Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Memberi Makan Rusa di Nara Park? Ini Aturannya!

ilustrasi memberi makan rusa di Nara
ilustrasi memberi makan rusa di Nara (commons.wikimedia.org/tetchang)
Intinya sih...
  • Pengunjung mengikuti aturan saat masuk taman
  • Wisatawan membeli shika senbei di titik resmi
  • Pelancong memberi makan dengan posisi aman
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nara dikenal sebagai kota di Jepang yang masih memadukan ruang hijau luas dengan bangunan bersejarah, sehingga pengunjung bisa berpindah dari kuil megah ke taman raksasa hanya dengan berjalan kaki. Salah satu daya tarik utamanya tentu keberadaan rusa liar yang bebas berkeliaran di area publik, terutama di Nara Park. Banyak pelancong ingin mendekati satwa tersebut karena lokasinya dekat stasiun, mudah diakses, dan menjadi bagian ikonik wisata Kansai.

Meski terlihat santai, tetapi bukan berarti semua aktivitas dilakukan tanpa aturan, lho. Pasalnya, pengelola sudah menyiapkan pedoman supaya rusa di Nara tetap terjaga kesehatannya. Informasi jelas tersedia di area taman, sehingga kamu tidak perlu menebak-nebak apa yang boleh dilakukan.

Supaya gak ada lagi pertanyaan bolehkah memberi makan rusa di Nara Park, simak beberapa aturannya berikut ini, ya!

1. Pengunjung mengikuti aturan saat masuk taman

ilustrasi rusa di Nara
ilustrasi rusa di Nara (commons.wikimedia.org/Tokumeigakarinoaoshima)

Begitu keluar dari Kintetsu Nara Station, kamu hanya perlu berjalan sekitar 10 menit untuk menemukan gerbang menuju Nara Park, sehingga tidak ada alasan mengeluh sulit mencari arah. Petugas memasang papan panduan di titik strategis yang berisi daftar singkat hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sehingga wisatawan baru paham sejak menit pertama berada di kawasan.

Kamu diharapkan tidak menarik pakaian rusa atau memblokir jalan rumput, karena satwa ini terbiasa bergerak bebas dari satu bagian taman ke bagian lain. Waktu terbaik datang adalah pagi atau sore, karena suhu lebih nyaman dan jumlah rombongan sekolah biasanya berkurang.

Petugas berjaga di beberapa pos dan patroli dengan sepeda untuk memastikan lingkungan terkendali, terutama saat libur panjang ketika jumlah pengunjung meningkat. Bila ada pelanggaran ringan, seperti mengejar rusa, petugas akan menegur langsung agar suasana tetap kondusif. Sikap menghormati aturan dasar ini membantu menjaga reputasi taman yang sudah dikenal sebagai kawasan ramah pengunjung maupun satwa.

2. Wisatawan membeli shika senbei di titik resmi

ilustrasi shika senbei
ilustrasi shika senbei (commons.wikimedia.org/Travis)

Memberi makan diperbolehkan hanya dengan shika senbei (biskuit atau kerupuk beras khusus yang dijual di Nara Park sebagai makanan untuk rusa) yang dijual di stan resmi di area taman, karena pakan tersebut diformulasi dari tepung tanpa garam dan aman untuk rusa.

Kamu bisa menemukan penjualnya mulai dari gerbang depan hingga dekat aula Todai-ji, sehingga tidak perlu membawa camilan pribadi. Harga rata-rata sekitar 200 yen per 10 keping, cukup untuk berbagi ke beberapa rusa tanpa membuat rombongan besar berkumpul. Penjual biasanya membuka stan hingga sore. Namun, di musim panas beberapa stan tutup lebih cepat karena stok habis.

Membeli shika senbei ikut mendukung konservasi, karena sebagian keuntungan dialirkan untuk perawatan taman termasuk pengangkutan sampah dan pengecekan kesehatan rusa. Kamu disarankan membuka kemasan dengan rapi dan tidak membiarkan serpihan jatuh, karena sampah kecil pun bisa memicu satwa lain datang. Bila kios di depan ramai, pindah saja ke bagian timur taman yang cenderung lebih lengang. Aktivitas ini terasa sederhana, tapi efeknya besar bagi keberlanjutan satwa di Nara.

