ilustrasi mengisi formulir online (pexels.com/Anna Shvets)
Meski terlihat sederhana, pengisian digital arrival card tetap perlu dilakukan dengan teliti. Salah memasukkan data bisa membuat proses kedatangan menjadi kurang lancar.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengisi data tidak sesuai dengan paspor. Pastikan nama, nomor paspor, kewarganegaraan, dan informasi pribadi lainnya ditulis sesuai dokumen perjalanan. Jangan sampai ada typo hanya karena terburu-buru mengisinya.
Kesalahan berikutnya adalah salah memasukkan informasi penerbangan atau tanggal kedatangan. Sebelum menekan tombol kirim, cek kembali detail penerbangan yang sudah dimasukkan. Hal kecil seperti ini bisa membuat data deklarasi tidak sesuai dengan perjalanan sebenarnya.
Selain itu, kamu juga sebaiknya tidak mengisi formulir melalui situs yang tidak resmi. Terakhir, jangan lupa menyimpan atau memastikan kode QR sudah tersedia setelah deklarasi sistem. Dengan begitu, kamu gak perlu panik mencari-cari bukti pengisian ketika sudah berada di bandara.
Pada akhirnya, digital arrival card adalah formulir kedatangan digital yang perlu diketahui wisatawan sebelum melakukan perjalanan internasional. Perlu diingat bahwa digital arrival card berbeda dengan visa sehingga keduanya tidak bisa saling menggantikan. Dengan menyiapkan paspor, detail perjalanan, alamat tujuan, dan informasi barang bawaan sejak awal, proses pengisiannya bisa dilakukan dengan lebih mudah serta perjalanan pun terasa lebih tenang.