ilustrasi pesawat baling-baling (unsplash.com/Bornil Amin)
Sesuai dengan namanya, pesawat baling-baling adalah pesawat yang menggunakan baling-baling atau propeller yang digerakkan mesin, entah itu piston atau turboprop untuk menghasilkan daya dorong. Pesawat ini terbang dengan kecepatan lebih rendah dari pesawat komersil biasanya di ketinggian rendah hingga menengah, sehingga sering digunakan untuk rute pendek atau domestik. Cara kerja ini berbeda dengan pesawat jet yang mengandalkan mesin jet yang dirancang untuk kecepatan dan kemampuan terbang di ketinggian sehingga kerap dipakai untuk penerbangan jarak jauh atau internasional.
Pesawat baling-baling umumnya berukuran lebih kecil dengan kapasitas rendah antara 30 - 70 penumpang. Sebaliknya, pesawat komersial biasa atau jet berukuran jauh lebih besar dengan kapasitas penumpang tinggi antara 100 hingga 600 lebih penumpang.
Contoh beberapa maskapai di Indonesia yang menggunakan pesawat baling-baling di antaranya seperti Wings Air yang sering menggunakan ATR 72 untuk menjangkau kota-kota kecil di Indonesia. Lalu, ada Citilink yang juga mengoperasikan ATR 72, dan Fly Jaya yang fokus pada rute regional dengan armada ATR 72 untuk konektivitas antarkota sekunder.
Selain itu, ada juga Indonesia Air Transport (IAT) yang menggunakan ATR 42-500 untuk penerbangan charter dan kargo, serta pernah digunakan untuk bantuan bencana. Maskapai lainnya ada Dinomin Air, dengan pesawat baling-baling lebih kecil kapasitas 12 kursi dan melayani rute-rute Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Sabu, Ende, Waingapu.