3. Pelancong memberi makan dengan posisi aman

ilustrasi memberi makan rusa di Nara
ilustrasi memberi makan rusa di Nara (commons.wikimedia.org/Natasha Suslina)

Pegang biskuit di telapak tangan terbuka dan letakkan setinggi pinggang supaya rusa tidak perlu melompat yang berpotensi mendorong tubuhmu. Pendekatan pelan tanpa gerakan mendadak membantu rusa merasa nyaman, sehingga mereka menghampiri sendiri tanpa dipanggil atau disentuh. Bila ragu, kamu bisa menjatuhkan biskuit ke tanah, lalu mundur setengah langkah sambil mengamati dari jarak aman. Cara ini berguna bagi anak-anak yang belum terbiasa mendekati hewan besar.

Setelah biskuit habis, segera sembunyikan tangan dan kemasan, karena sebagian rusa tetap mengikuti bila mengira masih ada makanan. Kamu bisa berjalan perlahan ke bagian taman lain dan melihat rombongan berbeda, sehingga pengalaman terasa lebih bervariasi. Hindari memberikan pakan terus-menerus pada satu rusa, karena mereka terbiasa berbagi di antara kelompoknya.

4. Tamu menghindari rusa yang terlihat agresif

ilustrasi rusa di Nara yang agresif
ilustrasi rusa di Nara yang agresif (commons.wikimedia.org/Jeremy Thompson)

Walau sebagian besar jinak, beberapa rusa bisa lebih keras saat jumlah pengunjung tinggi, sehingga kamu harus peka membaca situasi. Bila satu rusa mulai menyenggol tas atau menarik pakaian segera mundur tanpa memutar badan sehingga jalur keluarnya tetap jelas. Kamu tidak disarankan menyentuh tanduk atau menahan kepala karena tindakan itu memicu respons cepat dari rusa lain di dekatmu. Bila merasa terlalu ramai pindah ke bagian barat taman dekat Nara National Museum yang relatif lebih lapang.

Petugas biasanya membunyikan peluit sebagai tanda agar pengunjung berpindah zona, sehingga kamu bisa mengikuti arah gerakan kelompok agar aman. Bila rusa saling dorong biarkan mereka menyelesaikan situasinya sendiri dan tunggu area kembali tenang. Menjaga jarak bukan berarti pengalaman berkurang justru membuat kamu mengamati perilaku rusa lebih jelas.

5. Perjalanan dilanjutkan ke spot sekitar Nara Park

Todai-ji
Todai-ji (commons.wikimedia.org/Balon Greyjoy)

Selesai bermain dengan rusa kamu dapat berjalan ke Todai-ji untuk melihat patung Buddha raksasa Daibutsu yang menjadi ikon sejarah Jepang. Rute pejalan kaki jelas dan bisa ditempuh kurang dari lima belas menit dari pelataran taman utama. Bila ingin mencicipi kuliner lokal mampir ke Higashimuki Shopping Street dekat Kintetsu Nara dan coba mochi panggang yang dibakar langsung di depan pengunjung. Tersedia juga soba dan tempura di restoran kecil sepanjang lorong.

Bagi yang ingin merasakan suasana berbeda, kamu bisa naik bus ke Kasuga Taisha dengan jadwal teratur dari halte terdekat dan menikmati ribuan lentera batu di jalur menuju kuil. Dari area itu, kamu bisa kembali ke Kintetsu Nara atau menuju JR Nara Station untuk melanjutkan perjalanan ke Osaka atau Kyoto. Taman ini sengaja dirancang terhubung sehingga satu rute dapat digabung dengan aktivitas lain tanpa repot. Kombinasi ini menjadikan kunjungan ke Nara terasa lengkap dalam satu hari.

Nara memberi pengalaman unik bagi wisatawan dengan akses mudah dari kota-kota sekitar dan kegiatan memberi makan rusa yang memang diizinkan asalkan menggunakan pakan resmi dan mengikuti aturan taman. Saat kamu menjaga sikap dan memahami panduan sederhana satwa tetap aman dan perjalanan berlangsung menyenangkan. Jadi kamu mau pilih rute mana dulu saat tiba di Nara nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Dari Drama Go Youn Jung Favoritmu, Pergilah ke Tempat Wisata Ini!

22 Jan 2026, 20:30 WIBTravel