Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Waktu Terbaik Mengunjungi Nara, Sesuai Gaya Liburanmu
potret Hozanji Nara (commons.wikimedia.org/ignis)

Berencana liburan ke Jepang dan ingin suasana yang lebih tenang dari kota besar? Nara bisa jadi pilihan tepat dengan nuansa tradisional, kuil bersejarah, dan rusa-rusa jinak yang ikonik. Tapi, agar liburanmu terasa maksimal, memilih waktu yang tepat untuk berkunjung adalah hal yang penting.

Setiap musim di Nara menawarkan pengalaman yang berbeda dan cocok untuk gaya liburan tertentu. Ada waktu terbaik untuk kamu yang suka fotografi, jalan santai, dan berburu festival budaya. Yuk, cari tahu waktu terbaik mengunjungi Nara sesuai gaya liburanmu.

1. Musim semi untuk pencinta sakura dan jalan santai

potret rusa di Nara Park (commons.wikimedia.org/Oren Rozen)

Musim semi sekitar akhir Maret hingga awal April adalah waktu favorit banyak wisatawan mengunjungi Nara. Bunga sakura bermekaran di Nara Park, menciptakan pemandangan romantis yang sayang dilewatkan. Suasana sejuk juga membuat aktivitas jalan kaki terasa lebih nyaman.

Bagi kamu yang suka liburan santai sembari menikmati alam, musim ini sangat cocok. Kamu bisa berjalan perlahan menyusuri taman, berfoto bersama rusa, dan menikmati keindahan kuil dengan latar bunga sakura. Pengalaman liburan pun terasa lebih hangat dan berkesan.

2. Musim panas untuk pemburu festival tradisional

potret Nara (commons.wikimedia.org/Nryate)

Jika kamu menyukai keramaian dan budaya lokal, musim panas adalah waktu yang pas mengunjungi Nara. Pada bulan Agustus, ada festival Nara Tokae yang terkenal dengan ribuan lentera menghiasi kota. Suasana malam hari terasa magis dan sangat fotogenik.

Meski cuaca cukup panas, festival ini menjadi daya tarik utama wisata musim panas di Nara. Kamu bisa merasakan kehidupan lokal yang lebih hidup dan penuh warna. Pastikan memilih pakaian yang nyaman agar tetap bisa menikmati acara hingga malam.

3. Musim gugur untuk penikmat fotografi alam

potret rusa di Nara Park (commons.wikimedia.org/Marek Ślusarczyk)

Musim gugur sekitar Oktober hingga November adalah waktu terbaik bagi kamu yang hobi fotografi. Daun momiji berubah warna menjadi merah dan oranye, menghiasi kuil dan taman di Nara. Pemandangannya terlihat dramatis dan sangat estetik.

Cuaca yang sejuk juga mendukung aktivitas eksplorasi luar ruangan. Kamu bisa mengambil foto di Todai-ji atau Kasuga Taisha dengan latar dedaunan gugur. Setiap sudut kota terasa seperti lukisan hidup.

4. Musim dingin untuk wisata tenang dan hemat

potret Kuil Todaiji diselimuti salju (commons.wikimedia.org/Degueulasse)

Bagi kamu yang ingin liburan tanpa keramaian, musim dingin bisa jadi pilihan menarik. Jumlah wisatawan biasanya lebih sedikit, sehingga kamu bisa menikmati Nara dengan suasana yang lebih damai. Harga penginapan pun cenderung lebih ramah di kantong.

Meski udara cukup dingin, pemandangan kuil yang diselimuti suasana musim dingin terasa unik. Kamu bisa menjelajah kota dengan lebih leluasa tanpa antre panjang. Cocok untuk kamu yang menyukai perjalanan reflektif dan tenang.

5. Akhir pekan panjang Jepang untuk pengalaman lokal

potret Hozanji Nara (commons.wikimedia.org/ignis)

Mengunjungi Nara saat akhir pekan panjang atau hari libur nasional Jepang menawarkan pengalaman yang berbeda. Kota akan lebih ramai, namun kamu bisa melihat bagaimana warga lokal menikmati waktu libur mereka. Banyak acara kecil dan kegiatan budaya yang bermunculan.

Waktu ini cocok untuk kamu yang ingin merasakan atmosfer lokal secara lebih autentik. Interaksi dengan penduduk setempat pun terasa lebih hidup. Pastikan merencanakan perjalanan lebih awal agar tetap nyaman.

Apa pun gaya liburanmu, Nara selalu punya waktu istimewa untuk dikunjungi. Tinggal sesuaikan dengan suasana yang ingin kamu rasakan, lalu biarkan kota kecil ini memberi cerita perjalanan yang tak terlupakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team