Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Aturan Tak Tertulis saat Pasang Tenda di Camping Ground Gunung
ilustrasi tenda camping (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
  • Tenda sebaiknya dipasang di area khusus tanpa menghalangi jalur utama, termasuk memastikan tali tidak melintang agar pendaki lain tetap aman, terutama saat malam.
  • Jaga jarak wajar antartenda dan pilih tanah stabil yang tidak berada di cekungan atau jalur aliran air untuk mengurangi risiko tergenang ketika hujan.
  • Pasak serta guyline harus terpasang kuat dan rapi tanpa mengganggu akses; seluruh sampah pribadi wajib dikumpulkan lalu dibawa turun atau dibuang sesuai aturan pengelola.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Camping di gunung bukan cuma soal mencari lokasi yang cukup luas untuk mendirikan tenda. Saat berada di camping ground, kamu juga perlu memperhatikan kenyamanan pendaki lain dan kondisi lingkungan sekitar.

Ada beberapa aturan tak tertulis yang sebaiknya dipahami agar aktivitas bermalam tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu orang lain. Meski terlihat sepele, cara memasang tenda dapat berdampak pada keselamatan dan kenyamanan bersama.

Posisi tenda yang terlalu dekat dengan jalur, misalnya, dapat mengganggu pendaki yang sedang lewat, sedangkan lokasi yang salah bisa membuat tenda terkena aliran air ketika hujan. Oleh karena itu, sebelum mulai memasang tenda, perhatikan beberapa etika berikut ini.

1. Jangan halangi jalur utama

ilustrasi tenda camping (unsplash.com/Sergey Chuprin)

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah posisi tenda. Jangan sampai tenda berdiri di jalur utama yang biasa digunakan pendaki untuk berjalan atau menuju fasilitas tertentu.

Pilih area yang memang diperuntukkan sebagai tempat mendirikan tenda dan tidak mengganggu akses orang lain. Sebelum memasang, coba lihat dari beberapa arah untuk memastikan tali atau bagian tenda tidak melintang di jalur. Selain lebih sopan, cara ini juga mengurangi risiko orang tersandung saat berjalan, terutama di malam hari.

2. Jaga jarak antartenda

ilustrasi tenda di Gunung Gede Pangrango (unsplash.com/Alvian Hasby)

Walaupun camping ground sedang ramai, usahakan tidak memasang tenda terlalu mepet dengan tenda pendaki lain. Setiap orang tetap membutuhkan ruang untuk beristirahat, menyimpan perlengkapan, dan melakukan aktivitas tanpa merasa terganggu.

Jarak yang cukup juga membuat akses keluar-masuk tenda lebih nyaman. Hindari mengambil ruang berlebihan hanya untuk satu kelompok jika area sedang padat. Kalau masih ada pilihan tempat lain, berikan ruang yang wajar agar suasana camping ground tetap nyaman untuk semua.

3. Perhatikan aliran air hujan

ilustrasi tenda inflatable (unsplash.com/Kyle Johnson)

Jangan hanya melihat apakah tanah terlihat datar dan nyaman. Perhatikan juga kemungkinan air mengalir ke lokasi tersebut ketika hujan turun, terutama jika area berada di cekungan, di dasar lembah, atau dekat jalur air.

Cek tanda-tanda seperti bekas aliran, tanah yang membentuk cekungan, atau material yang terbawa dari bagian lebih tinggi. Hindari lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya air. Memilih area yang sedikit lebih tinggi dan memiliki kondisi tanah stabil bisa membantu mengurangi risiko tenda tergenang.

4. Pasang pasak dan guyline dengan rapi

ilustrasi pasak tenda (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah menentukan lokasi, jangan asal memasang pasak dan guyline. Pastikan pasak tertancap kuat dan tali pengencang tidak menghalangi jalan orang lain atau menjadi bahaya tersandung.

Guyline juga sebaiknya dipasang sesuai kebutuhan agar tenda lebih stabil saat terkena angin. Jika lokasi sedang ramai, arahkan tali ke area yang tidak menjadi akses orang. Sebelum meninggalkan tenda, cek kembali semua pasak dan tali agar tidak ada bagian yang longgar atau melintang sembarangan.

5. Jangan buang sampah di bawah tenda

ilustrasi sampah di gunung (pexels.com/Curkan)

Sampah sekecil apa pun tetap harus dibawa dan dibuang di tempat yang disediakan. Jangan menyelipkan bungkus makanan, tisu, plastik, atau sampah lainnya di bawah tenda dengan alasan tidak terlihat.

Kebiasaan tersebut bukan hanya membuat area camping kotor, tetapi juga dapat menimbulkan masalah bagi pendaki berikutnya dan lingkungan sekitar. Sebaiknya siapkan kantong khusus untuk menampung sampah sejak awal camping, lalu bawa turun atau buang sesuai dengan aturan pengelola. Di beberapa kawasan gunung, menjaga kebersihan dan membawa kembali sampah pribadi memang menjadi bagian penting dari etika camping.

Memasang tenda di gunung ternyata bukan sekadar mencari tanah kosong lalu mendirikannya. Kamu juga perlu memperhatikan jalur utama, memberi ruang kepada pendaki lain, memahami kondisi tanah, memasang perlengkapan dengan rapi, serta menjaga kebersihan area.

Dengan mengikuti aturan tak tertulis tersebut, pengalaman camping bisa terasa lebih nyaman tanpa mengganggu orang lain. Ingat, camping ground adalah ruang bersama, jadi kenyamanan dan keselamatan sebaiknya menjadi tanggung jawab setiap pendaki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article