Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Banyak Orang Skip Liburan ke Jepang saat Golden Week?
ilustrasi suasana di Jepang saat ramai pengunjung (pexels.com/Dương Nhân)
  • Selama Golden Week, harga hotel dan transportasi di Jepang melonjak drastis karena tingginya permintaan dari wisatawan lokal maupun mancanegara.
  • Kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto dipenuhi lautan manusia, membuat aktivitas wisata dan kuliner jadi sulit dinikmati dengan nyaman.
  • Transportasi umum sangat padat, restoran penuh, serta pelayanan hotel dan tempat wisata menurun akibat lonjakan jumlah pengunjung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak bisa dipungkiri, Jepang masih menjadi salah satu destinasi negara favorit di Asia. Budaya, makanan, musik, dan hal lainnya yang menarik menjadi daya tarik utama yang dimiliki oleh negara satu ini. Namun, di akhir bulan April hingga awal Mei, ada yang namanya Golden Week di Jepang.

Golden Week merupakan sebuah periode libur panjang nasional yang sangat dinantikan oleh warga lokal. Bukannya melepas burnout dari pekerjaan, kamu datang ke Jepang di waktu ini malah bikin liburan terasa menyesakkan. Memangnya seramai apa, sih? Apakah sangat tidak disarankan untuk pergi ke Jepang pada waktu Golden Week?

Sebenarnya tidak ada larangan, hanya saja angka kepadatan akan naik drastis, yang bisa saja menjadi sedikit gangguan saat menikmati liburan. Inilah beberapa alasan kenapa banyak orang yang enggan ke Jepang saat Golden Week.

1. Harga dan penginapan jauh melonjak

ilustrasi mengeluarkan banyak uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Hukum ekonomi bukan hanya sekadar teori, tetapi aturan mutlak. Saat permintaan sedang tinggi atau banyak, harga pasti akan ikut "terbang" juga. Selama Golden Week berlangsung, kamu jangan heran jika tidak mendapatkan harga hotel yang tidak normal. Biasanya, fenomena ini terjadi hampir merata di sebagian besar kota Jepang, karena banyak juga warga Jepang atau turis yang bepergian antarkota.

Tidak hanya harga hotel saja yang naik, harga seluruh transportasi juga mengalami hal serupa. Mulai dari tiket pesawat domestik hingga bus antarkota, mungkin kamu akan dikenakan tarif 2—3 kali lipat.

2. Lautan manusia di kota dan destinasi populer

ilustrasi suasana di Jepang saat ramai pengunjung (pexels.com/Dương Nhân)

Tempat-tempat seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto pasti akan dipenuhi orang dari berbagai penjuru dunia. Di sini, kamu sudah tidak bisa lagi menikmati kota besar di Jepang seperti biasanya yang nanti akan berubah menjadi banyak sekali orang di sekeliling.

Untuk sampai ke kotanya saja, kamu butuh effort yang lebih, apalagi jika kamu cari spot foto di tempat ini. Kemungkinan besar akan sulit untuk mengambil foto di tempat yang dipenuhi oleh kerumunan, dan barang hilang mungkin cukup riskan di sini.

3. Transportasi umum yang super sesak

ilustrasi gerbong kereta yang penuh (pexels.com/Alfatah Bilal Afdam)

Jika kamu masih nekat datang ke Jepang saat Golden Week berlangsung, sebaiknya menyewa mobil dan menghindari naik kendaraan umum. Transportasi umum seperti kereta api akan didesaki oleh para penumpang yang ingin berlibur ke sebuah tempat. Jika ingin mencobanya, kamu juga harus siap berdesak-desakan dengan orang banyak.

Seperti yang sebelumnya dikatakan, jalan di Jepang saja sudah ramai, apalagi jika kamu harus menuju halte atau stasiun. Golden Week juga akan menjadi tantangan fisik dan mental yang cukup berat untuk beberapa orang yang tidak ingin melakukan aktivitas atau kegiatan melelahkan saat traveling.

4. Restoran dan kafe akan penuh atau sudah di-booking

ilustrasi restoran ramai pengunjung (pexels.com/Deni Priyo)

Mungkin hal ini yang akan membuat kamu berpikir dua kali untuk datang ke Jepang saat Golden Week. Pikiran kamu saat di Jepang pastinya mencicipi makanan untuk merasakan keaslian makanan seperti ramen dan sushi. Sayangnya, saat Golden Week berlangsung, ekspektasi kamu akan jatuh karena semuanya selalu penuh.

Alhasil, mungkin kamu hanya bisa mencicipi beberapa makanan saja di sebuah tempat makan yang tidak terlalu ramai. Karena beberapa toko atau bisnis makanan kecil lainnya lebih memilih untuk tutup toko untuk ikut liburan, kemungkinan agak sulit untuk kamu kulineran di Jepang.

5. Pelayanan yang kurang maksimal

ilustrasi karyawan sebuah restoran (pexels.com/cottonbro studio)

Dengan jumlah turis yang melonjak, jelas ini sangat berpengaruh terhadap staf hotel, restoran, hingga banyak petugas wisata lainnya yang harus memandu ribuan orang dalam satu harinya. Hasilnya, ada saja human error yang terjadi. Kamu juga harus sabar saat menunggu proses check-in hotel atau hanya sekadar menunggu antrean minuman di sebuah kafe.

Situasi ini pasti akan membuat banyak orang dipaksa untuk buru-buru mendapatkan apa yang mereka mau. Bukannya menikmati liburan, ini hanya seperti ajang perlombaan yang ingin mengejar garis finish.

Kelima alasan mengapa sebaiknya jangan dulu pergi ke Jepang saat Golden Week di atas mungkin bisa kamu pertimbangkan. Sebaiknya pergi saat Golden Week telah selesai agar kamu dapat menikmati setiap keindahan sudut kota yang dimiliki oleh Jepang. Masih nekat mau liburan ke Jepang saat Golden Week berlangsung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team