Liburan dengan kapal pesiar atau cruise selama ini identik dengan pengalaman mewah dan menyenangkan. Penumpang bisa menikmati fasilitas lengkap, pemandangan laut lepas, hingga singgah ke berbagai destinasi eksotis dalam satu perjalanan.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, perjalanan kapal pesiar juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan, terutama terkait kesehatan dan keselamatan selama berada di tengah laut dalam waktu lama. Seperti yang terjadi baru-baru ini, dunia tengah menyoroti penyebaran Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan terkait klaster penyakit pernapasan berat pada 2 Mei 2026. Kapal ekspedisi yang membawa 147 penumpang dan kru dari 23 negara itu diketahui sedang melakukan pelayaran panjang melintasi Amerika Selatan hingga Antartika sebelum sejumlah penumpang mulai jatuh sakit.
Awalnya, beberapa penumpang mengalami gejala seperti demam dan gangguan pencernaan. Namun, kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), hingga syok. Situasi semakin serius setelah tiga penumpang kapal telah meninggal dunia dan beberapa lainnya sakit atau menunjukkan gejala setelah MV Hondius berlayar dari Argentina sekitar sebulan lalu.
Kasus tersebut membuat banyak orang kembali sadar bahwa perjalanan kapal pesiar bukan hanya soal menikmati liburan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan, kebersihan, dan mematuhi aturan selama pelayaran berlangsung. Untuk itu, kamu perlu memahami beberapa do’s and don’ts selama naik kapal pesiar atau cruise, agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
