ilustrasi izakaya (unsplash.com/Perry Merrity II)
Scam lain bisa muncul ketika kamu makan atau menikmati hiburan malam. Waspada jika harga yang dibayangkan di awal ternyata berbeda jauh dengan tagihan akhir, termasuk adanya biaya tambahan yang sebelumnya gak dipahami. Di izakaya, misalnya, ada biaya otōshi berupa hidangan pembuka yang dikenakan sebagai bagian dari biaya meja; biaya ini bukan penipuan otomatis, tetapi wisatawan sebaiknya tahu terlebih dahulu apa yang akan ditagihkan.
Kasus yang lebih serius terjadi ketika wisatawan mengikuti orang yang menawarkan bar atau tempat hiburan di jalan. Wisatawan bisa terkena scam dengan dikenai tagihan sangat tinggi, bahkan kartu kreditnya dibebankan berkali-kali dengan alasan transaksi sebelumnya gagal.
Kalau ingin makan atau minum, pilih tempatnya sendiri dan cek harga sebelum masuk. Saat menerima tagihan, periksa satu per satu makanan, minuman, biaya meja, dan biaya layanan yang tercantum. Kalau jumlahnya gak sesuai dengan yang kamu pesan, minta penjelasan sebelum membayar dan simpan foto tagihan serta bukti transaksi.
Scam saat traveling ke Jepang sebenarnya bisa dihindari kalau kamu gak terburu-buru mengambil keputusan saat ada tawaran, pesan, atau pembayaran yang terasa janggal. Biasakan mengecek harga, alamat, nama layanan, dan informasi pembayaran dari sumber yang kamu akses sendiri sebelum memberikan uang atau data pribadi.