Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Barang yang Tidak Boleh Dibawa selama Penerbangan Haji
Potret koper haji (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Menjelang musim haji, para jemaah perlu mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang, termasuk memahami aturan barang bawaan selama penerbangan. Hal ini penting karena terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. Beberapa barang bahkan dilarang untuk dibawa ke dalam pesawat, baik di bagasi kabin maupun bagasi tercatat.

Jika tidak diperhatikan, hal ini bisa menghambat proses keberangkatan atau menyebabkan barang harus ditinggalkan. Nah, supaya perjalanan ibadah haji tetap lancar, berikut beberapa barang yang tidak boleh dibawa selama penerbangan haji yang perlu kamu ketahui.

1. Benda tajam dan berpotensi melukai

Barang seperti pisau, gunting besar, cutter, hingga alat tajam lainnya tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kabin. Beberapa maskapai masih memperbolehkan masuk bagasi terdaftar.

Namun, dalam beberapa kasus, barang-barang tersebut juga tidak disarankan dibawa sama sekali. Selain berbahaya, benda tajam akan langsung terdeteksi saat pemeriksaan keamanan dan berisiko disita.

2. Cairan di atas batas ketentuan

ilustrasi memindahkan sabun cair pada kemasan traveling (pexels.com/Sarah Chai)

Membawa cairan dalam jumlah besar ke dalam kabin tidak diperbolehkan. Umumnya, cairan dibatasi maksimal 100 ml per wadah. Jenisnya mencakup minuman, parfum, lotion, hingga produk perawatan tubuh. Jika melebihi batas, barang tersebut harus dimasukkan ke bagasi terdaftar atau akan disita.

3. Barang mudah terbakar dan meledak

Barang seperti petasan, korek api gas berlebihan, aerosol tertentu, dan bahan kimia berbahaya termasuk dalam kategori dangerous goods. Jenis barang ini sangat dilarang karena dapat membahayakan keselamatan selama penerbangan.

4. Power bank dan baterai tidak sesuai aturan

Potret power bank (freepik.com/pvproductions)

Meski powerbank diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat, tetapi tetap ada batas kapasitas tertentu yang harus dipatuhi. Powerbank berkapasitas besar tanpa izin khusus biasanya tidak diperbolehkan, terutama jika dimasukkan ke bagasi terdaftar. Untuk menghindari masalah ini, simpan powerbank di tas kabin dan pastikan sesuai ketentuan maskapai.

5. Makanan berbau menyengat

Beberapa makanan khas seperti durian atau produk dengan aroma tajam tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat terbang. Selain mengganggu kenyamanan penumpang lain, makanan ini juga sering kali langsung ditolak saat proses pemeriksaan.

6. Barang dalam jumlah tidak wajar

Potret rokok (pixabay.com/HansMartinPaul)

Membawa barang dalam jumlah berlebihan, seperti obat-obatan tanpa resep atau makanan terlalu banyak, bisa menimbulkan kecurigaan. Selain itu, aturan negara tujuan juga bisa membatasi jenis dan jumlah barang yang dibawa masuk.

Selain makanan, salah satu barang yang paling sering dibawa jemaah haji adalah rokok. Perlu diketahui bahwa jemaah hanya diperkenankan membawa maksimal 200 batang atau sekitar dua slop per orang. Jika membawa lebih dari jumlah tersebut, rokok berisiko disita Bea Cukai Arab Saudi, bahkan bisa dikenakan denda.

Itu dia beberapa jenis barang yang tidak boleh dibawa selama penerbangan haji. Memahami aturan barang bawaan selama penerbangan haji menjadi hal yang penting, agar perjalanan berjalan lancar. Pastikan untuk selalu mengecek kembali isi koper sebelum berangkat, sehingga ibadah haji bisa dijalani dengan tenang, aman, dan nyaman hingga tiba di Tanah Suci. Selamat menunaikan ibadah haji!

Editorial Team