Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pemandangan Gunung Slamet dari Desa Belik, Pemalang
ilustrasi pemandangan Gunung Slamet dari Desa Belik, Pemalang (dok. Pribadi/Tamara Febriyanti)

Intinya sih...

  • April hingga JuniSebagai masa transisi dari musim hujan ke kemarau, menawarkan pemandangan indah dan jalur pendakian tidak terlalu padat.

  • Juli dan AgustusWaktu ideal untuk mendaki dengan cuaca kering, jalur pendakian tidak licin, namun lebih ramai karena puncak musim liburan.

  • September dan OktoberMusim pendakian utama dengan kondisi alam mulai mengering, cocok untuk yang ingin menghindari keramaian.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gunung Slamet merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Lerengnya mencakup lima Kabupaten, yaitu Banyumas, Purbalingga, Tegal, Brebes, dan Pemalang.

Gunung Slamet menjadi wishlist para pendaki, karena menawarkan tantangan pendakian yang berat, jalur panjang, serta pemandangan yang menakjubkan. Selain itu, gunung ini menyuguhkan hutan hujan tropis yang masih lebat, sabana luas, edelweiss, dan pemandangan kawah yang masih aktif di puncak.

Di balik keindahannya, faktor cuaca sangat memengaruhi keselamatan pendaki. Oleh karena itu, penting untuk menentukan waktu yang tepat untuk mendaki Gunung Slamet. Kira-kira, kapan waktu terbaik untuk mendaki Gunung Slamet, ya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

1. April hingga Juni

ilustrasi pendaki sedang menelusuri jalur pendakian (unsplash.com/Anne Nygård)

Sepanjang April—Juni menjadi masa transisi dari musim hujan ke kemarau. Meskipun, masih turun hujan, tetapi curah hujan sudah berkurang. Cuaca mulai membaik, tetapi vegetasi di sepanjang jalur pendakian masih sangat hijau dan subur, sehingga menawarkan pemandangan yang indah. Selain itu, jalur pendakian tidak sepadat pertengahan musim kemarau.

2. Juli dan Agustus

ilustrasi puncak Gunung Slamet via Jalur Bambangan (unsplash.com/Subulu Salam)

Bulan Juli dan Agustus merupakan waktu paling ideal untuk mendaki. Curah hujan cenderung sangat rendah, sehingga jalur pendakian kering, tidak licin, dan pandangan ke puncak cerah.

Risiko penutupan jalur akibat cuaca ekstrem sangat kecil. Namun, di periode ini merupakan puncak musim liburan, sehingga jalur pendakian lebih ramai.

3. September dan Oktober

ilustrasi pemandangan Gunung Slamet dari Desa Belik, Pemalang (Dok. Pribadi/Tamara Febriyanti)

September dan Oktober menjadi musim pendakian utama. Cuaca masih relatif kering, tetapi kondisi alam mulai sedikit mengering.

Bulan September dan Oktober cocok untuk pendaki yang ingin menghindari keramaian. Namun, vegetasi sudah tidak sehijau awal musim kemarau dan risiko badai bisa mulai meningkat jelang memasuki bulan November.

Usahakan memulai perjalanan saat subuh, sekitar pukul 04.00—06.00 WIB. Pada jam-jam ini, udara masih sejuk dan sinar matahari belum menyengat. Dengan menentukan waktu terbaik untuk mendaki Gunung Slamet, pendaki sudah dapat meminimalisir risiko badai dan cuaca ekstrem.

Bisa dibilang, waktu terbaik untuk mendaki Gunung Slamet adalah saat musim kemarau, yakni Juli dan Agustus. Namun, kalau mau memilih dua waktu lainnya, tidak apa pula. Pastikan perlengkapan mendaki dan fisikmu sudah siap, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team