Potret wisatawan berkunjung ke Taj Mahal, India (pixabay.com/wiganparky0)
Pajak turis tidak hanya satu jenis, melainkan memiliki beberapa bentuk yang berbeda. Ada yang berupa pajak hotel, pajak masuk destinasi wisata, atau pajak lingkungan. Setiap jenisnya memiliki aturan dan cara pembayaran yang berbeda.
Selain itu, beberapa negara juga menerapkan pajak keberlanjutan untuk menjaga kelestarian alam. Pajak ini biasanya digunakan untuk mengurangi dampak negatif dari pariwisata massal. Jadi, wisatawan secara tidak langsung ikut berkontribusi menjaga destinasi tersebut.
Sumber dan contoh jenis pajak turis:
Secara umum, jenis-jenis pajak turis di berbagai negara dapat dikategorikan berdasarkan praktik yang banyak diterapkan di destinasi global. Berikut beberapa jenis pajak turis yang umum ditemukan di dunia.
Pajak akomodasi (hotel tax atau occupancy tax), dibebankan per malam menginap, banyak diterapkan di kota wisata seperti Paris dan Tokyo.
City tax atau tourist tax, merupakan pajak khusus wisatawan yang dibayar saat menginap atau tiba di kota tertentu, contohnya di Rome dan Barcelona.
Environmental tax (eco tax) digunakan untuk menjaga lingkungan, seperti yang diterapkan di Bali dan Maldives.
Entry atau arrival tax, dibayarkan saat masuk ke suatu negara atau wilayah, misalnya di Japan dan New Zealand.
Cruise passenger tax, khusus wisatawan kapal pesiar yang singgah di pelabuhan tertentu, seperti di Caribbean.
Jenis-jenis pajak ini terus berkembang seiring meningkatnya jumlah wisatawan global. Banyak pemerintah mulai menyesuaikan kebijakan terkait, agar pariwisata tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan dan budaya lokal.