Hari Raya Nyepi merupakan salah satu perayaan keagamaan penting bagi umat Hindu, khususnya di Bali. Nyepi dirayakan setiap Tahun Baru Saka.
Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan keramaian dan pesta, Nyepi justru dirayakan dengan suasana yang sangat tenang. Selama satu hari penuh, aktivitas di Bali hampir berhenti total. Jalanan menjadi sepi, bandara ditutup, dan masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah.
Dalam perayaan Nyepi, umat Hindu menjalankan empat pantangan utama yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian. Aturan tersebut meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api dan lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Semua aturan ini bertujuan untuk menahan diri, refleksi, serta menenangkan pikiran dan jiwa.
Kemudian, muncul banyak pertanyaan, "Apakah boleh makan saat Nyepi?" terutama di kalangan turis. Selengkapnya, yuk, simak penjelasannya berikut ini!
