Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Etika Menggunakan Reclining Seat di Penerbangan Long-Haul
ilustrasi kursi pesawat (unsplash.com/Suhyeon Choi)

Penerbangan jarak jauh atau long-haul flight sering membuat penumpang ingin mencari posisi duduk yang lebih nyaman. Salah satu cara paling mudah adalah dengan memanfaatkan fitur reclining seat atau kursi yang bisa disandarkan ke belakang.

Namun, penggunaan reclining seat sering menimbulkan konflik kecil antarpenumpang. Banyak orang langsung menyandarkan kursi tanpa memperhatikan kondisi penumpang di belakangnya. Padahal, ada etika sederhana yang sebaiknya kamu perhatikan agar perjalanan tetap nyaman untuk semua orang.

Berikut enam etika menggunakan reclining seat saat penerbangan long-haul yang penting kamu pahami.

1. Cek kondisi penumpang di belakang

ilustrasi kursi pesawat (unsplash.com/Gerrie van der Walt)

Sebelum menyandarkan kursi, sebaiknya kamu melihat dulu kondisi penumpang di belakang. Hal ini penting karena mereka mungkin sedang makan, bekerja dengan laptop, atau menaruh minuman di meja lipat.

Jika kamu langsung merebahkan kursi tanpa melihat situasi, minuman bisa tumpah atau laptop mereka bisa terjepit. Tindakan sederhana seperti menoleh sebentar bisa menghindari situasi tidak menyenangkan selama penerbangan. Etika ini juga menunjukkan bahwa kamu menghargai ruang pribadi orang lain.

2. Sandarkan kursi secara perlahan

ilustrasi bagasi pesawat (pexels.com/Kelly)

Kesalahan yang sering terjadi adalah menyandarkan kursi secara tiba-tiba dan penuh. Hal ini bisa mengejutkan penumpang di belakang dan membuat mereka tidak nyaman.

Cara yang lebih sopan adalah merebahkan kursi secara perlahan. Dengan begitu, penumpang di belakang punya waktu untuk menyesuaikan posisi mereka. Selain itu, kamu juga bisa memastikan apakah posisi kursi sudah terlalu mengganggu atau masih dalam batas wajar.

3. Hindari menyandarkan kursi saat waktu makan

ilustrasi kabin pesawat (pexels.com/Erik Mclean)

Saat awak kabin mulai membagikan makanan, sebaiknya kembalikan kursi ke posisi tegak. Ini merupakan etika umum dalam penerbangan. Jika kursimu tetap dalam posisi rebah, meja makan penumpang di belakang akan menjadi lebih sempit. Mereka bisa kesulitan makan dengan nyaman.

Maskapai biasanya juga akan meminta penumpang menegakkan kursi saat waktu makan. Jadi, mengikuti aturan ini membuat suasana kabin tetap tertib.

4. Jangan memaksimalkan sudut recline terlalu lama

ilustrasi kursi pesawat kelas bisnis (unsplash.com/frugalflyer)

Memang kursi pesawat dirancang untuk bisa direbahkan, tetapi bukan berarti kamu harus menggunakannya secara maksimal sepanjang penerbangan.

Jika kursi direbahkan terlalu lama, ruang kaki penumpang di belakang akan semakin sempit. Apalagi jika mereka memiliki tubuh tinggi atau sedang bekerja dengan laptop. Gunakan fitur reclining seat secara bijak dan situasional, misalnya saat ingin tidur atau beristirahat sebentar.

5. Tegakkan kursi saat takeoff dan landing

ilustrasi anak di dalam pesawat (pexels.com/Rahul Singh)

Ini bukan hanya soal etika, tetapi juga aturan keselamatan penerbangan. Saat pesawat lepas landas (takeoff) dan mendarat (landing), kursi harus berada dalam posisi tegak. Posisi ini membantu penumpang berada dalam kondisi paling aman jika terjadi situasi darurat.

Selain itu, kursi yang tegak juga memudahkan penumpang di belakang untuk keluar dari kursinya jika diperlukan. Jadi, pastikan kamu mengikuti instruksi dari awak kabin terkait posisi kursi.

6. Gunakan empati selama penerbangan

ilustrasi kursi pesawat (unsplash.com/ Nathana Rebouças)

Etika paling penting sebenarnya adalah menggunakan empati. Ingat bahwa pesawat adalah ruang bersama yang dipakai oleh banyak orang dengan kebutuhan berbeda. Ada penumpang yang ingin tidur, ada yang bekerja, dan ada juga yang sedang bepergian dengan anak kecil. Dengan mempertimbangkan kenyamanan orang lain, kamu bisa membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Jika penumpang di belakang terlihat kesulitan atau meminta sedikit ruang, tidak ada salahnya untuk menyesuaikan posisi kursi. Sikap saling menghargai seperti ini membuat pengalaman penerbangan menjadi lebih harmonis.

Menggunakan reclining seat saat penerbangan long-haul memang bisa membuat perjalanan lebih nyaman. Namun, kenyamanan pribadi tetap harus diimbangi dengan kesadaran terhadap penumpang lain.

Dengan menerapkan enam etika sederhana seperti mengecek kondisi penumpang di belakang, merebahkan kursi secara perlahan, hingga menggunakan empati, kamu bisa menghindari konflik kecil di dalam kabin pesawat.

Pada akhirnya, perjalanan jauh akan terasa jauh lebih menyenangkan ketika semua penumpang saling menghargai ruang dan kenyamanan satu sama lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team