Transportasi umum menjadi pilihan utama untuk beraktivitas di Jakarta, karena praktis dan terintegrasi. Mulai dari Transjakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta, semuanya memudahkan mobilitas dari satu titik ke titik lainnya.
Namun, bagaimana jika dalam satu perjalanan kamu harus berpindah dari satu moda ke moda lain? Apakah biayanya akan semakin mahal? Tenang saja, justru bikin perjalanan lebih hemat berkat tarif integrasi.
Tarif integrasi merupakan biaya yang dikeluarkan ketika naik lebih dari satu transportasi umum di Jakarta. Skema ini berlaku untuk layanan seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.
Dengan sistem ini, penumpang hanya dikenakan tarif maksimal Rp10 ribu untuk satu kali perjalanan terintegrasi. Perhitungannya dimulai dari tarif awal Rp2.500, kemudian ditambah biaya Rp250 per kilometer. Tarif akan terus terakumulasi saat kamu berpindah moda dalam satu perjalanan.
Untuk menikmati tarif integrasi, kamu perlu menggunakan layanan yang bekerja sama dengan JakLingko. Sistem ini mengharuskan penggunaan multimoda. Jadi, perjalanan yang terhubung akan langsung dihitung menjadi satu tarif.
Lantas, bagaimana cara mendapatkannya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
