Bolehkah Membawa Koper Rusak ke Pesawat?

Pernahkah kamu ragu saat mau pergi, karena kondisi koper sudah lecet, rodanya macet, atau ritsletingnya mulai rewel? Di satu sisi, rasanya sayang membeli koper baru. Namun, di sisi lain, takut bermasalah saat checkin di bandara. Pertanyaan ini sering banget muncul di kalangan traveler, terutama yang bepergian naik pesawat terbang.
Sebelum benar-benar berangkat, ada baiknya kamu tahu aturan dan risiko membawa koper rusak ke pesawat. Dengan informasi yang tepat, kamu bisa menghindari kejadian tidak menyenangkan selama perjalanan. Yuk, bahas satu per satu di bawah ini, agar perjalananmu tetap aman dan nyaman!
Table of Content
1. Koper rusak masih bisa dibawa, tapi ada syaratnya
Secara umum, maskapai masih mengizinkan penumpang membawa koper rusak ke pesawat. Selama koper masih bisa menutup dengan baik dan tidak membahayakan, koper tersebut biasanya tetap diterima saat checkin. Petugas bandara akan melakukan pengecekan visual sebelum koper masuk bagasi.
Namun, tingkat kerusakan koper sangat menentukan. Jika koper terlihat rapuh, terbuka, atau berpotensi pecah saat ditangani, maskapai berhak menolak. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kelancaran proses bagasi.
2. Risiko kerusakan tambahan jadi tanggung jawab penumpang
Membawa koper rusak, artinya kamu harus siap dengan risiko kerusakan lanjutan. Maskapai umumnya tidak bertanggung jawab atas kerusakan tambahan pada koper yang sudah bermasalah sejak awal. Biasanya, kamu akan diminta menandatangani baggage release saat checkin.
Dokumen ini menandakan bahwa kamu menyetujui risiko jika koper makin rusak. Jadi, jangan kaget jika setelah mendarat, kondisi koper tidak sama seperti sebelumnya. Hal ini penting dipahami, agar tidak terjadi salah paham.
3. Bagian koper yang paling berisiko ditolak

Ada beberapa jenis kerusakan koper yang sering menjadi perhatian petugas bandara. Ritsleting rusak, roda lepas, atau rangka koper retak adalah contoh yang cukup riskan. Kerusakan seperti ini bisa menyebabkan koper tersangkut di conveyor belt.
Jika koper dianggap bisa mengganggu sistem bagasi, petugas bisa menyarankan pengemasan ulang. Bahkan, ada kemungkinan koper tidak diizinkan masuk bagasi sama sekali. Hal ini tentu bisa merepotkan jika kamu tidak siap.
4. Alternatif aman jika koper sudah terlanjur rusak
Jika kondisi koper sudah cukup parah, ada beberapa solusi yang bisa kamu pilih. Kamu bisa membungkus koper dengan plastik wrapping di bandara, agar lebih aman. Cara ini cukup efektif untuk menahan ritsleting atau bagian yang longgar.
Selain itu, kamu juga bisa memindahkan barang ke dalam tas lain atau koper cadangan. Meski sedikit merepotkan, langkah ini jauh lebih aman daripada kehilangan barang. Pilihan ini sering disarankan untuk penerbangan jarak jauh.
5. Tips agar koper rusak tetap aman selama penerbangan
Jika tetap ingin membawa koper rusak, pastikan isinya tidak berlebihan. Beban berlebih bisa memperparah kerusakan saat koper ditangani. Atur barang agar seimbang dan tidak menekan satu sisi saja.
Kamu juga disarankan memberi label koper dengan jelas. Hal ini memudahkan identifikasi jika koper terbuka atau bermasalah saat transit. Langkah sederhana ini bisa mengurangi potensi kerugian selama perjalanan.
Jadi, sebelum berangkat, coba cek lagi kondisi koper yang akan kamu bawa. Sedikit persiapan bisa membuat perjalanan terasa jauh lebih tenang.


















