksi yang dirancang dengan konsep imersif sehingga pengunjung seolah-olah masuk ke dalam cerita. Ketika kamu terus mengobrol atau berteriak sepanjang perjalanan, suara tersebut bisa mengganggu orang lain yang sedang menikmati suasana. Apalagi kalau percakapannya sama sekali gak berkaitan dengan pengalaman di dalam wahana.

Penulis SFGATE, Katie Dowd, menyoroti kebiasaan pengunjung yang berbicara keras atau bahkan mengucapkan narasi wahana dari awal sampai akhir. Menurutnya, gak semua pengunjung sudah pernah mendengar dialog atau narasi tersebut sehingga mengulanginya dengan suara keras dapat mengurangi pengalaman orang lain. Keluhan serupa juga muncul dalam diskusi pengunjung Disneyland di Reddit, terutama terkait wahana Pirates of the Caribbean. Jadi, kalau kamu sudah berada di dalam wahana, cobalah menikmati cerita dan suasananya tanpa perlu menguasai seluruh perjalanan dengan suara sendiri.

2. Hindari mengucapkan dialog wahana terus-menerus

ilustrasi Disneyland (pexels.com/John Giannis Tekeridis)

Mungkin kamu sudah hafal setiap dialog dari wahana favorit karena sudah berkali-kali menaikinya. Rasanya memang menyenangkan bisa ikut mengucapkan setiap kalimat sebelum karakter di dalam wahana menyampaikannya. Namun, kebiasaan tersebut belum tentu menyenangkan bagi pengunjung lain yang baru pertama kali mencoba wahana tersebut. Mereka mungkin justru ingin mendengar cerita dan dialog aslinya tanpa ada suara tambahan dari orang di sebelahnya.

Keluhan mengenai kebiasaan mengucapkan narasi wahana secara lengkap juga menjadi bagian dari diskusi mengenai etika tak tertulis di Disneyland. Beberapa pengunjung menganggap perilaku tersebut dapat mengurangi atmosfer yang sengaja dibangun oleh pihak taman hiburan. Jadi, meskipun kamu sangat hafal dialog sebuah wahana, ada baiknya menyimpannya untuk diri sendiri. Dengan begitu, pengunjung lain tetap bisa menikmati kejutan dan pengalaman pertama mereka.

3. Jangan terlalu sibuk merekam sepanjang perjalanan

ilustrasi Disneyland (unsplash.com/steven lozano)

Mengabadikan momen saat berada di Disneyland tentu wajar. Kamu mungkin ingin menyimpan video ketika menaiki wahana atau membuat konten untuk media sosial. Namun, masalah bisa muncul ketika aktivitas merekam justru membuat orang lain kehilangan pengalaman menikmati wahana secara langsung. Cahaya layar yang terlalu terang, suara ketika melakukan siaran langsung, atau aktivitas berbicara kepada kamera sepanjang perjalanan bisa mengganggu pengunjung di sekitar.

Sejumlah pengunjung dalam diskusi online bahkan mengeluhkan penggunaan kamera dengan tingkat kecerahan layar yang mengganggu saat berada di wahana. Ada pula yang merasa pengalaman mereka terganggu karena pengunjung lain terus melakukan percakapan ketika merekam. Karena itu, kalau kamu ingin membuat konten, tetap perhatikan situasi sekitar, ya. Jangan sampai keinginan mendapatkan video bagus membuat orang lain kehilangan kesempatan menikmati atraksi dengan nyaman.

4. Jangan berhenti mendadak di tengah jalan

ilustrasi Disneyland (pexels.com/Harry Tucker)

Berjalan di area Disneyland membutuhkan perhatian terhadap orang-orang di sekitarmu. Tempat seperti ini biasanya ramai sehingga arus pengunjung bisa terus bergerak dari satu area ke area lain. Ketika kamu tiba-tiba berhenti di tengah jalan untuk mengecek peta, mengambil foto, atau menentukan tujuan berikutnya, orang di belakangmu bisa ikut terhenti. Kondisi tersebut semakin merepotkan ketika kamu berjalan bersama rombongan dalam jumlah banyak.

Kebiasaan berhenti secara mendadak juga disebut sebagai salah satu perilaku yang dianggap mengganggu dalam diskusi mengenai etika tak tertulis di taman hiburan. Solusinya sebenarnya sederhana, yakni menepi terlebih dahulu ketika ingin mengambil foto atau berdiskusi dengan teman. Kamu tetap bisa mengabadikan momen tanpa menghambat pengunjung lain. Sedikit kesadaran terhadap ruang di sekitar bisa membuat pergerakan semua orang menjadi lebih lancar.

5. Ingat kalau kamu bukan satu-satunya pengunjung

ilustrasi Disneyland (unsplash.com/Avel Chuklanov)

Saat sudah menghabiskan uang dan waktu untuk pergi ke Disneyland, sangat wajar kalau kamu ingin mendapatkan pengalaman sebaik mungkin. Namun, keinginan tersebut sebaiknya tetap dibarengi dengan kesadaran bahwa pengunjung lain juga membayar untuk menikmati pengalaman mereka. Kamu mungkin merasa bebas berbicara, merekam, atau bercanda karena sedang menikmati liburan. Akan tetapi, perilaku tersebut tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan orang-orang di sekitar.

Berbagai keluhan pengunjung yang muncul di media sosial menunjukkan bahwa persoalan etika di taman hiburan sering kali sebenarnya berkaitan dengan hal-hal sederhana. Berbicara dengan volume wajar, gak menghalangi jalan, serta memperhatikan penggunaan kamera sudah cukup membantu. Kamu gak harus menjadi pengunjung yang serba kaku selama berada di Disneyland. Cukup pastikan kesenanganmu gak sampai mengurangi kesenangan orang lain.

Menikmati Disneyland dengan nyaman ternyata gak hanya soal memilih wahana populer atau datang pada waktu yang tepat. Cara kamu bersikap selama berada di tengah keramaian juga punya peran penting dalam menciptakan pengalaman yang menyenangkan.

Beberapa kebiasaan seperti berbicara keras, mengucapkan dialog wahana, merekam secara berlebihan, dan berhenti mendadak mungkin terlihat sepele. Namun bagi pengunjung lain, hal tersebut bisa cukup mengganggu pengalaman yang sudah mereka nantikan. Jadi, saat berkunjung ke Disneyland, cobalah menikmati keseruanmu sambil tetap memberi ruang bagi orang lain untuk mendapatkan pengalaman terbaik mereka, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article