Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Memilih Gunung untuk Tektok Pemula biar Gak Lelah

5 Tips Memilih Gunung untuk Tektok Pemula biar Gak Lelah
ilustrasi pendaki (pexels.com/kwnos Iv)
Intinya Sih
  • Pendakian tektok makin digemari pendaki pemula karena praktis tanpa menginap, tapi tetap perlu perencanaan matang agar tidak kelelahan atau mengalami risiko di jalur.
  • Pemula disarankan memilih gunung di bawah 2.500 mdpl dengan waktu tempuh total maksimal enam jam serta jalur pendakian yang jelas dan aman.
  • Faktor cuaca, akses menuju basecamp, dan fasilitas pendukung seperti sumber air serta sinyal komunikasi jadi pertimbangan penting demi keamanan dan kenyamanan tektok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tren pendakian tektok makin populer, terutama di kalangan pendaki pemula yang ingin naik gunung tanpa harus menginap. Konsepnya simpel: naik dan turun di hari yang sama.

Namun, meski terdengar praktis, kamu tetap gak boleh asal pilih gunung untuk pendakian tektok, lho. Kalau salah pilih, pengalaman pertama tektok bisa jadi momen kapok yang bikin trauma. Nah, biar pendakianmu aman dan tetap seru, berikut tips menentukan gunung untuk pendaki tektok pemula yang wajib kamu perhatikan.

1. Pilih gunung dengan ketinggian di bawah 2.500 mdpl

ilustrasi mendaki gunung sendirian
ilustrasi mendaki gunung sendirian (pexels.com/Maël BALLAND)

Buat kamu yang baru pertama kali melakukan pendakian tektok, jangan langsung tergoda naik gunung tinggi di atas 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketinggian sangat berpengaruh terhadap stamina dan risiko altitude sickness atau mabuk ketinggian.

Idealnya, pilih gunung dengan ketinggian di bawah 2.500 mdpl. Di ketinggian ini, tubuh masih relatif lebih mudah beradaptasi dengan perubahan tekanan udara. Selain itu, jalur di gunung dengan elevasi menengah biasanya lebih ramah untuk pemula.

Gunung yang terlalu tinggi bukan cuma bikin capek, tapi juga meningkatkan risiko hipotermia jika cuaca berubah tiba-tiba. Ingat, tektok artinya kamu tidak bermalam, jadi manajemen energi harus benar-benar diperhitungkan.

2. Perhatikan estimasi total pendakian

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Katya-Wolf)

Tips menentukan gunung untuk pendaki tektok pemula berikutnya adalah melihat estimasi waktu tempuh. Untuk pemula, total perjalanan naik-turun sebaiknya maksimal 6 jam. Kenapa? Karena semakin lama kamu di jalur, semakin besar kemungkinan stamina drop. Belum lagi faktor cuaca yang bisa berubah cepat di gunung. Kalau estimasi naik saja sudah 5–6 jam, itu bukan pilihan ideal untuk tektok pemula.

Pilih gunung dengan waktu tempuh summit sekitar 2—3 jam naik, sehingga kamu masih punya cukup tenaga untuk turun. Turun gunung memang terlihat mudah, tapi justru di fase ini banyak pendaki cedera karena kaki sudah lelah.

3. Cari gunung dengan jalur pendakian yang jelas

ilustrasi jalur pendakian
ilustrasi jalur pendakian (pexels.com/Ali Kazal)

Sebagai pendaki tektok pemula, kamu gak disarankan memilih gunung dengan jalur minim penanda atau navigasi yang membingungkan. Jalur yang jelas akan meminimalkan risiko tersesat.

Pastikan gunung tersebut memiliki penunjuk arah yang memadai, jalur yang sudah sering dilalui pendaki, dan basecamp resmi dengan sistem registrasi. Selain lebih aman, jalur yang jelas juga bikin kamu lebih tenang secara mental. Ingat, pendakian bukan cuma soal fisik, tapi juga psikologis. Kalau dari awal sudah cemas takut salah jalur, energi kamu bakal terkuras lebih cepat.

4. Pertimbangkan faktor cuaca

ilustrasi pendaki gunung
ilustrasi pendaki gunung (unsplash.com/Alina Fedorchenko)

Cuaca adalah faktor krusial dalam menentukan gunung untuk tektok. Pendaki pemula sering meremehkan hal ini, padahal perubahan cuaca di gunung bisa terjadi dalam hitungan menit.

Sebelum berangkat, cek prakiraan cuaca dari sumber terpercaya. Hindari musim hujan atau periode cuaca ekstrem. Jalur yang basah dan licin jelas lebih berisiko, apalagi buat kamu yang belum terbiasa dengan medan terjal.

Tektok biasanya dimulai dini hari agar bisa summit saat pagi. Pastikan suhu di gunung tersebut gak terlalu ekstrem. Kalau suhu terlalu dingin dan kamu belum terbiasa, pengalaman mendaki bisa jadi tidak menyenangkan.

5. Pilih gunung dengan fasilitas pendukung dan akses gampang

ilustrasi basecamp gunung
ilustrasi basecamp gunung (pexels.com/8Percent Media)

Banyak pemula fokus pada puncak, tapi lupa mempertimbangkan akses menuju basecamp. Padahal, perjalanan panjang sebelum mendaki bisa menguras tenaga lebih dulu.

Sebaiknya pilih gunung dengan akses kendaraan yang mudah, basecamp yang jelas dan aktif, sumber air di jalur (kalau memungkinkan) dan sinyal komunikasi yang masih terjangkau. Fasilitas pendukung yang memadai sangat membantu jika terjadi kondisi darurat. Selain itu, akses yang gampang juga bikin kamu gak terlalu lelah sebelum pendakian dimulai.

Mendaki gunung memang seru, apalagi kalau bisa tektok dan langsung turun dengan pemandangan sunrise yang keren. Namun, sebagai pemula, kamu harus realistis dengan kemampuan diri sendiri. Tips menentukan gunung untuk pendaki tektok pemula pada dasarnya adalah soal manajemen risiko. Pilih ketinggian yang ramah, estimasi waktu yang masuk akal, jalur yang jelas, cuaca bersahabat, serta fasilitas yang mendukung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More