Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapan Waktu Terbaik Mendaki ke Ranu Kumbolo?
Ranu Kumbolo saat hari cerah (unsplash.com/Achmad Riyadi )

Ranu Kumbolo bukan tempat yang asing, terutama jika kamu suka mendaki gunung. Ranu Kumbolo sendiri adalah sebuah danau yang berada di Gunung Semeru. Lokasinya yang berada di jalur pendakian, membuat tepian danau ini seringkali digunakan sebagai tempat untuk mendirikan tenda oleh para pendaki yang ingin menuju puncak Semeru. 

Setelah Gunung Semeru erupsi, akses ke puncak ditutup. Sebagai gantinya, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadikan Ranu Kumbolo yang berada di ketinggian 2.400 mdpl sebagai titik akhir bagi para pendaki yang ingin berkunjung ke Semeru. Pendakian ini baru dibuka pada tanggal 24 April 2026 kemarin.

Lantas, kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Ranu Kumbolo? Yuk simak informasinya di bawah ini!

1. Ranu Pane menjadi satu-satunya jalur pendakian ke Ranu Kumbolo

pendaki di tepian Ranu Kumbolo (unsplash.com/Falaq Lazuardi)

Layaknya gunung populer, Gunung Semeru sebetulnya memiliki beberapa jalur pendakian. Namun itu dulu, sebelum gunung tertinggi di Pulau Jawa ini erupsi besar-besaran. Saat ini, selain hanya memperbolehkan pendakian hingga ke Ranu Kumbolo, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga hanya memperbolehkan pendakian melalui Jalur Ranu Pane. Jalur satu ini berada di Desa Ranu Pane yang mudah diakses baik itu dari Malang maupun Lumajang.

Untuk sampai ke Ranu Kumbolo dari basecamp Ranu Pane, pendaki akan melewati beberapa post dengan panjang jalur sekitar 10 kilometer. Mulai dari Pos Landengan Dowo, Pos Watu Ajeng, hingga pos terakhir yakni Pos Oro-oro Ombo. Mayoritas pendaki biasanya membutuhkan waktu antara 4-5 jam pendakian untuk sampai ke Ranu Kumbolo, tetapi itu semua tergantung pada faktor fisik dan cuaca di hari itu.

2. Aturan pendakian ke Ranu Kumbolo cukup ketat

ilustrasi seorang pendaki berjalan sendiri di jalur pendakian (unsplash.com/Alvian Hasby)

Meski akses penuh hingga ke puncak Semeru belum buka, tapi kamu jangan berharap pihak taman nasional juga melonggarkan aturan pendakian yang berlaku. Malahan sama seperti gunung populer lainnya, aturan pendakian ke Ranu Kumbolo termasuk yang cukup ketat, yaitu:

  • Pendakian resmi hanya melalui basecamp Ranupani.

  • Sebelum pendakian, wajib melakukan booking online di website bromotenggersemeru.id.

  • Booking pendakian dapat dilakukan H-30 sampai dengan H-2 sebelum pendakian.

  • Batas usia minimal 10 tahun dan maksimal 70 tahun dengan membawa surat rekomendasi dokter.

  • Wajib membawa surat sehat yang berlaku minimal H-1 sebelum pendakian.

  • Membawa kartu identitas seperti KTP/Kartu Keluarga/Passport.

  • Surat izin dari orang tua atau wali jika belum memiliki KTP.

  • Durasi pendakian maksimal 2 hari.

  • Batas naik maksimal pukul 15.00 WIB.

  • Wajib menggunakan pemandu lokal.

  • Melakukan registrasi ulang di basecamp.

  • Untuk rombongan, minimal terdiri dari 2 orang dan maksimal 10 orang.

  • Membawa trashbag dan membawa turun semua sampah yang dihasilkan selama kegiatan pendakian.

  • Mendirikan tenda hanya boleh dilakukan di Ranu Kumbolo.

  • Melakukan wajib lapor ke pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru setelah turun.

Selain sejumlah aturan, terdapat juga beberapa informasi penting lainnya yang bisa dilihat di website resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di bromotenggersemeru.id atau Instagram @bbtnbromotenggersemeru.

3. Kapan waktu terbaik mendaki ke Ranu Kumbolo?

Ranu Kumbolo dari kejauhan (unsplash.com/Nofi Sofyan Hadi)

Cuaca menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan ketika kamu ingin mendaki Ranu Kumbolo. Pasalnya cuaca akan sangat mempengaruhi pendakian. Di musim hujan yang jatuh antara bulan November hingga Maret, jalur pendakian akan jadi licin dan berlumpur. Selain itu, kabut tebal kerap kali turun dan menghalangi pandangan hingga meningkatkan risiko tersesat. Terakhir, hujan yang turun juga membuat suhu drop.

Di malam hari saat musim hujan, suhu di Ranu Kumbolo bisa drop hingga ke 0 derajat Celcius. Nah dengan kondisi dan situasi yang kurang baik, mendaki di musim hujan jelas bukan pilihan yang bijak. Sebaliknya kamu mungkin bisa memilih mendaki di musim panas yang dimulai dari April hingga Oktober. Di musim panas, cuaca cerah hampir sepanjang hari. Selain jarak pandang yang jelas, jalur pendakian juga jadi lebih mudah dilalui. Bonusnya saat malam tiba, kamu juga bisa menyaksikan jutaan bintang menyala dari langit Ranu Kumbolo.

Saat ini pendakian ke Ranu Kumbolo memang sedang dibuka. Namun jalur pendakian bisa ditutup kapan aja tergantung kondisi Gunung Semeru. Seperti yang kita tahu, beberapa tahun belakangan ini, Gunung Semeru sudah erupsi beberapa kali. Ketika itu terjadi, pendakian akan secara otomatis ditutup dalam jangka waktu yang gak bisa ditentukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team