Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Penyebab Kaki Pendaki Sering Melepuh Saat Trekking
ilustrasi sepatu gunung (pexels.com/Diogo Miranda)
  • Kaki melepuh saat trekking sering terjadi karena ukuran sepatu tidak pas, menyebabkan gesekan berulang di tumit, jari, dan telapak kaki hingga menimbulkan rasa sakit.

  • Kaus kaki lembap atau berbahan katun memperbesar risiko lecet karena menahan keringat dan membuat kulit mudah iritasi; bahan sintetis lebih disarankan untuk menjaga kaki tetap kering.

  • Mengabaikan titik panas di kaki serta memakai sepatu baru tanpa adaptasi dapat memicu luka melepuh, sehingga penting mengenali tanda awal dan memastikan perlengkapan sudah nyaman sebelum mendaki.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melepuh pada kaki jadi salah satu masalah yang paling sering dialami pendaki, terutama saat jalur trekking mulai menanjak dan perjalanan makin panjang. Kondisi ini memang terlihat sepele, tapi kalau dibiarkan bisa bikin langkah terasa sakit hingga mengganggu perjalanan menuju puncak. Hal ini juga bisa menyebabkan beberapa pendaki harus dievakuasi tim SAR.

Banyak pendaki pemula mengira kaki melepuh cuma disebabkan medan yang berat. Padahal, penyebabnya bisa datang dari hal sederhana seperti sepatu, kaus kaki, sampai kebiasaan mengabaikan titik panas di kaki saat mendaki. Jangan anggap sepele, yuk simak beberapa penyebabnya.

1. Ukuran sepatu yang tidak pas

ilustrasi sepatu hiking (pexels.com/Maël BALLAND)

Salah satu penyebab utama kaki pendaki sering melepuh saat trekking adalah ukuran sepatu yang tidak pas. Sepatu yang terlalu sempit bikin kaki terus bergesekan dengan bagian dalam sepatu, sementara sepatu yang terlalu longgar membuat kaki mudah bergeser saat berjalan.

Gesekan berulang inilah yang akhirnya memicu lecet hingga melepuh. Biasanya area yang paling sering terkena adalah tumit, jari kaki, dan sisi telapak kaki. Apalagi kalau jalur pendakian penuh turunan tajam, tekanan pada kaki bakal terasa lebih besar.

Karena itu, penting banget memilih sepatu gunung dengan ukuran yang nyaman. Sisakan sedikit ruang di bagian depan agar jari kaki gak tertekan saat menurun. Sebaiknya kamu mencoba sepatu dengan kaus kaki khusus hiking agar fitting sepatu terasa lebih akurat dan nyaman saat dipakai mendaki.

2. Kaus kaki yang basah atau lembap

ilustrasi kaos kaki (pexels.com/Susanne Jutzeler, suju-foto)

Kaus kaki yang basah atau terlalu lembap juga jadi faktor besar penyebab kaki melepuh. Saat kaki berkeringat atau terkena air hujan, kondisi lembap membuat kulit lebih lunak dan gampang mengalami iritasi akibat gesekan. Masalah ini sering terjadi saat pendaki menggunakan kaus kaki terlalu lama tanpa diganti. Selain itu, mendaki dengan sepatu yang ventilasinya buruk juga bikin kelembapan terjebak di dalam sepatu.

Kalau kamu mendaki dalam waktu panjang, usahakan selalu membawa cadangan kaus kaki. Mengganti kaus kaki ketika mulai terasa basah bisa membantu menjaga kaki tetap nyaman. Jangan lupa mengeringkan kaki terlebih dahulu sebelum memakai kaus kaki baru agar kulit tidak terus lembap.

3. Pemilihan material kaus kaki yang salah

Ilustrasi kaus kaki pendaki (pexels.com/Lum3n)

Banyak orang masih menganggap semua kaus kaki punya fungsi yang sama untuk mendaki. Padahal, material kaus kaki sangat berpengaruh terhadap kenyamanan kaki selama perjalanan. Kaus kaki berbahan katun misalnya, cenderung mudah menyerap keringat tapi sulit cepat kering. Akibatnya, kaki jadi lembap lebih lama dan risiko lecet meningkat. Sebaliknya, bahan seperti wol sintetis atau campuran polyester lebih baik untuk aktivitas outdoor karena mampu menjaga kaki tetap kering.

Selain material, ketebalan kaus kaki juga perlu diperhatikan. Kaus kaki yang terlalu tipis biasanya kurang mampu melindungi kaki dari tekanan dan gesekan. Sementara yang terlalu tebal bisa membuat kaki terasa sempit di dalam sepatu. Supaya lebih aman, pilih kaus kaki khusus hiking yang memang dirancang untuk aktivitas trekking. Biasanya kaus kaki jenis ini punya bantalan tambahan di area tumit dan telapak kaki sehingga lebih nyaman digunakan dalam perjalanan jauh.

4. Sepatu yang belum dipatahkan (unbroken-in)

ilustrasi sepatu hiking terbaik (unsplash.com/Patrik László)

Kesalahan lain yang cukup sering dilakukan pendaki adalah langsung memakai sepatu baru untuk naik gunung. Padahal, sepatu yang belum dipatahkan atau masih unbroken-in biasanya masih kaku dan belum mengikuti bentuk kaki penggunanya. Kondisi ini bikin beberapa bagian sepatu terasa menekan area tertentu pada kaki. Akibatnya, gesekan terus terjadi sepanjang perjalanan dan memicu lecet hingga melepuh.

Sebelum dipakai mendaki, sebaiknya gunakan sepatu baru untuk aktivitas ringan terlebih dahulu. Kamu bisa memakainya saat jalan santai, pergi ke kampus, atau latihan hiking pendek. Cara ini membantu sepatu menjadi lebih lentur dan nyaman saat dipakai di jalur pendakian sebenarnya. Selain itu, kamu juga jadi bisa mengetahui apakah ada bagian sepatu yang terasa mengganggu sebelum dibawa naik gunung.

5. Mengabaikan titik panas (hot spots)

ilustrasi memilih sepatu gunung (pexels.com/Kennst du schon die Umkreisel App?)

Dalam dunia pendakian, ada istilah hot spots yang mengacu pada area kaki yang mulai terasa panas atau perih akibat gesekan. Banyak pendaki sering mengabaikan tanda awal ini karena merasa masih bisa berjalan normal. Padahal, hot spots adalah sinyal awal sebelum lecet berubah menjadi melepuh. Kalau langsung ditangani, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah agar tidak semakin parah.

Saat mulai merasakan bagian kaki terasa panas atau tidak nyaman, sebaiknya segera berhenti sejenak. Kamu bisa mengatur ulang posisi kaus kaki, mengencangkan tali sepatu, atau menempelkan plester khusus pada area yang terasa sakit. Langkah sederhana ini sering dianggap sepele, padahal sangat membantu menjaga kondisi kaki tetap aman selama pendakian panjang.

Kaki melepuh saat trekking memang jadi masalah umum yang sering dialami pendaki, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah kalau kamu lebih memperhatikan kenyamanan kaki sejak awal perjalanan.

Mulai dari memilih ukuran sepatu yang pas, menggunakan kaus kaki yang tepat, sampai tidak mengabaikan hot spots, semuanya punya peran penting untuk menjaga kaki tetap nyaman di jalur pendakian. Jadi, sebelum naik gunung lagi, pastikan perlengkapan kaki kamu sudah benar supaya perjalanan tetap aman dan menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article

Apa Itu Everest Base Camp? 07 Jun 2026, 13:45 WIBTravel