- Membayar harga penuh di toko (termasuk pajak).
- Simpan semua struk dan bukti pembelian.
- Saat meninggalkan Jepang di bandara atau pelabuhan, klaim refund pajak di customs (bea cukai) dengan menunjukkan struk, paspor, dan barang.
- Refund bisa diterima lewat tunai atau transfer kartu kredit. Refund ini bisa dilakukan maksimal 90 hari setelah keluar dari Jepang.
Akomodasi Kyoto Makin Mahal Imbas Kenaikan Pajak Turis di Jepang

- Jepang berencana menaikkan pajak keberangkatan (International Tourist Tax) dari ¥1.000 menjadi ¥3.000 per orang, dengan target mulai berlaku 1 Juli 2026.
- Kyoto juga akan menaikkan accommodation tax mulai 1 Maret 2026, dengan skema bertingkat berdasarkan tarif kamar—mulai dari ¥200–¥400 untuk kategori murah/menengah hingga ¥10.000 per orang per malam untuk akomodasi mewah.
- Perubahan lain ada di sistem tax-free shopping: mulai 1 November 2026, skemanya bergeser dari bebas pajak langsung di toko menjadi refund saat keberangkatan (wisatawan membayar harga termasuk pajak, lalu klaim pengembalian di bandara/pelabuhan dengan struk, paspor, dan barang).
- Kebijakan-kebijakan ini ditujukan untuk membantu mengatasi overtourism, sekaligus menambah pendanaan untuk infrastruktur, pengelolaan pariwisata, dan layanan publik di destinasi populer.
Liburan ke Jepang yang selama ini jadi impian banyak orang, kini perlu dipersiapkan lebih matang. Sebab, pemerintah Jepang berencana menerapkan kenaikan pajak turis (tourist tax) dan memperkenalkan biaya perjalanan baru di tahun 2026 ini.
Tourist tax merupakan pungutan pajak yang dikenakan pemerintah setempat kepada wisatawan asing atau domestik saat berkunjung. Pajak ini bertujuan untuk mendanai infrastruktur, pelestarian lingkungan, pengembangan budaya lokal, serta membatasi kepadatan di destinasi populer. Salah satu tujuan dari kenaikan pajak turis ini adalah untuk menekan overtourism di Negara Matahari Terbit ini.
Jepang sendiri menjadi salah satu destinasi wisata favorit orang Indonesia karena menggabungkan keindahan alam, perpaduan budaya, keamanan tinggi, serta kebersihan dan kerapian kota.
Berencana untuk traveling ke Jepang tahun 2026 ini? Yuk, simak informasi lengkap tentang kenaikan pajak turis di Jepang berikut!
Table of Content
1. Perbandingan harga tourist tax

Dilansir dari Travel + Leisure, Jepang akan secara signifikan meningkatkan pajak bagi wisatawan yang meninggalkan negara tersebut dengan menaikkan pajak keberangkatan dari saat ini yang 1.000 yen (sekitar Rp105.000) menjadi 3.000 yen (sekitar Rp320.000) per orang. Peraturan ini efektif berlaku mulai Juli 2026.
Tak hanya itu saja, bagi kamu yang berencana mengunjungi Kota Kyoto, bersiaplah dengan kenaikan pajak turisnya di harga penginapan mulai 1 Maret 2026. Untuk kamar di bawah 6.000 yen per malam atau sekitar Rp639.000, pajaknya akan sebesar 200 yen atau sekitar Rp21.000. Untuk kamar dengan harga hingga 20.000 yen per malam atau sekitar Rp2,1 juta, pajak akan berlipat ganda menjadi 400 yen atau sekitar Rp42.000.
Kemudian, bagi kamar hotel seharga 50.000 - 100.000 yen atau sekitar Rp5,3-10,6 juta, akan dapat kenaikan pajak menjadi 4.000 yen atau setara Rp426.000. Sementara akomodasi paling mewah dengan harga lebih dari 100.000 yen atau sekitar Rp10,6 juta, pajaknya meningkat sepuluh kali lipat menjadi 10.000 yen atau sekitar Rp1 juta per malam.
2. Alasan naiknya tourist tax

Pemerintah Jepang menaikkan biaya ini untuk mengatasi pariwisata berlebihan atau overtourism yang menyebabkan kemacetan dan meminimalisir perilaku buruk para turis di tempat-tempat wisata. Beberapa kota populer di Jepang yang banyak dikunjungi di antaranya seperti Kyoto, Tokyo, dan Osaka. Selain itu, kenaikan pajak ini juga bermanfaat meningkatkan pendapatan negara untuk memperbaiki fasilitas umum, transportasi, hingga pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.
3. Aturan tax refund Jepang 2026

Selain kenaikan tourist tax, sistem tax-free shopping juga berubah dari pengurangan langsung menjadi sistem refund saat pulang di bandara mulai 1 November 2026. Tax refund Jepang ini berarti kamu bisa mendapatkan kembali sebagian atau seluruh consumption tax yang dibayar saat belanja barang tertentu sebagai wisatawan asing. Ini berlaku untuk barang yang dibeli untuk dibawa keluar Jepang dan biasanya hitungannya sekitar 10% pajak konsumsi yang sudah termasuk dalam harga barang.
Mereka yang bisa klaim tax refund adalah warga asing non-residen yang berkunjung ke Jepang sebagai turis dengan visa sementara (biasanya tinggal kurang dari 6 bulan). Lalu, pembelian harus dilakukan di toko yang ikut program tax-free/tax refund (ditandai logo “Tax-Free”) dan barang yang dibeli harus dibawa keluar Jepang saat kamu pulang.
Syarat tax refund ini adalah minimum pembelanjaan biasanya sekitar ¥5,000 (belum termasuk pajak) di satu toko dalam satu hari untuk mendapatkan pengembalian pajak. Barang yang dibeli harus untuk pemakaian pribadi dan bukan untuk dijual kembali.
Cara mendapatkan tax refund sistem baru yang efektif per 1 November 2026 nanti sebagai berikut:
Itulah informasi tentang kenaikan pajak turis di Jepang di tahun 2026 ini. Dengan kenaikan harga pajak turis tersebut, persiapkan diri dengan baik buat kamu yang akan bepergian ke Jepang tahun ini, ya!


















