Debu di jalur pendakian bisa muncul tiba-tiba, terutama saat musim kemarau yang membuat tanah lebih kering dan debu jadi mudah terangkat. Angin yang semula terasa ringan dapat berubah cepat menjadi pusaran debu yang mengganggu napas, mata, dan pandangan. Dalam kondisi seperti ini, pendaki perlu bergerak cermat dan segera melindungi diri.
Badai debu dapat menurunkan jarak pandang dan membuat pendaki sulit memastikan arah jalur. Tetap memaksa berjalan tanpa menutup hidung, mulut, dan mata dapat membuat perjalanan jauh lebih berisiko. Supaya pendakian tidak berubah menjadi situasi berbahaya, pahami cara menghadapi badai debu saat mendaki berikut ini.
